Menulis Itu Soal Rasa, Temukan Rasamu Dan Jagalah

Kamis 15 Feb 2018 Jakarta sedang hujan deras. Tapi saya tetap melangkahkan kaki untuk datang ke acara "Menulis Dengan Cinta" bersama Dini Fitria yang diselenggarakan komunitas ISB (Indonesian Sosial Blogpreneur)

Bukan apa-apa. Yang membuat saya ingin datang karena pemateri adalah Dini Fitria. Jurnalis senior, Penulis Novel Trilogi Cinta dan mantan Presenter acara Jazirah Islam di Trans TV.
Saya ingin tahu lebih dalam tentang sosok yang katanya dia pernah diundang negara-negara yang islam menjadi minoritas.

Dan ketika saya sudah duduk di ruangan dan duduk di barisan paling depan akhirnya saya bisa melihat sosoknya. Berkali-kali ia melintas di depan saya sambil mempersiapan diri untuk diwawancarai salah satu stasiun televisi.

Pixa.com


Kadang begitu ekpresif saya melihatnya ketika dia menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan sepak terjangnya sebagai reporter yang di kirim ke negara-negara yang minoritas muslim. Dan sesekali menghela nafas panjang dengan wajah berkaca-kaca, ketika menceritakan dirinya pernah divonis dokter mengidap kanker yang nggak bakalan dapat mempunyai keturunan. Ini adalah pukulan terberat bagi dirinya. 

Penampilannya saat itu berkesan maskulin mengenakan outer panjang semata kaki berwarna hijau tosca yang dipadu kaos, celana straigh berwarna hitam dan sepatu sneakers.

Ia juga sempat berganti outer sebelum menyapa semua yang hadir. Yang membuat penampilannya jadi makin segar dan cerah. Yaitu paduan warna kuning kunyit untuk outer, ditambah jilbab dan celana bomber yang senada. So eye catching!

Dini Fitria on camera [Foto: Dok Pri]



Ketika tiba gilirannya ia membagikan pengalamannya tentang hal menulis. Satu kalimat yang saya tangkap dan saya resapi adalah : Menulis itu soal rasa, temukan rasamu dan jagalah.

Indah ya kalimatnya?

Kata mbak Dini Fitria kata-kata ini ditemukan setelah bertemu seseorang dalam perjalanan dengan pesawat. Bahwa apa yang kita lihat, dengar dan rasakan, tuangkan dalam tulisan yang kita buat, agar pembaca tahu dan dapat ikut terbang bermajinasi dengan apa yang sedang terjadi pada saat itu.

"Menulislah dengan hati dan jiwa. Karena tanpa jiwa tulisan itu nggak punya rasa. Pun hanya mau menulis tentang bedak. Buat orang berimajinasi dengan tulisan kita"
Acara yang bertempat di JSC Hive Coworking Space jalan Prof.DR.Satrio Karet Kuningan Jakarta Selatan ini juga menghadirkan Zoya, Shafira sebagai sponsor dan C2live .C2live adalah Community Organization yang mengapresiasi banget kehadiran teman-teman Blogger sekaligus menginformasikan bahwa disamping membuat konten-konten sendiri yang informatif  dan edukatif , C2live juga memberi ruang bagi komunitas untuk mempublish blog-blog yang ada dengan tetap mencantumkan nama & backling yang tercantum ke artikel aslinya. C2live hadir bertujuan untuk mendukung blog-blog Indonesia.

Rico dari C2live [Foto:Dok Pri]

Selly dari Shafira [Foto:Dok Pri]



Sama halnya dengan Shafira. Yang di kenal sebagai pelopor busana muslim di Indonesia. Selalu mengangkat tradisi budaya setempat yang ada di Indonesia. Disamping Shafira selalu mengikuti trend yang ada. Nama Shafira sendiri terinspirasi dari shaff dalam sholat dan batu Safir. Dalam event-event dunia Shafira selalu berkolaborasi dengan kristal Swarovski. Makanya selalu menghasilkan rancangan yang mempesona. Oh iya di Shafira kita bisa lho bikin initial Scraf secara personal. Seru ya?

Seru banget pokoknya acara hari ini. Apalagi ada lomba live tweet dan IG competition. Dimana saya jadi salah satu pemenangnya wah jadi makin pingky-pingky ini pipi hahaha. Saya dapat hadiah parfum dengan aroma dan kemasan yang lembut dari Zoya.

Hadiah menang IG [Foto: Dok Pri]



Zoya adalah brand hijab pertama. Yang beberapa produknya populer seperti bergo, kerudung, baju muslim, rok panjang dang selendang.  Cek disini produk lainnya ya www.zoyacosmetics.com

Oh iya makan siangnya juga seru lho teman-teman. Ayam betutu dan plecing kangkung dari Kulina. Maksi (makan siang) online yang gratis ongkir dan baru ada di Jakarta. Enak dan terjangkau harganya.



Tips Menulis dari Dini Fitria :

"Menulis itu beda idealismenya antara blogger dan media mainstrem. Tambahkan fiksi dalam tulisan kita. Features story adalah fakta di lapangan yang tidak harus selalu 5W+1H. Karena ini masalah long live. Menulis adalah rasa. Sosmed sekarang belum tentu membutuhkan caption tetapi adalah taste dalam foto atau penulisan. Mereview produk boleh saja tetapi jangan lupa esensi dalam mendekati sebuah subyek. Misal tentang produk anak, maka sentuhlah ibu. Gambarkan dengan bertutur tetapi gamblang. Jangan jadi penulis yang tidak biasa-biasa saja jadikan tantangan siapa diri kita. Features all emotion. Apa yang akan kita kasih ke pembaca. Apakah cinta penuh perjuangan?Misal,atau  bersyukur tidak mendapat cintanya?

