Hati Hati Anak Anak Pun Bisa Menderita Diabetes


Dalam rangka memperingati hari diabetes sedunia yang jatuh pada tanggal 14 November 2019, Kementrian Kesehatan (Kemenkes) mengadakan seminar yang bertema "Lindungi keluarga dari diabetes".

[dokpri]

Acara yang bertempat di lantai 2 ruang Siwabessy gedung Prof Sujudi Kuningan Jakarta Selatan ini dihadiri oleh Blogger, tenaga-tenaga medis dan juga tamu undangan lainnya. Dengan narasumber yaitu :

1. dr. Michael  Triangto , Sp. KO - Kiat dan Teknik Peningkatan Aktivitas Fisik di Tingkat Individu dan Keluarga

2. Prof. dr. Jose RL Batubara, PhD, SpA (K) dari Divisi Endokrinologi Anak, FKUI - RSCM

3. Dr. Cut Putri Arianie selaku Direktur P2PTM Kemenkes RI

4. Suharyati, SKM, MKM, RD - PERSAGI


5. dr. Fatimah Eliana Taufik, Sp.PD, KEMD merupakan Dokter Penyakit Dalam Konsultan Endokrinologi - Perspective Promotive dan Preventive di tingkat individu dan keluarga dalam upaya mencegah diabetes


Kaki : Dr Cut, dr Jose, dr Fatimah [dokpri]

Indonesia saat ini ada dalam masa transisi yaitu penyakit tidak menularnya belum selesai tetapi penyakit menularnya meningkat. Penyakit tidak menular menempatkan posisi ke 3 penyebab kematian dengan porsi pembiayaan yang tinggi. Yaitu kanker, gagal ginjal dan stroke.Sedihnya lagi Indonesia dapat julukan "baby smoker countries"

Nah budaya dan perilaku punya peran besar nih gaes. Kalau dulu penyakit degeneratif identik dengan usia tua. Maka saat ini trend berubah karena yang kena adalah usia produktif bahkan anak bisa menderita diabetes.Kita mungkin banyak yang nggak kepikiran kalau anak-anak bisa terkena penyakit diabetes.Sebenarny anak dengan diabetes tidak berbeda dengan anak'anak lainnya. Hanya saja mereka harus disuntik insulin setiap hari.

[dok Kemenkes]

Anak2 yang terkena DM maka dia butuh insulin yang diberikan sebanyak 3-4x sehari. Pemberian insulin ini diberikan pada anak2 2x sebelum makan pagi dan malam.

Prof. dr. Jose RL Batubara, PhD, SpA (K) Divisi Endokrinologi Anak, FKUI - RSCM, Diabetes bukan melulu bicara faktor keturunan ya.

Indonesia menduduki peringkat ke 6 untuk penderita diabetes. dimana sepertiga penduduk Indonesia nggak sadar kalau dirinya menderita diabetes. Dana yang dikeluarkan untuk penyakit diabetes ini sekitar 199 triliun. Satu jumlah yang fantastis dan nggak main-main ya untuk PTM ini.

Salah satu penyebab terjadinya diabetes tipe 1 pada anak-anak adalah autoimun, Pada diabetes 1 tidak memproduksi insulin dan lebih dari 8 persen, maka tidak bisa menghasilkan energi. Jadi ini bukan hanya di karenakan faktor keturunan orangtua tetapi bisa terkena karena gaya hidup yang dijalani

Diabetes tipe 1 & 2 yang terjadi pada anak dan remaja. Tipe 1 ini biasanya diderita oleh anak-anak dan ada beberapa gejala yang dialami. Biasanya berat badan mudah turun, lemas, sering kencing, sering haus dan mudah lapar padahal makan banyak. Jika gejala-gejala ini terjadi segera bawa anak ke dokter.

Kemudian pertanyaannya adalah apa anak yang terkena DM bisa olahraga nggak?


"Anak-anak yang menderita DM tetap bisa berolahraga asalkan gula darahnya dibawah 200, dan selalu melakukan pengecekan tekanan darah sebelum dan sesudah berolahraga. Jadi benar-benar harus diperhatikannya.Olah raga bukan asal olah raga. "dr. Michael  Triangto , Sp. KO

Manfaat olahraga:
  1. Olahraga yang tepat akan meningkatkan kepekaan terhadap insulin
  2. Penggunaan insulin yang lebih efektif akan memperbaiki kadar glukosa darah
  3. Insulin yang optimal akan mengurangi penimbunan lemak
  4. Meningkatkan kemampuan jantung paru
  5. Menurunkan lingkar perut

Kepikiran nggak sih? Kalau anak-anak bisa terkena penyakit diabetes. Jadi memang penyakit Diabetes ini bukan hanya faktor keturunan saja, tapi bisa terkena karena gaya hidup yang dijalani.Jadi gula darah dipengaruhi oleh makanan yang dikomsumsi.

