Jero Wacik Antara Tuntutan Dan Tuntunan

 Saat pesawat yang saya tumpangi mendarat di Bandara Ngurah Rai Bali Indonesia, hati saya gelisah. Pikiran tertuju pada pertanyaan-pertanyaan apakah Bali yang demikian indah ini tidak pernah melahirkan tokoh-tokoh seperti I Gusti Ngurah Rai yang namanya diabadikan jadi nama bandara. 
Perjalanan kali ini bukanlah perjalanan wisata tapi sebuah perjalanan untuk mencari tahu tentang siapa sosok Jero Wacik.

Seperti sebuah ungkapan yang pernah saya baca entah dimana " Kenalilah manusia dari akarnya".Perjalaanan saya ini adalah menuju ke akar kehidupan seorang Jero Wacik.

Berbekal nomor kontak yang diterima Elisa Koraag, koordinator Tim Medsos JW, BunCha begitu biasanya kami menyapa, langsung berkoordinasi dengan kontak di Bali. Maka terwujudlah pertemuan antara kami, blogger yang tergabung dalam Tim Medsos JW dengan politisi lintas partai dan tokoh akademisi Bali.

Sore itu satu demi satu sahabat Jero Wacik datang ke Warung Liyu,Denpasar Bali.Diawali dengan kedatangan I Wayan Gunawan Ketua Fraksi Partai Golkar  Provinsi Bali. Kemudian disusul oleh Prof.DR.Wayan Windia Guru Besar Universitas Udayana. Selang 30 menit kemudian tiba I Putu Suasta mantan ketua Bapilu DPP Partai Demokrat. Menyusul I Tengah Pringgo Wakil DPD Partai Demokrat dan terakhir datang I Made Mudarta ketua DPD Partai Demokrat Propinsi Bali,yang memamerkan baju yang  menurutnya adalah baju anti korupsi. Pasalnya lobang saku mengadap ke bawah bukan ke atas sebagaimana lazimnya.

 Sore yang hangat, bertambah segar dengan suguhan buah manggis,jeruk dan jambu.Pembicaraan mengalir tak berjarak bahkan  kadang disertai dengan celetukan-celetukan lucu untuk kemudian tertawa lepas bersama. Tiba-tiba suasana hening sejenak ketika salah satu dari mereka menyentil soal sahabat  mereka Jero Wacik yang dituduh melakukan pemerasan ketika menjabat sebagai menteri ESDM tahun 2011.
"Bagaimana mungkin sahabat kita Jero Wacik melakukan pemerasan ? Setahu saya Dana kick back ini sudah ada sejak tahun 2010. Sungguh Tuduhan yang tidak masuk akal" kata I Putu Suasta dengan nada tinggi.
"Belum lagi tuduhan penyalahgunakan dana operasional menteri.Jero Wacik ketika  meminta dana operasional menteri di Kemenbudpar atau ESDM selalu bertanya apakah ada dana operasional menteri untuk bulan ini "kata  Putu.

Putu lantas menguraikan bahwa setiap bulan dana operasional menteri  ( DOM ) yang  disediakan berkisar 230 juta, dan Jero Wacik  hanya meminta antara 25 sampai 50juta. Terkadang  memang 100-150juta. Tetapi ini tidak melanggar ketentuan yang menyebutkan dana operasional menteri  boleh lebih dari plafon 120juta /bulan asal tidak melebihi 80% dari total dana operasional /tahun yang berkisar 1,44M, hanya 1,15M yang boleh digunakan oleh Jero Wacik tambah Putu".Jadi mana mungkin ada niat jahat memperkaya diri sendiri kalau meminta dana operasional menteri hanya  25-50 juta/bulan.Dan ini sudah terungkap di fakta persidangkan.

Kata Putu
"Kenapa Jusuf Kalla yang wakil Presiden mau bersaksi untuk Jero Wacik? Ini fakta yang nyata betapa tingginya intregritas Jero Wacik dimana beliau disamping tentu saja memberikan andil bagi bangsa dan negara "tambah I Tengah Pringgo wakil DPD Partai Demokrat.

"Jadi apakah Jaksa Penuntut Umum ( JPU )
masih akan naik banding? Kami rasa tidak perlu. Bahkan secepatnya KPK harus melepaskan status Jero Wacik Sebagai tersangka. Kami paham bicara Hukum biarlah menjadi ranah persidangan.
Tapi bicara kebenaran dan keadilan ini adalah hak setiap orang untuk menyuarakan.Jero wacik adalah sosok sederhana "kata I Made Mudarta ( Ketua DPD partai Demokrat Bali ).

"Low profile dan jujur "Kata Prof.DR. Wayan Windia dari Udayana dengan suara tegas.
Sebagai pengusaha dimata sahabatnya I Wayan Gunawan Ketua Fraksi dari Partai Golkar untuk Provinsi Bali "Jero Wacik adalah pribadi yang tangguh dan pemberi semangat  bagi kawan-kawannya yang ingin maju.

Begitulah pendapat sahabat-sahabat Jero Wacik yang  saya dengar secara langsung.
Setelah pertemuan yang hangat sore itu kembali saya membuka buku yang berjudul Jero Wacik Testimoni 100 tokoh yang menjadi bahan saya untuk mengetahui siapa Jero Wacik.
Setelah saya bolak balik , saya buka halaman 139 dimana ada pendapat Pramono Anung Wibowo Tokoh PDIP yang sekarang menjabat sebagai menteri Sekertaris Kabinet "Jero Wacik Komunikator yang baik".

Juga pendapat Anwar Fuadi Ketua Parsi ( Persatuan Artis Sinetron Indonesia pada halaman 157 "JW Bertangan Dingin; Apapun yang Dia Pegang Bisa Sukses. Lantas sayapun teringat perkataan seorang teman yang berkecimpung di dunia perfilman yang mengatakan bahwa sumbangsih Jero Wacik terhadap film Eat,Pray,Love yang dibintangi oleh aktris berkelas dunia Julia Robert tidaklah kecil.

Tanpa peran Jero Wacik mungkin film itu tidak akan pernah shooting di Bali dan Hollywood tidak pernah mengenal salah satu pulau yang paling eksotis di dunia.Dan itu dilakukan Jero Wacik tanpa publikasi besar-besaran ,semata mata karena tugasnya sebagai menteri pariwisata kala itu dan sebagai putra daerah Bali.

Hati saya bergetar dan berdoa
Semoga masih ada keadilan bagi Jero Wacik
Semoga


Bali
Pertengahan April 2016


Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Kanker Serviks Kenali Dan Jauhi Sejak Dini

Review ( Pure Line Hijab Fresh Healthy & Bright