Apapun yang akan kita berikan ke pembaca sah-sah aja. Kayak gempa atau peristiwa Tsunami Aceh. Cerita akan jadi menarik ketika kita bisa ikutan apa yang kita rasakan. Dan pembaca ikut larut dalam tulisan kita. Berceritalah dalam menulis. Bawa orang terbang dan berimajinasi. Jangan pernah berfikir tulisan kita untuk kita. Tetapi apa yang ada di kita, kita bagi untuk orang lain. Jadi feedback real adalah mereka. Kita harus tahu siapa kita. Untuk menemukan cara pandang kita dalam memandang apapun. Coba sentuh dengan sesuatu yang menyentuh dulu. 

"Jiwa manusia itu butuh cinta. Maka sentuhlah itu"


Kapan lagi selfi bersama novelis trilogi cinta



Jangan kebanyakan basa-basi dan berbunga-bunga dan berlama-lama. Bermain kalimatlah pada body contac. Kita juga harus memiliki daya endus yang tajam. Jam terbang memang mempengaruhi seseorang, tetapi dengan belajar dan mengali terus informasi maka kita akan bertemu dengan ciri khas tulisan kita. Ingin diceritakan seperti apa diri kita.

Jangan jadikan diri kita subyek saja, tetapi juga obyek. Kita tidak boleh egois pun nggak suka dengan apa yang kita tulis.

Daripada curhat nggak karuan dimedsos mending ditulis.

Content is the King. Kitalah Kingnya.

Semoga tips yang saya dapat dalam pertemuan ini menjadikan teman-teman penulis yang handal dan rapi jangan kayak saya masih belepotan, kayak becek yang dihasilkan hujan sore itu.


Ciganjur
20 Februari 2018












28 comments :

  1. Ih, saya gak kesampean wefie bareng Dini hiksss 😊😜✌

    ReplyDelete
    Replies
    1. ih kamu mah sama mba itu terus. Eaaaa hahaha

      Delete
  2. Waaah... salut nih sama Mba Gita, makin jago nulisnya. Pake rasa lagi. Rasa apa mba? Rasa sayang, rasa cinta, dan rasanya pengen nampol... Hahahah becanda Mba. Mestilah ya nulis itu pake rasa kalo ga hambar deh. Kayak sayur tanpa garam, malam tanpa bintang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha kan belajar dari kamu juga kakak. Iya ya apapun kalau nggak ada rasa ya hambar ya

      Delete
  3. Tulisan yang punya rasa akan membuat pembaca tergugah melakukan sesuatu tentunya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul ya mba. Saya belajar juga ini ikutin aja tipsnya. Pun masih acak kadul hehe

      Delete
  4. Belajar itu emang ga bisa berhenti ya mbak. Apalagi untuk menulis blog. Supaya Yang baca juga betah dan gak bosen.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Sar...saya belajar terus ini. Secara blog masih cak adul

      Delete
  5. lengkappp ilmunya, makasih udah berbagi mba Git, seneng bgt deh, soalnya waktu itu pengen ikut tapi gak bisa, huhuhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha iya ya kak Zat. Kalau kita suka sama materi worshopnya terus hari nggak cocok itu. Kayak nulis lama endingnya. Eh 😄

      Delete
  6. Bu Gita tulisannya enak banget dibaca, mana ngasih ilmu pula.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih banyak Wid. Saya masih belajar juga ini. Coba praktekan satu2 dari tiap yang sudah expert di bidangnya. Seperti mba dini ini.

      Delete
  7. menulis dengan rasa membuat tulisan tak lagi hampa. *eaaa jadi bikin quote setelah ikutan workshop bareng Mbak Dini. Selamat ya Mbak, dapat parfum Zoya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya terima kasih Len. Memang benar adanya ya kalau direnungin. Ada rasa dalam tulisan itu orang juga merasakan.

      Delete
  8. jadi tau gimana cara nulis biar tulisan punya rasa.. manteplah

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya...kalau udah ketemu ini selanjutnya tidak jaga ya. Apapun rasa itu pembaca nandain ya tulisan kita

      Delete
  9. Selama ini nulis rasanya monoton, ikut acara ini serasa ada pencerahan

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya hahaha apa lagi kalau ada pesan sponsor ya . Tapi tetap kan, kata mba Dini selalu ada cara. Menjaga rasa melalui pesan.

      Delete
  10. We are the real king yah Mbak Gita. Keren artikelnya..

    ReplyDelete
  11. tulisannya penuh cinta semoga jadi ilmu yang bermanfaat untuk semua

    ReplyDelete
  12. Ilmu dari mba Dini ngena banget ya mba Gita buat lebih harus banyak belajar dan lebih baik lagi untuk menulis ngeblog

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya Alhamdulillah ilmu pencerahan yang mudah di cerna. Mari kita praktekan.

      Delete
  13. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  14. Semoga kita punya daya endus yg kuat untuk membuat tulisan yg enak dibaca.
    Thanks buat percakapan kita disana ya mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya Han....
      sama2 ya silahturahmi itu memang rejeki ya. Selain sehat dapat rejeki hahaha

      Delete
  15. Gak kukuw aku lihat lesung pipi Mbak Dini qiqiqi.

    ReplyDelete
  16. Hahahaha mbak gita aku pun juga lebih belepotan lagiii tulisannya...banyak bgt pelajaran yg bs diambil dr workshop kemarin yaaah mudah2an aku bisa menemukan rasa dan menulis dengan cinta 😁😁

    ReplyDelete