Anakmu Bukan apa Maumu

Seorang anak ternyata sangat penting. Karena anak adalah anugerah, amanah dan titipan dari Allah SWT yang harus kita jaga, rawat dan besarkan dengan baik. Kehadiran anak dapat menciptakan suasana indah. Anak dapat menguatkan seorang ibu ketika menerima cobaan berat.Kehadiran anak membuat orang tua lebih bertanggung jawab. Adanya anak dapat menyempurnakan kehidupan dalam runah tangga.


Lantas,bagaimana kalau anak kita tidak sesempurna yang kita harapkan? Tidak memenuhi standarisasi kita sebagai orang tua? Bahkan penyandang disleksia?
Menyesal telah melahirkannya? Mau marah? Tidak mau merawatnya? Ingin meninggalkannya? Atau justru ingin selalu memeluknya tanpa lepas sedetikpun dari pandangan mata kita?
Disleksia berasal dari kata Yunani yaitu “dys” yang berarti kesulitan dan “leksia” yang berarti kata-kata.

Dengan kata lain, disleksia berarti kesulitan dalam mengolah kata-kata. Ketua Pelaksana Harian Asosiasi Disleksia Indonesia dr Kristiantini Dewi, Sp A, menjelaskan, disleksia merupakan kelainan dengan dasar kelainan neurobiologis dan ditandai dengan kesulitan dalam mengenali kata dengan tepat atau akurat dalam pengejaan dan dalam kemampuan mengode simbol.
Disleksia itu menurut penelitian sekitar 70 persen merupakan keturunan. Namun, sisanya 30 persen, berarti ada faktor lain di luar genetis yang hingga saat ini belum diketahui apa itu penyebabnya
Disleksia adalah kondisi genetik yang tidak dapat disembuhkan.
Adalah Wonderful Movement ( Sari Ayu,Visinema,Creative & Co,KPG ) melakukan satu gerakan perubahan yang berkesinambungan yang mengajak para perempuan Indonesia untuk membuat perubahan dalam hidupnya.Sekaligus diharapkan dapat menjadi satu gerakan pemberdayaan perempuan di Indonesia yang menginspirasi lahirnya sosok-sosok perempuan-perempuan yang berwawasan luas,mandiri,kuat dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
Gerakan ini dimulai dengan Pemutaran film Wonderful Life serentak di bioskop mulai tanggal 13 oktober 2016. Ide Film yang diangkat dari kisah seorang ibu Amalia Prabowo lewat novelnya dengan judul yang sama.Film ini diperankan oleh Atiqah Hasiholan.Sosok perempuan perfeksionis dan cerdas.Yang mati-matian melakukan berbagai cara untuk menyembuhkan anaknya pengidap disleksia dengan penuh cinta.
Film yang digerakan dari hati dan piΔ·iran yang baik ini banyak mengajarkan kita sebagai orang tua untuk menyadari bahwa setiap anak memiliki road map-nya masing-masing.Menerima kondisi anak dalam keadaan apapun dengan dengan kelebihan dan kepekaannya itu lebih baik.Dan sebagai orang tua bertugas untuk memfasilitasi bakat dan kelebihan anak,agar anak merasa lebih bahagia dan efektif mengembangkan potensi dirinya.Daripada sekedar fokus pada kekurangan mereka. 
Karena Anakmu Bukan Apa Maumu. 

Selamat Menonton!

Comments

  1. Pengen banget nonton ini, TFS Mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga sudah ya
      maafkan baru membalasnya karena perbaikan blog

      Delete
  2. Anakmu bukan maumu. Jleb bacanya..
    Waktu aku kecil dan banyak tuntutan dari orang tua, aku selalu bertekad dalam hati, kelak ketika aku jadi Ibu, aku nggak boleh kaya orang tuaku.

    Tapi kenyataan berkata lain. Tanpa aku sadari aku selalu menuntuk anakku untuk memenuhi target-target yang aku punya untuk mereka. Hiks...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya xixixi..
      anak jadi target dari hobby sampai cita2 ortu yg kadang nga kesampaian. waspadalah xixixi...

      Delete
  3. Replies
    1. Hai inong
      hatur nuhun ya
      thx sudah mampir

      Delete
  4. Kerennnnnnnnnnnnnnnn, anakmu bukan maumu

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama seperti yang komen kan? 😊

      Delete
  5. Inspiratif sekali ya, Mak.
    Nyatanya kisah ini benar adanya di dunia nyata :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Trimakasih ya.
      Kita belajar terus ya karena ilmi jadi orang tua sampai nanti sampai mati.😊

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Kanker Serviks Kenali Dan Jauhi Sejak Dini

Review ( Pure Line Hijab Fresh Healthy & Bright