Kalau Punya Makanan Lebih, Jangan di Buang Hubungi FOI


Bapak Pendidikan Nasional Indonesia, Ki Hajar Dewantara pernah menjabarkan bahwa pendidikan merupakan tuntutan hidup dalam kehidupan anak-anak. Artinya adalah menuntun semua kodrat pada kekuatan anak-anak tersebut sehingga anak-anak dapat mencapai kebahagiaan dan keselamatan setinggi-tingginya.


Sayangnya dari observasi yang dilakukan oleh Foodbank of Indonesia (FOI) anak-anak diberbagai daerah di Indonesia sering pergi sekolah dalam kondisi lapar. Angka kelaparan di sekolah tingkat PAUD di wilayah Jakarta dan Banten mencapai 40-50%.




Padahal perut yang lapar dapat mengakibatkan menurunnya konsentrasi siswa saat belajar, sulit menerima pelajaran dengan baik, dan menimbulkan rasa malas, lemas, lesu, lebih emosional, gelisah, dan anemia. Hal ini tentu dapat menganggu proses belajar mengajar di sekolah.

Nah untuk itulah bertepatan dengan hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2019, FOI dan Y Waste Indonesia menandatangani kesepakatan kerja bersama (MOU) untuk membantu menyediakan makanan untuk anak sekolah. 


Penandatanganan MOU [dokpri]


Kerjasama ini bertujuan untuk mengalang makanan dari hotel, restoran dan kafe melalui teknologi berbasisi aplikasi yang akan segera diluncurkan tahun ini. Aplikasi ini akan menjadi aplikasi donor makanan yang pertama di Indonesia dan diharapkan dapat menjadi solusi mengatasi persoalan kelaparan di sekolah.

Bertempat di El Asador Kemang Point Building Ground Floor hadir dalam soft launching penandatangan MOU Mr Ian Price, founder Y Waste Australia, Pendiri Foodbank of Indonesia bapak M Hendro Utomo dan bu ESti Puji Lestari, President Director Y Waste Indonesia.

Mr Ian Price [dokpri]



Mr Ian Price mengatakan"Selama ini pendistribusian makanan, donasi makanan sudah sangat baik. Sudah sangat menghargai keberadaannya, tetapi kami berharap Y waste ini dapat membawa pendistribusiaannya lebih jauh lebih efektif menjangkau tempat yang perlu dijangkau.

Salah satu target kita adalah restoran-restoran, yang setiap hari mempersiapkan makanan dan kadang-kadang berlebih ada sisa. Ini adalah ide awalnya. Dan memang Food bank sudah memdapatkan sumbangan makanan yang besar, tetapi ini yang kecil-kecil yang setiap hari akan kita kirim yang mempunyai rentang waktu dari disiapkan hingga pendistribusian. Dari segar ke basinya.

Ini adalah yang kita targetkan sampai ke penerimanya. Setiap hari ada makanannya dan setiap hari dapat diantar kepada yang membutuhkan. 40% ternyata stok makanan di hotel atau restoran-restoran itu selalu sisa. Walaupun ada yang bilang nggak kok laku terus. Dan hanya 8-10% makanan sisa itu bisa terambil oleh badan-badan sosial yang mendistribusikan makanan.

M Hendro Utomo [dokpri]



Pendiri Foodbank of Indonesia, M Hendro Utomo mengatakan, upaya untuk meraih keadilan pangan bagi pihak-pihak yang membutuhkan, terutama anak-anak memerlukan kerjasama berbagai pihak. Baik dari pemerintah, lembaga masyarakat, dunia usaha, media, dan akademisi. FOI menyambut baik kerjasama berbasis teknologi aplikasi yang memungkinkan semua pihak dapat berperan mengatasi persoalan akses dan keadilan pangan.

