Umroh Bersama Ayah Diwujudkan Total Almeera

Agak speechless saya ketika harus menuliskan ungkapan kata- kata untuk Ayah di booth Total Almeera yang berada di Lulu Hypermart Cakung, Bekasi. Akh bagaimana tidak sosok almarhum langsung muncul dibenak saya dengan berbagai kenangan cerita dan kejadian. Sulit untuk tidak dapat mengeluarkan genangan air mata sore itu.

Saya dapat merasakan juga apa yang ada dalam hati teman- teman lain ketika menuliskan kata- kata untuk sosok yang luar biasa dan kita hormati dalam hidup ini, baik yang masih ada ataupun sudah meninggal dunia, seperti ayah saya.

Kenangan terhadap almarhum yang kalau sore menjelang jam pulang kerja selalu telpon untuk memastikan jam berapa saya akan sampai rumah? Atau di saat libur kadang kami berdiskusi mengenai berbagai hal dari berita terbaru yang terjadi sampai hobbynya bermain catur. Semua menjadi momen hangat dan indah.

Booth Almeera


Ayah adalah sosok demokratis untuk saya, memberikan semua keputusan pilihan pada kami anak- anaknya kalau itu dirasa baik dan nyaman. "Kalau yakin dengan keputusan yang kita ambil dan bertanggungjawab terhadap keputusan itu,bismillah go ahead " kata ayah.
Hal ini yang kadang membuat saya kangen tak terkira pada sosoknya.

Melalui launching Total Almeera yang mengusung tagline #HalalituharusTotal ada acara #BerkahTotalAlmeera dimana kita dapat mengungkapkan rasa rindu, bangga dan hormat pada figur yang menjadi panutan setiap anak dalam keluarganya. Yaitu Ayah! Yang terpilih nanti melalui ungkapannya akan menikmati perjalanan gratis umroh bersama ayah. Subbahanallah ya Rab.

Acara ini berlangsung selama 2 hari

Teryata Begini Rasanya Jadi Penyiar Radio

Zaman kuliah dulu selain sibuk dengan tugas- tugas kuliah, salah satu kegiatan yang menarik minat saya adalah belajar siaran radio di salah satu station radio yang ada di Depok. Ternyata untuk berada di balik microphone (siaran) bukan perkara mudah. Kita dituntut memiliki pengetahuan yang luas, meliputi pengetahuan umum hingga pengetahuan tentang musik, baik musik Indonesia maupun barat. Ditambah juga kemampuan berbahasa. Semakin banyak bahasa asing yang dikuasai seorang penyiar maka akan semakin baik untuk menunjang pekerjaannya disamping tentu saja kemampuan berbahasa Indonesia yang baik dan benar tidak dapat di anggap remeh.

Sekitar 3 bulan saya mendapat training. Setiap training memakan waktu sekitar 1-2 jam selama 2 kali seminggu. Untuk urusan waktu training ini, kita dapat sesuaikan dengan jadwal kuliah. Asyik kan?

Awal- awal training saya sampai mabok, mabok nulis yang dimaksud disini karena setiap hari diberi tugas untuk membuat materi kata siaran. Saya sampai habis 7 buku selama training 3 bulan untuk membuat materi kata. Masih ingat dalam benak saya ketika Programmer Radio ( PD ) bilang, " Nggak akan habis git materi kata itu, percaya deh," katanya. Ketika saya merasa hopeless bikin materi siaran apa lagi ya?

Karena suka musik dan waktu kecil suka mendengarkan radio untuk acara anak- anak kadang mengamati juga apa yang disampaikan seorang penyiar radio, maka training tersebut dapat saya lalui dengan mulus walau tidak dapat dikatakan 100 % sempurna.

Sampailah satu hari dimana yang namanya Gita Siwi dapat jadwal siaran untuk pertama kalinya. Excited banget ! Dari orang rumah, teman-teman sampai tetangga saya woro- woro jangan lupa ya dengerin terus nanti kasih masukan ya? Pokoknya kayak penyanyi baru yang mau launching album. Ha ha ha.

