Bahagia itu Kita yang Ciptakan (Create your own happines)


Bahagia... Sebuah kata yang sederhana tapi memiliki arti dan dampak yang sangat besar. Setuju? Kapan kah kita merasa bahagia? Apakah saat kita dapat promosi jabatan? Saat apa yang kita inginkan terwujud? Sangat banyak definisi bahagia dan pastinya berbeda tiap orang. 

dok JNE


"Kalau kita merasa senang dan hanya melibatkan diri sendiri, itu namanya kesenangan" ungkap Kang Maman sebagai penulis buku Bahagia Bersama. Kalau kesenangan itu kita bagi dengan orang lain, itu baru yang disebut kebahagiaan.

Kalau untuk saya pribadi, bahagia itu sederhana saja sih. Saat apa yang saya ucapkan atau lakukan memberikan dampak positif buat orang lain, itulah definisi bahagia bagi saya. Contoh simple saat menyiapkan sarapan nasi goreng untuk anak dan my son  kasih komen kalau itu adalah nasi goreng paling enak, di saat itulah bahagia saya rasakan😘😘  

Jadi buat saya, bahagia itu lebih ke berbagi dengan orang lain, melibatkan orang lain.

Seringkali kita dengar ungkapan "ikutan senang dan bahagia deh liat si A bla bla bla..." Ungkapan itu secara langsung mengandung makna bahwa bahagia itu bisa ditularkan tanpa sadar, bahwa bahagia itu dapat dibagi, bahwa bahagia adalah spontan, tanpa rekayasa, tapi bahagia juga bisa diciptakan.

Berbagi dengan sesama dalam sikon seperti saat ini adalah contoh nyata bahwa bahagia itu bisa dibagi. Sebungkus nasi yang kita berikan ke pengemis jalanan akan memberikan kebahagiaan baik yang dirasakan pemberi maupun penerima.

Di saat awal pandemi melanda di

mana semua aktivitas keluar rumah sangat terbatas dan dibatasi, berbagi untuk menciptakan kebahagiaan tetap dapat kita lakukan. Mengirimkan makanan  atau berkirim hadiah kepada saudara, keluarga jauh ataupun teman tetap bisa. Saya jadi ingat dengan jargonnya JNE, Connecting Happines. Terasa sekali maknanya bahwa kebahagiaan itu bisa dihubungkan.

Dalam deklarasi  Hari bahagia bersama yang menghadirkan Kang Maman Suherman penulis dan pengiat literasi, pak Ferry dari JNE  mengatakan bahwa bisa menghubungkan antara pengirim dan penerima itu bahagia.

Deklarasi hari bahagia bersama berlangsung dalam Webinar pada tgl 7 September 2021. Pertemuan online yang bikin mengharu biru,  bagaimana ketika mba Melani Soebono melalui Rumah Harapan yang dibangunnya bercerita bahwa melalui sebungkus mie instan aja udah bisa membahagiakan sebuah keluar. Hal sepele yang kadang kita lupa ya.

Begitupun ketika desainer Ivan Gunawan berkisah bahwa ucapan terima kasih yang terdengar biasa tetapi ketika diucapkan dengan ketulusan hati, saya bahagia sekali. Karena orang mau ajak berfoto dengan saya itu merupakan bentuk apresiasi pada saya. Maka ucapan terima kasih selalu saya berikan.

Kartunis Mice juga bahagia ketika dihubungi JNE untuk membuat cover buku yang ditulis oleh Kang Maman. " Biasanya setiap dapat pesanan gambar dari instansi. Pasti konten harus maunya yang di atas (bos) nah dalam proses pembuatan buku ini awalnya bahagia akhirnya bahagia. Saya dapat hikmah yang baik dalam kolaborasi ini. 

Bang Andy F Noya yang hadir  sedang dalam perjalanan ke daerah  menambahkan Jangan ada alasan untuk berbuat baik. Kalau berbagi bisa membahagiakan ya lakukan. Dan selagi muda teruslah berbagi. 



So, bahagia sejatinya adalah yang paling diinginkan semua orang.  Jadi siapapun kita dan apapun keadaan kita, tidak ada yang bisa menghalangi untuk kita menciptakan kebahagian. Mari sebarkan semangat selalu bahagia untuk diri sendiri, keluarga, saudara, teman dan orang lain. 



FYI gaes, buku “Bahagia Bersama” dapat dibeli secara offline di toko buku Gramedia dan juga secara online melalui website gramedia.com serta toko resmi JNE di Tokopedia dan Shopee