Banyumas Bukan Hanya Tempe Mendoan

Dulu saya heran kalau melihat ada orang membeli tempe goreng belum matang, kok sudah dibeli, karena warna tepung hasil gorengannya saja tampak masih terlihat putih pucat dan tempe yang berada di dalam balutan tepung juga terlihat belum matang. Dalam hati bilang "ih nggak sabar amat sih nih orang, gorengan tempe belum matang sudah di beli. Ha ha ha

Ternyata itu yang namanya tempe mendoan. Memang begitu khasnya. Adonan diangkat masih setengah matang, rasanya gurih dapat dinikmati dengan cabe rawit utuh atau sambal. Dinikmati selagi hangat rasanya lebih nikmat.
Bicara tempe mendoan ternyata Banyumas terkenal juga dengan panganan yang satu ini.

Saya kemarin sempat mendengar pertanyaan "kok tidak membawa tempe mendoan Banyumas pak"? Tanya seorang wartawan pada Pak Saptono sesaat sebelum acara Expose Pariwisata dalam Rangka Promosi Pariwisata Nusantara di Rumah Makan Handayani, Matraman Jakarta Timur Rabu lalu. "Repot untuk membawanya" jawab Pak Saptono.

Terbayang saya kalau tempe mendoan Banyumas pasti enak dan punya cita rasa berbeda maka dibutuhkan langsung untuk menikmatinya secara langsung di tempat asalnya, beda kalau dibawa dalam perjalanan apalagi sudah dingin."Banyumas bukan hanya bicara tempe mendoan" kata Pak Saptono selaku Kadisbudpar dihadapan media dan blogger.

"Banyumas juga bukan hanya Baturaden, Banyumas mempunyai banyak tempat wisata yang belum diketahui. Padahal salah satu kapubaten di Jawa Tengah ini, mempunyai daya tarik wisata yang beragam. Salah satunya wisata air terjun yang jumlahnya ratusan. Sehingga Banyumas ada yang menyebut negeri dengan 1001 Curug ( air terjun ). Contohnya ada Curug Gumawang,
Curug Cipendok, dan Curug Ceheng.

Kadisbudpar dan 3 narasumber 
Di Banyumas juga ada 3 museum yang dapat dikunjungi yaitu Museum BRI, Museum Jend. Soedirman juga Museum Wayang Sendang Mas disamping memiliki wisata belanja dan religi. Yaitu batik Banyumas yang khas dengan warna- warnanya yang cerah juga ada Masjid Saka Tunggal dan Goa Maria"

"Teman-teman Media dan blogger mari ikut serta membantu mengexpose pariwasata Banyumas yang selama ini belum diketahui banyak wisatawan baik dalam maupun luar.Banyak lokasi menarik juga wisata kuliner yang tidak kalah dengan daerah lain yang terdapat di Indonesia."tambah Saptono


Saptono Kadisbudpar

Ketua PHRI ( Persatuan hotel restoran Indonesia ) Heru Permana yang juga hadir siang itu mengatakan " Banyumas mempunyai pilihan penginapan dari hotel bintang 4 dan 5 sampai kelas yang berharga 50- 100 ribu per malam ada.

Heru Saptana ketua PHRI
Sambil menikmati camilan kripik tempe, nopia dan juga melihat motif kain batik yang jadi souvenir kami siang itu. Saya membolak-balik panduan wisata Banyumas. Sudah cukup lengkap panduan ini. Sayang informasi yang dapat di akses dengan mengunakan perangkat digital belum dimiliki Banyumas. Karena untuk saat ini semua akses yang terkoneksi dengan sosial media, informasinya akan dapat cepat diterima oleh masyarakat.

Iam Coming Banyumas!

Batik, nopia dan kripik tempe oleh-oleh Banyumas





Comments

  1. Keren ya program pemerintah Banyumas buat menarik wisatawan ke sana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya.....
      kita apresiasi dan dukung buat Indonesia makin dikenal di luar lewat budaya2 yang ada tiap daerah

      Delete
  2. Wewhh dipilih dipilih makanan khas Banyumas yang tidak hanya tempe mendoan, setuju bingit mbak wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yes. Semoga kita bisa menikmati langsung semua keseruan wisata dan kuliner Banyumas ya 😄

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Kanker Serviks Kenali Dan Jauhi Sejak Dini

Review ( Pure Line Hijab Fresh Healthy & Bright