Siaran tandem. Foto dok.pri

Ketika hendak berangkat ke studio ibu tercinta juga pesan, jangan lupa baca doa biar lancar siarannya. Begitu  pula dengan ayah yang mengingatkan untuk yakin dan percaya diri saja, jangan ragu- ragu kalau bicara. Kok ayah udah kayak pakar Public Speaking ya zaman itu. He he he miss u so much dad!

Dengan ditemani operator dan PD hari itu saya siap- siap on air perdana.  Materi kata sudah siap playlist lagu juga sudah saya susun rapi. Maka on airlah saya " Hai dari jalan Nusantara Raya 3 saya Gita bla bla bla...

Kurang lebih 1 menitan saya opening dengan keyakinan penuh sambil tersenyum lebar. Tapi kok saya merasa ada yang nggak beres nih saat melihat PD dan operator senyum- senyum dan manggut- manggut. Ternyata oh ternyata tombol mike belum saya pencet on, jadi opening saya tadi nggak keluar ke udara.  Yang terdengar hanya musik yang volumenya diturunkan. Huh!

Kami penyiar memang dituntut untuk dapat siaran  dengan single operation, yaitu dimana semua alat dalam ruang siaran harus mampu saya operasikan sendiri. Jadi mata membaca, mulut bicara, tangan sibuk untuk klik lagu atau browsing berita- berita untuk materi kata. Semua bersinergi. Fokus tetapi enjoy.

Siaran perdana walaupun openingnya sempat sedikit menganggu mood saya, tidak berarti menit- menit berikutnya malah jadi berantakan. Tetapi justru dari siaran perdana inilah yang membuat diri saya untuk tumbuh dan berkembang dalam pekerjaan yang menggunakan anugerah terindah yang Allah SWT berikan yaitu suara. Sampai hari ini.

Karena untuk seterusnya jadwal siaran saya yang tadinya hanya seminggu 2x selama 2 jam. Bertambah menjadi seminggu 5x karena saya dianggap mampu. Wah senangnya bukan main. Selain dapat memenuhi kebutuhan kuliah saya dengan honor yang saya dapat, tahun pertama saya di radio saya dinobatkan menjadi penyiar terfavorit karena penggemarnya banyak. Akh! Berasa artis saat itu. Ha ha ha.

Profesi penyiar adalah profesi yang mengasyikan. Jauh dari duka dibanding sukanya. Tantangannya adalah mood diri kita sendiri. Entah karena kita lagi ada masalah dengan keluarga, teman atau bahkan pacar. Pokoknya setiap on air bawaannya happy aja. Karena penyiar juga dituntut untuk dapat membangun theater 0f mind. Yaitu kemampuan mendeskripsikan apa yang terjadi disekitar kita dan pesan yang kita sampaikan dapat dimengerti oleh pendengar dimanapun mereka berada.

Hampir semua jam siaran sudah saya nikmati. Dari siaran pada pagi hari sampai siaran sahur. Wah tantangannya jangan ditanya untuk siaran di bulan puasa ini. Bayangkan kita lagi enak- enak tidur dijemput untuk on air. Yang kadang suara saja masih terdengar ngebas ketika opening. Tetapi itulah passion. Selalu mengairahkan. Mengerjakan yang kita sukai dan kita bisa melakukannya maka imbasnya adalah nikmat. Apapun tantangan kondisinya bakal dengan mudah kita lewati.

Dari dunia radio saya merambah ke dunia voice over ( VO ) untuk iklan radio dan televisi dan company profile.  Ini lebih asyik lagi honornya. Pekerjaannya sebentar tetapi honornya lumayan. Mantap! Kemudian saya juga mulai di minta jadi mc, entah mc wedding atau launching satu produk.

Moderator hingga Narator untuk infotainment dalam dan luar negeri untuk real estat dan program lalulintas di salah satu stasiun tv swasta juga saya jajaki. Semua ini bukan hanya menghasilkan pundi- pundi uang tetapi juga jalinan silahturahmi yang semakin luas. Yang akhirnya membuahkan networking. Saya menjaga semuanya hingga detik ini.