Lantas apa yang harus kita lakukan? Yaitu dengan melakukan upaya promotif dan preventif. Promotif/peningkatan adalah upaya untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatnnya. Jadi masyarakat harus mampu mengenal serta mewujudkan aspirasinya dan kebutuhannya juga mengubah atau mengatasi lingkungannya. Sedangkan preventif adalah satu kegiatan pencegahan terhadap suatu masalah/penyakit.

Langkah selanjutnya adalah dengan memberikan materi edukasi. Lalu perlu juga dilakukan prinsip edukasi. Penderita diabetes tidak bisa berdiri sendiri tapi dibutuhkan peranan keluarga untuk mengobati penyakitnya.

dr. Fatimah Eliana Taufik, Sp.PD, "Tingkat ekonomi dan pendidikan mempengaruhi pada pemahaman tentang diabetes"

Dan perlu adanya kontrak antara dokter dan pasien diabetes agar disiplin dalam menjalani pengobatannya.Dan ketika ingin melakukan pemeriksaan maka disarankan terlebih dahulu untuk melakukan puasa agar hasilnya optimal.

"Untuk menjaga hidup sehat kita harus memperhatikan konsumsi makanan yang sehat, olahraga, dan lingkungan juga mempengaruhi lho! Jadi makanan sehat itu harus aman, yang mengandung zat gizi dalam jumlah dan jenis yang sesuai dengan kebutuhan kita. Selain itu juga harus bebas dari kuman, cemaran fisik dan cemaran kimia."Suharyati, SKM, MKM, RD - PERSAGI

Lakukan pengecekan untuk mengetahui status gizi kita yaitu:
1. Timbang berat badan
2. Ukur tinggi badan

Berat badan normal = Tinggi badan (cm)- 100
Berat badan ideal = (Tinggi badan (cm)-100) x 90%

Sejatinya sumber zat tenaga itu berasal dari karbohidrat dan lemak. Untuk zat pembangun berasal dari protein.

Menjaga supaya gizi lita seimbang dengan cara ini :
Biasakan sarapan, biasakan minum air putih, biasakan baca label pada kemasan, cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, lakukan aktifitas fisik dan pertahankan berat badan.

Bagi penderita diabetes yang masih awal, bisa dikontrol dengan melakukan olahraga yang tepat, sebelum dibantu dengan obat.

"Diabetes tipe 1 & 2 beda lho. Kalau tipe 2 komplikasi mendahului daripada diabetes itu sendiri sementara tipe 1 adalah sebailknya. Tingginya tingkat pendidikan, dan ekonomi berkaitan dengan pemahaman tentang #CegahDiabetes, jadi sangat dibutuhkan peranan keluarga dari segala aspek pengobatan & pembiayaaan"dr. Fatimah Eliana Taufik, Sp.PD, KEMD merupakan Dokter Penyakit Dalam Konsultan Endokrinologi


Pola aktivitas fisik :
  1. Kurang gerak seperti nonton tv, bekerja di depan komputer, main game, tanpa melakukan aktivitas aktivitas fisik lebih dari 2 jam perhari.
  2. Kurang aktivitas fisik karena fasilitas yang memudahkan, misal lebih sering menggunakan kendaraan bermotor daripada jalan kaki, menggunakan lift daripada tangga.
  3. Kemajuan teknologi diberbagai bidang sehingga masyarakat tidak memerlukan kerja fisik yang berat.


Pola Makan :
  1. Makan tinggi lemak, gula dan garam
  2. Kurang makan sayur, buah
  3. Jadwal makan tidak teratur
  4. Tidak sarapan, sehingga menambah porsi makan siang atau malam
  5. Sering mengemil
  6. Pengolahan makanan menggunakan banyak minyak, santan kental dan banyak gula.

Jadi gaes catet ya kalau obesitas bukan lagi masalah faktor resiko ya tetapi sudah merupakan penyakit. Bahkan 3 dari 10 penderita PTM yang terdeteksi, selebihnya tidak mengetahui kalau diri mereka terkena PTM. Diantara 3 tersebut, hanya 1 orang yang berobat secara rutin.

Dr. Cut Putri Arianie selaku Direktur P2PTM Kemenkes RI
" Lantas, kebijakan apa saja yang dilakukan oleh Kemenkes untuk mengatasi hal ini?
"Semua bisa dicegah masalahnya hanya niat/nggak"

Attention please...Tanpa sadar kita ada disini ya? Kalau sudah kena PTM maka kita siap mengkonsumsi obat seumur hidup. So,  Status gizi dan gaya hidup yang sehat, imbasnya memang kemana mana deh. Are U Ready? 








