Curhat Yuk, Agar Lega Hati Kita

Setiap tanggal 7 April diperingati sebagai Hari Kesehatan Dunia ( World Health Day) Dan thema yang diangkat tahun ini adalah mengenai gangguan kesehatan jiwa yaitu depresi. Selintas terdengar masalah sepele akan tetapi kalau kita telusuri lebih dalam betapa dahsyatnya gangguan ini. Karena selalu berkaitan dengan percobaan ingin bunuh diri seseorang.

Dari data WHO gangguan depresi adalah penyebab disabilitas yang terbesar didunia. Masuk sejajar dalam daftar penyakit yang makin banyak dialami manusia,  selain HIV dan penyakit Jantung. Kasusnya naik 25 persen dari tahun 2005 hingga 2015.


Depresi adalah sebuah keadaan/penyakit dengan gejala rasa sedih yang berkepanjangan dan hilangnya minat melakukan kegiatan yang biasanya disukai, juga ketidakmampuan menjalankan kegiatan kegiatan yang biasa dilakukan sehari- hari setidaknya selama dua minggu

" Depresi dapat dialami siapa saja, dibelahan dunia manapun. 30 persen terjadi pada usia lanjut. Kondisi dimana seseorang yang anak- anaknya sudah besar, telah membangun keluarga masing- masing, menyebabkan seseorang merasa kesepian akhirnya mengalami depresi. Kata Dr. dr. Fidiansyah, spKJ, MPH Direktur P2MKJN.


"Depresi dapat terbagi dari yang ringan hingga yang berat. Dan bukan karena satu faktor saja. Data juga menunjukan wanita lebih cenderung mengalami depresi karena perubahan hormon yang berkaitan dengan mood seseorang.
Depresi dan bunuh diri. Tidak terjadi serta merta begitu saja seketika, tetapi ada proses. Salah satunya yang harus menjadi perhatian keluarga dan lingkungan adalah ucapan dari keinginan bunuh diri itu sendiri dari orang tersebut.



Tuntutan sekolah yang tinggi saat ini,  juga menjadi mencekam bagi anak yang dapat mengakibatkan depresi. Padahal bukan hanya aspek prestasi saja dalam proses belajar disekolah, tetapi ada juga nilai- nilai kesantunan yang seorang anak miliki. Yang dapat menjadi perhatian. Untuk itu Perlunya komunikasi agar sekolah dan orangtua paham yang terjadi pada kegiatan anaknya.

Ngompol, ngempeng jari pada anak juga tanda anak mengalami depresi,  orang tua harus memahami perilaku ini, karena jangan- jangan tahap tersebut harusnya sudah dilewati si anak." Tambah dr Fidi




dr. Viora, spKJ ketua PDSKJI yang hadir juga dalam dialog interaktif siang itu di Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes jalan Percetakan Negara Jakarta Pusat, menambahkan " meskipun kasus bunuh diri masih sangat kecil terdeteksi. Tetapi depresi secara signifikan berperan dalam semua penyakit".

Penyakit fisik yang ikut ambil bagian dalam depresi yaitu nyeri sendi. 

Depresi dalam disebabkan karena faktor internal seperti hilangnya jabatan, orang yang dicintai dan harta benda. Sedangkan faktor eksternal yaitu ada trauma dalam diri seseorang, faktor genetik dan penyakit medis ini. Pola makan orang depresi ada 2, kurang makan atau tidak sama sekali.
Gangguan tidur jangan dianggap sepele, karena bisa saja kita sedang mengalami depresi.

Halusinasi sering menjadi faktor percobaan bunuh diri atau bunuh diri seseorang.


Kesulitan faktor ekonomi menjadi penyebab depresi seseorang



Depresi dapat dicegah, untuk tidak melakukan bunuh diri atau datangnya penyakit disabilitas. Yuk! Curhat. Mari bicara. Dapat lewat teman yang kita percaya, keluarga atau mendatangi seorang psikolog atau psikiater. Kita buka komunikasi yang seluas- luasnya agar ringan dan lapang dada ini dari beban pikiran yang ada. Orang dekat jangan langsung menyalahkan pengidap depresi tapi dengarkan, bantu untuk keluar dari halusinasinya agar dapat membedakan mana yang nyata dan maya dalam kondisi kejiwaannya. 



Jangan dilarang mereka curhat, karena larangan ini menambah beban depresi mereka. Seperti yang dialami Yana dari Motherhope Indonesia, pasca melahirkan yang tidak normal, bayi yang ditunggu- tunggu selama 2 tahun akhirnya meninggal dunia, tuduhan dirinya kemasukan jin dari lingkungan, sekaligus tidak mendapatkan dukungan dari pasangan, membuat daftar lengkap depresi pada dirinya yang berakibat pada keinginan untuk bunuh diri. Alhamdulillah dengan kesadaran penuh Yana akhirnya dapat keluar dari kondisi kejiwaannya yang carut marut.