Semua pekerjaan ini menuntut saya aktif bergerak, update tentang semua hal yang terjadi disekitar dan juga bagaimana belajar memanage waktu. Karena bekerja di dunia entertainment hitungannya adalah detik! Tubuh juga dituntut untuk selalu sehat dan bugar. Apalagi saat ini saya juga buka kelas kemampuan berbicara.

Kelas sehari #PresenterMCRadio
Pernah tepar juga saya ketika satu hari diserang flu, yang diakibatkan oleh perubahan cuaca dan kecapean dari isi suara kemudian mengajar dan ngemci. Tetapi alhamdulillah banyak vitamin saat ini yang dapat kita pilih untuk mengembalikan daya tahan tubuh setelah sakit.


Tips menjaga suara ala saya :
1. Hindari konsumsi gorengan berlebihan
2. Jangan minum manis saat siaran/mc karena tenggorokan akan terasa lengket
3.Luangkan waktu 15 menit/hari latihan pernafasan yaitu tarik nafas melalui hidung dan buang nafas melalui mulut, dengan perut mengembung ketika kita tarik nafas. Bahu jangan diangkat. Rilek. Latihan ini akan membantu stamina kita berbicara baik saat on air/off air.
4. Minum air putih yang cukup.
5. Tersenyumlah sebelum bicara, karena suara yang dihasilkan ketika kita bicara sambil tersenyum mempunyai efek mengembirakan untuk orang yang mendengar. Baik langsung/tidak

Selamat mencoba mari gali dan kembangkan potensi yang ada dalam diri kita. Goodluck!

    



Aku, Mukena, Dan Ramadhan

Tidak terasa kita sudah sampai pada pertengahan ramadhan. Kalau bicara ramadhan atau bulan puasa saya merasakan setiap tahunnya adalah proses perubahan untuk menjadi lebih baik. Bukan hanya hubungan kepada sesama manusia tetapi juga terus belajar untuk lebih mendekatkan diri pada sang maha pencipta Allah SWT.

Ramadhan datang adalah kegembiraan bagi umat muslim khususnya. Begitu juga dengan saya. Saya ingat ketika dulu masih kecil pas ramadhan, rajin mengumpulkan bebukaan { bisa beli lebih 5 kue hehe } sebelum azan magrib datang, juga menyiapkan buku tugas ramadhan dari sekolah, dimana buku ini berisi tentang kegiatan ramadhan sebulan penuh dari mulai jadwal sholat, tadarus sampai siapa ustad yang memberikan ceramah saat taraweh. Jadi taraweh nggak boleh absen, pun didalam masjid kadang saya suka banyak becandanya.

Salah satu kejailan yang selalu saya dan teman- teman ingat sampai sekarang  adalah mengikatkan ujung mukena teman ke teman lainnya. Yang akhirnya mereka akan jatuh bareng dan kami akan tertawa bersama- sama. Akibatnya ada rakaat yang tidak kami ikuti. Yang penting ibu nggak tahu dan absen lengkap. Ha ha ha jangan dicontoh ya nak? 

Makin kesini, makin dewasa dan sudah jadi ibu juga, ketika ramadhan datang makin berwarna persiapan saya dalam menjalaninya bersama keluarga tercinta.Biasanya saya akan meletakan jadwal puasa di tempel di kulkas, atur menu buka dan sahur sesimple mungkin. Sampai menyiapkan perlengkapan untuk sholat dan taraweh. Semua saya lakukan agar keluarga dalam menjalankan puasa merasa nyaman. Tidak terganggu lagi dengan hal- hal yang biasa terjadi sehari - hari. Seperti kadang lupa dimana meletakan perlengkapam sholat.

Karena perlengkapan sholat juga menjadi hal yang penting apalagi kita akan menghadap kepada sang Maha pencipta Allah SWT. Sudah selayaknya semua dipersiapkan sebaik mungkin termasuk menyiapkan mukena.

Ramadhan tahun ini saya ingin mempunyai mukena baru, karena mukena yang lama sudah lumayan belel dan kalau saya pakai bagian mukanya sudah agak melorot karena karetnya yang mulai kendur. Kalau untuk sholat dan dipakai taraweh jadi nggak leluasa karena sebentar- sebentar membetulkan mukena.