Selain dapat lebih cepat mendapatkan donor makanan, menurut Esti Puji Lestari, President Director Y Waste Indonesia aplikasi ini memudahkan pendataan makanan yang akan disumbangkan, mendata jadwal pengambilan donasi makanan, dan mempermudah FOI untuk menyalurkan makanan tersebut ke berbagai titik operasi.

Esti Puji Lestari [dokpri]


Aplikasi ini telah berjalan dengan baik di Australia dan berharap dapat menjadi aplikasi solusi di Indonesia. Untuk tahap awal sebelum aplikasi ini dilaunching sudah ada 3 restoran yang konfirmasi bergabung dalam gerakan ini. Salah satunya adalah EL Asador. Akan menyediakan porsi makanan untuk satu minggu. Kemudian ada restoran yang sekaligus juga jual ayam, daging , salmon dan akan mendonasikan juga makanan siap sajinya. 

Syukur syukur kedepan rantai makanan ini dapat mengait yang besar-besar ya agar nggak ada lagi cerita anak berangkat kesekolah belum sarapan.

So kita tunggu saja launching aplikasinya.


















40 comments :

  1. Makan berlebih mah memang nggak baik, mubazir kan. Memang lebih baik pikirkan dulu sebelum ambil lalu makan

    ReplyDelete
  2. Saya selalu sedih kalau lihat banyak makanan bersisa. Karena masih banyak masyarakat yang kurang mampu, demi sesuap nasi rela melakukan apapun. Semoga program ini berjalan lancar dan dapat dilakukan di daerah yang lain juga.

    ReplyDelete
  3. Jadi ingat kalau ada acara Blogger dan jamuan makan, ada banyak yang ngambil segala. Porsinya besar. Eh ternyata tidak habis. Udah ngabisin jatah orang, bikin makanan mubadzir saja...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha..nah nanti restoran akan mendistribusikan makanannya yang berlebih. Bukan sisa makanan ya kak

      Delete
  4. ini penting banget. Aku sering nemuin di acara bukber, ngambil makanan berlebihan lalu ngga dihabisin. Kesian banget kan makanannya. Kalau ada cara berdonasi begini bisa buat engingatkan juga nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bahwa masih ada anak anak yang berangkat sekolah dengan perut lapar.

      Delete
  5. Wah, keren nih aplikasinya. Dan pastinya akan sangat bermanfaat. Iya banget deh, suka sedih dengan makanan-makanan bersisa yang akhirnya membusuk. Padahal di luar sana banyak sekali sodara kita yang gak punya makanan. Semoga peluncuran aplikasinya bisa segera.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak, nanti aku tulis lagi di blog pas launching aplikasinya ya

      Delete
  6. Naaahh, akhirnya ada aplikasi yang keren pol-polan kayak gini.
    Bisa memahami gimana pola gaya hidup urban people. Thumbs up!
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha...kayak berkaca pada diri masing masing ya

      Delete
  7. Hmm,, menarik, dengan konsep yang lumayan jelas juga, semoga nanti launching aplikasinya lancar dan dapat antusiasme yang sesuai dengan ekspektasi yakk :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyes, karena diluar udah jalan semoga adopsi kita untuk kebaikkan berbagi ini juga berjalan lancar.

      Delete
  8. masya Allah program ginian kok menyentuh gitu
    baguslah ada program ini, jadi tidak ada istilah mubazir dan semuanya bahagia

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tepat. Ini menyasar pada tempat tempat dengan skala besar kalau buat makanan tetapi suka sisa.

      Delete
  9. Wah....programnya bagus banget. Seandainya di tempatku ini ada juga. Bagus yuh. Soalnya aku sering ada makanan sisa di rumah. Jadi kl gak dimakan kan sayang banget.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah nantipun nggak menutup kemungkinan pada misal ibu2 kumpul dan akan info kalau ada makanan yang dapat diambil .

      Delete
  10. Ya allah... Ini ingetin kita buat lebih aware kalau makan lebih baik secukupnya.. Dan masakpun secukupnya... Jadi ga membuang makanan...