Yana Survival Motherhope Indonesia



Mari kita dukung Kementerian Kesehatan melalui Ditjen P2P Lets Talk. Mari Bicara. Depresi Yuk Curhat. Dimana Kementerian Kesehatan juga memberikan pelatihan- pelatihan pada dokter- dokter umum agar dapat membantu orang- orang yang mengalami depresi. Hati- hati dengan berita yang menjadi viral, jangan ikut menyebarkan kasus bunuh diri karena ini akan diimitasi. Media jangan dalam memberitakan tentang kasus bunuh diri. 



Sehat menurut WHO adalah fisik, jiwa dan sosial.




Tugas kita adalah mendengarkan dan memahami dengan memberikan semangat pada teman- teman yang sedang menghadapi masalah. Percaya ya bagi teman- teman semua yang sedang ada masalah kita tidak sendiri, harus yakin dengan adanya Sang Maha Pencipta yang akan membantu kita keluar dari masalah, doa dan dukungan keluarga dan lingkungan adalah kekuatan. Percayalah.

Comments

  1. Bener mbak, sebenarnya dalam sehari hari kita sering mengalami masalah dan tak perlu khawatir semua ada solusinya.
    Anak yang tak diajarkan sejak kecil mwngenai kehidupan dan solusinya kemungkinan besar akan menjadi generasi "cengeng" dan akan membuat angka depresi anak di masa depan meningkat.
    Faktor keimnana seseorang berbeda2 ,nah disinilah peran orang tua agar dekat dengan anak2nya. Saya pernah ketemu dengan seorang ibu yang mampu mengobrol dengan anaknya berjam2. Dari hal umum sampai pribadi dibahasnya tanpa canggung. Si ibu hanya mendengarkan sesekali mengiyakan apa kata si anak.
    Jadikan mereka sahabat, ktika ada masalah mereka akan datang kepada kita.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yes, formula.apa yang akan kita terapkan pada anak kita mmg ada ditangan kita. Kalau dari awal dibangun Insya Allah akan terus sampai anak besar. Komunikasi bikin nyaman & aman antar anak dan ortu ☺

      Delete
  2. Replies
    1. Terimakasih. Semoga bermanfaat dalam rangka hari Kesehatan sedunia hari ini. ☺

      Delete
  3. kadang ada yang bilang kalau curhat ke manusia sama dengan ngeluh. kalau aku sih manusiawi. yang pasti liat2 orangnya, jangan sampe malah bikin kita tertekan atau malah mengadu domba sehingga masalah jadi makin runyam..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, makanya kalau ada teman curhat secara personal menurut sy orang itu percaya kita ( Amanah ) hehe...abaikan mau dibilang ngeluh/caper/baper. Kadang yg komen nga punya solusi juga ha ha ha. Curhat itu sangat personal buat saya. Makanya ktk tak ada lagi yang dapat kita percaya. Berceritakah pada Sang Maha Ending cerita. Allah SWT.☺

      Delete
  4. Curhat plg tidak meringankan sedikit gelisah ya mba,, walaupun kdng d ksh solusi gk d jalanin curhat sm yg di atas lbh tenang,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah benar banget mut...mau 100 psikolog yang didatangi tapi begitu keluar ruang praktek ttp "nyaman dgn masalahnya" percuma kan" makanya hati2 juga dicurhatin tmn yg gini. Dia sebenarnya hanya asyik aja dengan "dunia"nya. Empati boleh tp jangan menguras energi kita. Right! Malam, sepi puas2in ya curhat. Sehat selalu ya

      Delete
    2. This comment has been removed by the author.

      Delete
  5. Makasih banyak mba Gita sharingnya.. kemaren juga ngikutin tema ini dari twitter karena memang penting banget memahami soal depresi ini dan pentingnya curhat, ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yes. Bagaimana orang mau tahu kalau kita tidak menyampaikannya.Hatur nuhun ya sudah mampir

      Delete
    2. Yes. Bagaimana orang mau tahu kalau kita tidak menyampaikannya.Hatur nuhun ya sudah mampir

      Delete
  6. Kalau daku, supaya nggak depresi, ya nulis dan baca buku :)
    Nulis kalau nggak di blog, ya di diary, sampai sekarang masih. Setidaknya beban terlepas kan :)
    Nice sharing mbak Siwi, daku jadi tau lebih lengkap tentang depresi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya wadahnya tiap.orang memang beda2 ya. Yang perlu hati2 adalah ketika di sosmed. Karena akan mdapatkan feedback yang berbeda-beda & tdk menutup kemungkinan jadi lebih stres/depresi. Akh mak hit miss u...

      Delete
  7. bener banget! beberapa waktu lalu saking banyak kerjaannya jadi lupa buat mengekspresikan dan katarsis diri. nulis jarang, suami lagi sering pergi, dan sahabat2 pas di luar kota. jadilah tiba2 rada nge-hang jiwa, raga, dan pikiran :( emang penting banget #curhat dengan media dan cara apapun yang dipilih dan disukai

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah konon kabarnya yang paling ditakuti tiap orang adalah rasa sepi. Se7! Curhat yang bikin nyaman. Jangan ampe yg curhat jd depresi gara2 curhatnya malah disebar. Seolah2 aib ya. Hehe...

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Kanker Serviks Kenali Dan Jauhi Sejak Dini

Obat Anyang- Anyangan Akhirnya Datang Juga, Uricran Namanya