Mukena Dubai koleksi Elevenia

Mukena selalu saya siapkan dua, satu untuk sholat dirumah dan satu lagi saya bawa ketika bekerja maupun bepergian jadi selalu ada dalam tas.  Karena membawa mukena sendiri itu jadi dapat menjalankan ibadah sholat sesegera mungkin baik sendiri maupun berjamaah. Meskipun saat ini hampir disetiap masjid sudah menyediakan mukena yang bersih bahkan bagus- bagus untuk jamaah yang datang, tetapi untuk saya menjalankan kewajiban sholat dengan menggunakan mukena sendiri rasanya lebih enak. Tidak perlu menunggu gantian pakai ketika banyak yang antri untuk sholat. Dan juga tidak diburu- buru oleh antrian berikutnya yang menunggu giliran sholat. Insya Allah belajar sholat untuk lebih khusyuk dengan persiapan yang rapi.

Mukena saya yang melorot bagian mukanya itu berwarna putih berbahan katun dengan motif bunga- bunga merah, ini adalah mukena yang selalu saya pakai sehari- hari dirumah. Nyaman tetapi karena sudah lama ya mulai pudar juga warnanya, kurang sedap dipandang mata. Sedangkan yang putih polos dengan bahan silk ringan saya siapkan untuk selalu ada dalam tas yang saya bawa saat bepergian.

Mukena bepergian & dirumah 


Meski Allah SWT tidak menilai kita dari apa yang kita pakai, tetapi rasanya kok ya kurang sreg kalau kita mengenakan mukena yang kurang layak. Sementara jika kita kumpul dengan teman- teman saja kita biasa membawa mukena yang terbaik.

Puncak semua dari ramadhan adalah hari raya Idul Fitri dan tradisi ingin bersih pada hari kemenangan. Semua orang termasuk saya dan keluarga ingin mensimbolkannya dengan sesuatu yang serba bersih. Dan yang bersih itu hampir identik dengan yang baru.
Sehingga sudah menjadi tradisi membeli pakaian baru termasuk mukena baru menjadi semacam ritual.

Untung saja dizaman yang serba tehnologi seperti sekarang ini untuk  membeli mukena kita tidak perlu pergi ke pusat perbelanjaan yang padat, macet dan melelahkan.

Kita tinggal login saja di Elevenia, salah satu toko belanja online yang menyediakan kebutuhan yang kita cari dari peralatan rumah, makanan dan minuman, home enterteinment sampai perlengkapan ibadah seperti  mukena, hijab, gamis dan baju koko.

Kita tinggal cari dengan kata kunci mukena maka deretan mukena akan muncul. Ada mukena kantor, mukena berbahan katun, mukena dingin, super, mukena Jepang, jumbo, mukena rempel ( rempel Jepang, motif, jumbo,Marina, Bellarosa) dan mukena yang dapat dibawa untuk travelling.

Saya cek satu demi satu untuk melihat model, ukuran dan detail bahan sekaligus harganya.





Pilihan saya jatuh pada mukena Dubai Premium. Mukena yang menggunakan bahan sutra prada dan brokat import ini dilengkapi juga dengan tasnya. Tinggal laporan nih sama sang penyandang dana untuk hadiah mukena yang saya inginkan. He he. Oh iya sedang banyak diskon lho di Elevenia. Jadi cocok deh untuk yang sedang mencari kebutuhan lebaran. Elevenia memudahkan kita bertransaksi dengan kwalitas barang yang terjamin.

Zakat360 Dompet Dhuafa Merubah Ekonomi Desa Sindangjaya Cipanas

Salah satu kewajiban umat muslim di bulan ramadhan selain berpuasa adalah membayar zakat. Karena kewajiban ini ada dalam rukun Islam.

Zakat adalah kewajiban untuk menyisihkan harta atau penghasilan yang kita miliki yang akan diberikan pada si penerima zakat sebelum datangnya hari raya Idul Fitri.