    ReplyDelete
  11. Saya JD begini karena makanan sisa , sisa ank . Sayang kan capek2 d buat tidak habis , setuju bngt program ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha...kalau yang akan dikirim bukan makanan sisa bekas makan ya kak. Tapi makanan yang beelebih. Nanti volentir2 akan ambil dan distribusikan. Mana yang harus malam itu mana yang bisa buat paginya.

      Delete
  12. Wuiih, keren banget aplikasinya! Suka sama idenya. Makanya kalau makan kita dianjurkan untuk tidak mengambilnya secara berlebihan ya. Secukupnya aja karena di luar sana masih banyak orang yang kelaparan.

    ReplyDelete
  13. Ah pantesan kyk pernah denger, aku tau ini duluan emang ada di Australia pa nonton Master Chef hehe. Bagus ini bikin gak mubadzir ya mbak, kan sayang kalau makanan masih bis a dimakan dibuang2...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya udah jalan di sana. Nanti launchingnya bakal aku tulis lagi ya

      Delete
  14. Maksudnya diberi ke orang lain gitu ya? Aku pikir tadinya buat ditampung jadi kompos gitu soalnya dalam bayanganku makanan sisa ya sisa di piring yang sudah bercampur dengan lauk dsb.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan kak tepatnya kalau kamu masak berlebih, bagi. Kayak restoran2 kan nggak semua laku. Nah kelebihan ini yang akan ada orang ambil bisa roti2 dan lain sebagainya

      Delete
  15. Makanan berlebihan emang ga bagus jatuhnya mubazir dan aq baru tau ada program seperti ini jadi makanannya ga mubazir

    ReplyDelete
  16. Jadi enak sekali ya sudah ada FOI ini ada bank makanan yang bisa menampung sisa makanan dan disalurkan ke yang membutuhkan

    ReplyDelete
  17. wah semoga program ini dapat menyebar ke seluruh Indonesia yaaa. Bagus banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. Insya Allah karena menyangkut juga daya tahan makanan ketika sampai di penerima maka makanan yg lebih juga akan disortir dahulu

      Delete
  18. hebat programnya yah, jadi makanan gak mubadzir

    ReplyDelete
  19. aku selalu diajarin ibuku kalau mau kondangan atau pesta ojo ngisin ngisinin. jangan bikin malu. jadi sebelum ke pesta ibu malah nyuruh makan di rumah aja, di pesta ambil seperlunya. jangan kaya orang ga pernah makan katanya. lagian mubazir juga kan kalo dibuang

    ReplyDelete
  20. Ooo ini macam pembagian kue yg kita bahas di grup ya, Mba Gita. Yang enny bakery. Keren nih. Tapi ade masih blm kebayang proses di aplikasinya bagaimana? Berupa laporan kalau ada sisa makanan di toko kita, lalu nanti ada yg ambil? Gitu kah?

    ReplyDelete
  21. Keren iniii...
    Jadi ga mubazir lagi dan bisa sedekah ke yanh butuh.

    ReplyDelete
  22. Mba Gita, dukung banget program seperti ini. Bagus banget. Sayang ya memang kalau ada yabg makan dan nggak habis

    ReplyDelete
  23. Bagus banget programnya...
    Semoga ada ahli gizi nya juga yang bagian ngecek makanan, masih layak atau engga di konsumsi.

    ReplyDelete
  24. Masya Allah kereen banget ini programnya. Bener sih bukan soal banyaknya orang ga mampu, tapi banyaknya orang mampu yg berlebih yg ga tau harus kemana mendistribusikan. Jempol deh buat FOI dan Y Waste ini

    ReplyDelete
  25. , kenen ni, ada aplikasi yang dkembangkan sama dengan yang ada dikembangkan di Luar negeri. Jadi bisa lebih ramah lingkungan.

    ReplyDelete