Awak Mobil Tangki Pertamina Bekerja Dengan Hati

Memasuki kawasan Depo plumpang,selain merasakan matahari yang cukup terik siang itu mata kami langsung disuguhi pada pemandangan deretan mobil-mobil tangki yang berjajar dan keluar masuknya mobil tangki membawa BBM. Ini adalah undangan yang istimewa bersama teman-teman blogger. Kalau biasanya kami hanya melihat mobil ini melintas dijalan.


Hari ini kami punya kesempatan mengetahui secara detail bagaimana proses BBM ini sampai di tangan konsumen.
Seperti kata ibu Susilowati selaku Pjs Manager External Communication Pertamina Pusat Jakarta dalam sambutannya sebelum kami berangkat ke Plumpang."Silahkan nikmati perjalanan teman-teman nanti,temui para awak mobil tangki disana dan ceritakan apa yang didapat".


Seperti yang kita ketahui sebanyak 1200 truk tangki pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamina (Persero) Plumpang menggelar aksi mogok kerja, tepat di Jembatan III atau samping PT Pertamina Patra Niaga depot Plumpang, di Jalan Yos Sudarso, Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta Utara.


MerekaTergabung dalam Federasi Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia (FBTPI) dan Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI), para karyawan ini melakukan pengancaman dengan melangkakan persediaan BBM, yaitu dengan cara tidak mendistribusi bahan bakar ke Stasiun Pengisian Bahan Umum (SPBU) se-Jabodetabek.


Aksi mogok mereka menuntut agar PT Pertamina Patra segera mengangkat status kerja awak mobil tangki menjadi karyawan tetap sekaligus meminta pihak perusahaan memberikan bonus prestasi maupun uang lembur.
Dalam sambutannya kepada kami para blogger kemarin ibu susilowati menjelaskan"Mereka seharusnya paham bahwa ada prosedur yang cukup.panjang untuk menjadi karyawan Pertamina. Dengan pendidikan SI,mereka akan melalui sejumlah tes kompetisi yang harus dilakukan selama 8 bulan"

Pak Bahtra Insan TS selaku Manager Corporate Communication & CSR menambahkan "Bonus atau reward sudah diberikan sejak awal pada para awak mobil tangki yaitu perdasarkan performance mereka dilapangan yang meliputi kedispilinan kerja mereka.

Bahtra menyayangkan bahwa aksi demo ini juga diikuti oleh para awak mobil tangki yang notabene mempunyai track record baik selama ini. Pertamina Patra juga sudah memberikan klarifikasi yang yaitu :

1. PT Pertamina Patra Niaga (PPN) dengan Awak Mobil Tanki (AMT) tidak memiliki ikatan kerja secara langsung.  PPN menggunakan jasa perusahaan penyedia tenaga kerja AMT dengan sistem borongan dan masa kontrak kerja setiap dua tahun, sehingga dalam hubungan kerja AMT adalah sebagai karyawan perusahaan penyedia tenaga kerja dimana untuk Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Plumpang dikelola oleh PT Sapta Sarana Sejahtera.

2. Setiap pergantian jasa vendor, AMT diberikan hak-haknya yang meliputi Pesangon maupun Hak Normatif lainnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan, dan   Tenaga Kerja AMT tetap dipekerjakan kembali melalui perusahaan penyedia tenaga kerja yang baru.

3. Upah AMT dibayarkan dengan komposisi sesuai Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) setempat, ditambah Upah Performansi sebagai pengganti Upah Lembur yang dibayar berdasarkan kinerja AMT.  Penetapan Upah Performansi sebagai pengganti Upah Lembur tidak bertentangan dengan peraturan ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia.

4. Uang Tunjangan Migas sudah tidak diberlakukan lagi, mengacu kepada Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi  Nomor Per. 04/MEN/II/2009 tentang Pencabutan Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor Kep: KEP-27/MEN/II/2000 Tentang Program Santunan Pekerja Perusahaan Jasa Penunjang Pertambangan Minyak dan Gas Bumi,  saat ini telah diubah pemberlakuannya dalam bentuk Pesangon.

5. Pola hari kerja yang berlaku di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Plumpang adalah empat hari kerja dan dua hari off;  dengan pemberlakuan dua shift per hari, masing-masing 12 (dua belas) jam sesuai dengan ketentuan HSSE (Health, Safety, Security and Environment).