Seperti firman Allah "Dan dirikanlah shalat, tunaikan zakat dan ruku'lah beserta orang- orang yang ruku ( QS. Al Baqarah :43 )

Saya dan keluarga biasa membayarkan zakat di masjid terdekat rumah. Yaitu Masjid Annur yang hanya berjarak sekitar 100 meter dari kompleks rumah. Petugas masjid biasanya akan umumkan setelah lewat hari ke 15 kita menjalankan ibadah puasa. 

Banyak sekali tempat- tempat yang dapat dan akan menyalurkan zakat kita selain masjid. Salah satunya adalah melalui lembaga seperti Dompet Dhuafa. Dompet Dhuafa yang 5 Juli nanti genap berusia 24 tahun telah menghimpun dana masyarakat untuk disalurkan pada orang yang tepat.

"Kita wajib mengetahui kemana zakat kita akan didistribusikan, bahwa harta benda yang kita zakatkan akan sampai pada orang yang tepat atau kita inginkan "Kata mas Dian dari Dompet Dhuafa.
Biasanya setiap orang ada keinginan dihatinya untuk zakat yang dikeluarkannya untuk siapa? Nah tugas Dompet Dhuafa menyampaikannya" tambah mas Dian Mulya dalam perjalanan menuju Cipanas Jawa Barat.

Pagi ini Media dan Blogger melalui Gathering yang bertema"Sejuknya #Zakat360, hijaunya Ramadhan akan mengunjungi desa Sindangjaya yang ada di ketinggian 900- 1000 meter di atas permukaan laut yang masuk dalam kabupaten Cianjur.

Kenapa dinamakan #Zakat360? Kalau selama ini telinga kita sudah lumrah dengar "berubah 180 derajat" Nah disini Dompet Dhuafa ingin perubahan total yakni 360 derajat! Harapannya adalah perubahan total dari mustahik menjadi muzaki. Jadi zakat itu diartikan sebagai gaya hidup yang menyatu dalam budaya Indonesia. Dimana zakat menjadi kebiasaan wajib ditunaikan umat Islam dan mengubah kondisi kemiskinan menjadi keberdayaan.

Produksi desa Sindangjaya


4 mobil dengan kapasitas 6- 8 orang bergerak konvoi dari Pejaten Village yang menjadi meet point kami menembus Jakarta yang belum panas dan tol Ciawi yang tidak terlalu padat. Perjalanan pagi yang hangat yang sudah diawali dengan saling berkenalan antara teman- teman jurnalis dan blogger. So close!

Tujuan kami selain akan melihat langsung proses produksi pertanian dan ekosistem dikeluarga petani sayur mayur juga akan bertemu pak Maman Suherman petani yang awalnya  biasa saja menjadi luar biasa karena berhasil mengangkat derajat hidupnya dari jerat kemiskinan. Konon kabarnya sebelum pak Maman menerima manfaat dari #Zakat360 hidupnya tak lepas dari jeratan hutang dan mimpi- mimpinya tertutup belenggu kemiskinan seperti mimpi anak pertamanya dapat bersekolah.


Saya dan pak Maman 


Selepas zuhur mobil kami sampai di base camp DD. Ini adalah rumah yang disewa langsung DD dari warga setempat untuk dijadikan tempat meeting, berkumpul dan berkoordinasi dengan para perani yang ada di bawah paguyuban Sumber Jaya Tani di bawah pimpinan pak Maman Suherman.

DD memberikan bimbingan melalui tenaga- tenaga ahli dan terdidik kepada para petani dalam bentuk modal alat pertanian hingga bibit tanaman bukan dalam bentuk uang, Dalam perjalanannya selama satu setengah tahun paguyuban Sumber Jaya Tani telah mendapatkan program pemberdayaan Ekonomi Umat DD sebesar 2,2 Milyar selama 2 tahun. Yang kemudian akan dievaluasi per tiga bulan kemudian enam sampai pada akhirnya mereka dapat mengelola sendiri.

Menurut pak Benny selaku Manager Pemberdayaan Ekonomi  DD dalam sambutannya " Acara hari ini di adakan untuk menyebarluaskan informasi pada masyarakat bahwa DD selama ini konsisten membuka belenggu kemiskinan lewat program Green Horti. Penerima manfaat dari zakat DD melalui proses seleksi. Sampai akhirnya dipilih 29 orang yang terbentuk dalam paguyuban" tambah pak Benny sebelum mengajak kami berkeliling lahan pertanian.