16 comments :

  1. Nah, Saya bertanya2 sejak lama, memang terlihat koq di sekeliling saya banyak usia produktif yang sakitnya itu jaman dulu diidap sama orang² usia 60-an. Sedih ya.
    Semoga dengan acara semacam ini Makin banyak yang menyadari pentingnya pola hidup sehat

    ReplyDelete
  2. Ternyata anak-anak bisa terkena diabetes juga ya, harus hati-hati nih

    ReplyDelete
  3. Menjaga kesehatan sejak dini tentu sangat penting ya Mbk gita. Ngeri nih kalau anak kecil saja sudah bisa kena penyakit diabetes.

    Semoga kita selalu sehat-sehat ya Mbk Gita

    ReplyDelete
  4. kirain orang dewasa dan orang tua saja yang bisa terkena diabetes ternyata anak-anakpun bisa terkena ya mba Gita Siwi

    ReplyDelete
  5. Sepulang dari sini, aku jadi bawel banget sama asupan makanan anak2ku mbak. Akut resiko diabetes anak ini, sedih lihat anak penderitas diabetes harus suntik insulin seumur hidupnya :(

    ReplyDelete
  6. duh duh kasian kalau sampai terkena diabetes, temen suamiku usia produktif kena diabetes sampai buta lho dan enggak bisa liat sama sekali pas perjalanan dari kantor pulang ke rumah :(

    ReplyDelete
  7. Kalau anak kecil kena diabetes itu sedih lihatnya. Mudah2an kesadaran pola hidup sehat bisa meluas dan penyakit tidak menular bisa menurun penderita nya.

    ReplyDelete
  8. Perubahan pola hidup dan berkembangnya kuliner pengaruh banget yah kak. Jaman dulu tuh kalo mau beli makanan yah harus usaha dulu,sekarang tinggal satu jari dapet. Terus aktifitas anak2 makin berkurang,kalo jaman dulu mah anak2 tuh suka lari2an kalo sekarang banyak yang suka main video games. Duh,harus aware deh orang tuanya. Sebagai orangtua juga harus bisa mencontohkan yang baik juga ya kak. Oke,rubah deh pola hidup,minimal olahraganya juga ditambah. Makasih sudah diingatkan.

    ReplyDelete
  9. anak-anak yang memiliki penyakit diabetes berisiko tinggi terkena komplikasi apabila kadar gula darahnya tidak terkontrol dengan baik, Oleh sebab itu, penting bagi orangtua untuk membantu memantau gula darah anak agar selalu berada dalam batas yang normal.

    ReplyDelete
  10. Aktivita sfisik dan pola makan memang jadi PR di zaman sekarang. Banyak kenikmatan yang didapat bikin kita jadi mager. Bahkan anak-anak yang seharusnya masih lincah bergerak pun juga mulai ikut mager dan makannya juga semaunya

    ReplyDelete
  11. Iya aku juga pernah denger infonya, kalo anak2 juga bisa kena diabetes. Malah lebih bahaya menurutku, ketimbang org dewasa sih

    ReplyDelete
  12. jadi stigma penyakit diabetes itu bukan selalu soal penyakit keturunan ya kakak. ternyata penyakit diabet itu bisa menyerang siapa saja . nice artikel

    ReplyDelete
  13. Pola hidup jaman saat ini yang terbiasa online memang jadi bikin mager alias malas gerak yaa.
    dulu saya tergolon rajin olahraga, dan semakin kesini-sini semakin mager juga euy.. mesti cari cara buat tetap aktif bergerak.

    Demikian juga buat anak-anak yaa. kan kasihan kalau sejak kecil mereka sudah kena PTM dan harus mengkonsumsi obat setiap hari yaa. jadi bikin sedih ngebayanginnya euy..

    ReplyDelete
  14. Aku baru tahu kalau anak-anak juga bisa kena diabetes. Berarti memang asupan makanan itu harus dijaga sejak kecil ya
    Tadinya ku pikir anak-anak khan masih aktif bergerak, metabolismenya juga masih bagus jadi makan manis2 bebas aja

    Ternyata aku salah
    Baiklah kakak, makasi infonya yaaaaa

    ReplyDelete
  15. Waduh ngeliat rumus itu, ternyata aku harus nurunin berat badan 30 KILOGRAM hiks hikss

    ReplyDelete
  16. Aku pikir diabet itu penyakit orangtua aja, ternyata bisa ke anak-anak juga ya huhu

    ReplyDelete