6. Terkait tenaga kerja AMT yang diputuskan hubungan kerjanya antara lain disebabkan alasan indisipliner dan telah dipenuhi seluruh hak-haknya oleh jasa vendor sesuai ketentuan yang berlaku.

7. SBTPI-FBTPI PT PPN atau Serikat Buruh Transportasi Perjuangan Indonesia – Federasi Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia PT Pertamina Patra Niaga bukan lembaga resmi di bawah PT Pertamina Patra Niaga sehingga seluruh kegiatannya di luar tanggung jawab PT Pertamina Patra Niaga.

Sebagai antisipasi terhadap  ancaman mogok kerja AMT di TBBM Plumpang, Manajemen PPN melakukan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Menyiapkan AMT cadangan sebagaimana prosedur dalam penanganan AMT, termasuk menggunakan tenaga bantuan dari TNI Divisi Perbekalan & Angkutan.

2. Melakukan koordinasi dengan aparat Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) untuk pengamanan atas kemungkinan terjadinya tindakan anarkis oleh pengunjuk rasa.

3. Antisipasi alih supply dan meningkatkan pasokan BBM ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) sejak H-7 sampai dengan H+7.

4. Membentuk Tim Satuan Tugas (SATGAS) untuk melakukan pengawasan dan koordinasi terpadu untuk mencegah hal-hal yang merugikan, serta berupaya menjamin kelancaran distribusi BBM ke seluruh SPBU selama masa ancaman mogok kerja AMT.

Pak Eka Komara yang mengepalai depo Plumpang menanbahkan "Seorang awak mobil tangki yang rajin bisa mengantongi pendapatan 4-5 juta per bulan. Dan bagi awak yang mempunyai performance bagus bahkan bisa mendapat kisaran pendapatan 5-7 juta per bulan."

"Ada juga voucher yang dibagikan per 3 bulan ini untuk awak yang mempunyai kinerja baik,yang nilai vouchernya 1,5juta. Pertamina Patra juga memberikan bantuan buat anak-anaknya para awak yang berprestasi di sekolah,dengan nilai nominal masing-masing jenjang pendidikan berbeda. Semua disampaikan secara transparan. "

Akhirnya setelah mendengarkan penjelasan dari pak Eka kami berkesempatan memasuki kawasan Terminal Plumpang. Dengan terlebih dahulu mengenakan rompi dan helm yang sesuai dengan standard keamanan dan keselamatan. Kami berbaris dengan dipandu 2 orang karyawan Pertamina. Kami dijelaskan mulai dari proses yang terjadi di Depo Plumpang.



Terakhir yang menarik.adalah selain semua prosedur melalui sistem komputer,adalah setiap awak mobil.tangki belum mengetahui akan kemana tugasnya hari ini. Karena tujuan baru mereka ketahui begitu keluar gerbang.

Pak agus dan pak soleh adalah awak mobil tangki 1 dan 2 yang kami temui siang itu. Sudah bekerja selama 7 tahun." Lebih baik menghianati teman dari pada keluarga" kata mereka kompak, saat kami bertanya mengapa tidak ikut aksi mogok. Mereka juga mengatakan kalau sebagian teman-teman mereka yang ada diluar sana menyesal bahkan ingin kembali bekerja lagi. Mengingat betapa sulitnya lapangan pekerjaan saat ini.


Penyesalan memang selalu datang belakangan. Tetapi atas nama solidaritas mereka para awak sudah menjatuhkan pilihan sikapnya.  Demikian juga pada PT Pertamina Patra pada nama-nama yang melakukan aksi demo,menutup hubungan kerjanya.Meskipun upgrade terus selalu dilakukan tiap tahun. Belum tentu dapat memuaskan rasa syukur tiap kepala yang ada.


Kita patut mengapresiasi segenap jajaran staf dan Direksi Pertamina yang lansung menginap di kantor karena ini berkaitan dengan aset negara.
Opersional depo harus dalam kondisi normal dan aman. Masyarakat dibuat nyaman tidak ada gangguan distribusi BBM di Jabotabek.Titik kritis 1-4 November dan 5 November aman. 17 hari sudah demo berjalan. Semoga para awak mobil tangki tetap menjalankan tugasnya dengan baik,bersyukur atas semua yang ada,karena tiap perjalanan mereka mengemban tugas mulia.


Comments

Popular posts from this blog

Kanker Serviks Kenali Dan Jauhi Sejak Dini

Obat Anyang- Anyangan Akhirnya Datang Juga, Uricran Namanya