Freelancer dan Tips Jitu Menata Keuangan dalam Sikon Pandemi


Nasehat untuk hidup hemat, rajin menabung, jangan besar pasak daripada tiang bisa jadi sudah kita dengar sejak kecil. Semua bermuara pada satu hal yaitu harus cerdas dan cermat dalam menggunakan uang. Terdengar klise ya nasehat tadi. Terkesan tidak ada dampaknya apabila kita abaikan. Tapi kesan tersebut biasanya akan berubah seiring dengan terjadinya perubahan dalam hidup seseorang misalnya saat mulai memasuki kehidupan berkeluarga atau memiliki tanggungan dalam hidupnya.




Mengatur atau menata keuangan adalah kebutuhan. Siapapun dan apapun profesi atau pekerjaan yang ditekuni memerlukan pengaturan keuangan. Tujuannya yaitu agar kita bisa memenuhi kebutuhan dan keinginan yang ada. Kebutuhan dan keinginan inilah yang masih banyak orang tidak bisa membedakan. Padahal dua kata tadi sangat berbeda. 

Kebutuhan diartikan sebagai segala sesuatu yang dibutuhkan oleh manusia dan apabila tidak bisa dipenuhi maka hidupnya akan terancam. Masuk dalam kategori kebutuhan di sini adalah makan minum. Sedangkan keinginan adalah sesuatu yang kita inginkan. Apabila keinginan ini tidak terpenuhi, tidak akan mengancam hidup seseorang.

Sebagai seorang freelancer yang penghasilannya tidak rutin diterima baik dari periode waktu maupun besaran, mengatur keuangan menjadi suatu keharusan. Berbagai tips tentang pola mengatur keuangan atau financial planning dapat dengan mudah kita dapatkan. Tetapi mengapa seringkali kita tetap merasa serba kekurangan, tidak bisa membeli barang yang kita inginkan atau lebih ektrem lagi terkadang harus berhutang untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup?



Dalam IG Live @HomeCreditID mengadakan Fun Talk yang mengangkat topik Dompet Aman Keluarga nyaman bersama mas Dipa Andika seorang Financial Planner. Beliau mengatakan "Kuncinya adalah kedisplinan diri. Hal pertama yang perlu dilakukan adalah membuat catatan yang berisi kebutuhan dasar beserta jumlah, budget yang diperlukan serta repurchase poin. Repurchase di sini maksudnya kapan kita perlu membeli kembali kebutuhan tersebut. Misal untuk beras sebanyak 5 kg akan habis dalam waktu 10 hari, artinya kita perlu membeli setiap 10 hari sekali atau 15 kg untuk sebulan. Repurchase ini diperlukan apabila penghasilan kita tidak menentu alias tidak menerima penghasilan tetap setiap bulannya."

Kebiasaan kebanyakan orang, setelah menerima penghasilan akan langsung membeli berbagai kebutuhan dan keinginan. Hal ini salah karena seharusnya saat kita menerima penghasilan, hal pertama yang harus dilakukan adalah menyisihkan sebagian dana sebagai cadangan atau dana darurat. Dana darurat bukan diambil dari sisa penghasilan yang ada. Seringkali banyaknya kebutuhan menjadi alasan seseorang tidak mempunyai dana darurat tadi. Jadi di sini sangat diperlukan disiplin diri untuk langsung menyisihkan sebagian penghasilan yang kita terima.

"Introspeksi keuangan juga jadi salah satu tips mengatur keuangan terutama di tengah sikon pandemi seperti sekarang ini. Kita bisa menjadikan pengalaman sebelumnya sebagai acuan untuk mengatur keuangan di masa depan. Tambah mas Dipa. Merencanakan investasi untuk masa depan bukanlah suatu khayalan tetapi memerlukan real action dan harus dimulai sesegera mungkin. 

"Tips lain yang sering dibahas dalam mengatur keuangan adalah masalah hutang. Kondisi ini seringkali menjadi bumerang. Untuk memenuhi kebutuhan dasar, hutang sebaiknya dihindarkan. Berhutang sah-sah saja dilakukan namun memerlukan pertimbangan cara dan waktu pengembalian yang cermat di samping menimbang-nimbang  juga apakah barang yang akan dibeli benar-benar dibutuhkan atau hanya sekedar memuaskan hasrat keinginan saja."Tutup mas Dipa di akhir fun talk . 

Nah dari berbagai tips mengatur keuangan di atas, hal yang perlu digarisbawahi adalah lakukan sekarang juga. Jangan ditunda karena kita tidak pernah tahu kejadian hari esok. Happy saving