Blogger & Media Gathering #Zakat360


Jarak antara basecamp dengan lahan pertanian hanya sekitar 500 meter dengan jalan yang menanjak, jadi lumayan juga buat kami apalagi untuk yang nggak biasa olah raga dan ditambah sebagian peserta gathering sedang berpuasa. Tetapi itulah karena awalnya sudah niat baik untuk ikut datang maka semua bersinergi, Tidak ada nampak kelelahan di wajah kami yang ada adalah kecerian selama berjalan menapaki satu demi satu ladang sayur mayor yang luas.


Tanaman sayuran yang pertama kami temui adalah kale yang berjajar rapi membentuk barisan dengan diselingi tanaman tomat ceri pada tiang- tiang besi penyangganya. Kabarnya sayuran ini enak dijuice dengan campuran nanas untuk obat asam urat. Oh iya dari 29 petani di basah paguyuban Tani ini dibagi menjadi 3 kelompok yang masing- masing mengelola lahan 2,000m2 tanah, dimana 500 m2 untuk tanaman sayuran organic dan 1.500 m2 untuk sayuran konvensional. Bisa dibayangkan ya teman- teman sejauh mata kami memandang yang ada adalah hamparan hijau yang luas, segar!

Menjelajah pertanian seluas 6 ha


Jenis tanaman sayuran yang ditanam ada Kale, Tomat Ceri, Labu Siam, Kacang Merah, Cabe hijau, Brokoli, Timun Jepang, Baby kalian, Bit, Selada, Kembang kol, Daun Bawang, Wortel, Lobak, dan Bayam.

Ditemani kang Asep yang sudah hampir 3 tahun mendampingi para petani, rombongan mulai heboh saat sampai dilahan yang ditanami labu siam. Bayangkan beratus- ratus labu siam bergelantungan diatas kepala kami dari yang muda sampai yang sengaja didiamkan menjadi tua dan mengeras untuk dijadikan bibit.

Bibit wortel

Butternut pumkin, kembang kol, labu & tomat ceri

Kami juga bertemu pak Jajat beliau termasuk salah satu pengurus paguyuban. "Berbagai macam tanaman yang ada disini dibagi berdasarkan jenis tanaman, dan lebar daun fungsinya agar tidak saling menganggu pertumbuhan dan akan menghasilkan tanaman sayuran yang optimal. Para petani juga tidak harus membeli bibit dari produk industry karena harganya yang mahal. Makanya  lahan pertanian juga menanam tanaman untuk pembibitan seperti wortel, tomat dan labu. Bahkan Petani juga memanfaatkan hama pertanian. Sedangkan pupuk yang digunakan adalah pupuk kandang.



Menjaga dari hama


Yang menarik perhatian kami adalah rumah kaca atau istilah kerennya adalah pertanian dengan sistem hydroponic. Yang tidak membutuhkan panas matahari langsung tetapi suhu ruangan yang tetap. Sekaligus bebas hama. Rumah kaca ini dapat dipindah- pindah tempatnya. Harganya cukup mahal. Yaitu 40.000.000 tetapi memiliki tingkat keawetan lebih lama. Dibanding bangunan tradisional.

Sudut rumah kaca


Kami juga mengunjungi saung tempat sayur mayur di packing. Mulai dari dicuci, diangin- anginkan sampai dikemas. Dengan kemasan yang menarik sayur mayur hasil desa Sindang Jaya ini berhasil bersaing dengan produk- produk yang ada sebelumnya.
Saung

Saya melihat ada binar bahagia dan bangga dari pak Maman. Betapa tidak dari kehidupannya yang sulit secara ekonomi saat ini dapat tersenyum bahagia karena berkat ketekunannya beliau berhasil merubah kehidupannya. Bahkan memiliki tabungan yang jumlahnya lumayan. Tidak salah kalau dompet dhuafa melalui zakat 360 mempercayainya sebagai salah satu  penerima manfaat.