Jero Wacik : Hukum Saya Jika Memang Bersalah

Setiap kali mengikuti pemberitaan tentang seorang pejabat yang berperkara sering saya berfikir apakah masih ada keadilan di negara tercinta ini? Karena saya merasakan ketika hukum sering kali berhadapan dengan politik terkadang hukum kalah dengan politik ,hingga yang tak bersalah pun harus dihukum secara politik dengan menggunakan tangan hukum. Tampaknya dengan sentuhan politik juga seseorang akan "dibidik" dan ditargetkan.
Untuk itu seorang politikus harus selalu siap,ketika dia lebih dihadapkan pada masalah politik ketimbang masalah hukum.

Hal inilah yang saya lihat pada sosok seorang Jero Wacik mantan menteri Pariwisata dan ESDM ini terlihat tegar dan santai saja menghadapi masalah yang kini tengah menimpanya.
Karena tidak merasa bersalah secara hukum. Jero wacik berpendapat" kalau salah hukumlah tetapi kalau tidak bebaskan".
"Kalau menyangkut nama baik,saya serahkan pada masyarakat dan Sang Hyang Widhi "tambah Jero Wacik.

Jero Wacik dituduhkan melakukan pemerasan tentu saja ini namanya ikut dijatuhkan meskipun faktanya tidak terbukti. 
Sebagai contoh Jero Wacik hanya minta pada bawahannya untuk diberikan DOM ( Dana Operasional Menteri ). Bukan memeras bawahannya.
Kemudian saksi-saksi yang ada di Berita Acara Perkara ( BAP),juga mengatakan bahwa Jero Wacik hanya minta DOM yang sesuai DOM yang diterimanya di KemBudPar.
Dikatakannya bahwa di KemBudPar ia mendapatkan dana sebesar Rp 14,4M dan hanya digunakan Rp 8,4M." Sisanya saya kembalikan dan yang saya gunakan semua tercatat dengan kwitansi".
Lalu mengenai masalah gratifikasi yang dituduhkan kepadanya Jero Wacik memberikan klarifikasi.
"Saya didakwa menerima gratifikasi dari saudara Herman Afiff Kusumo, berupa dibayari biaya ulang tahun saya di Hotel Dharmawangsa, senilai Rp. 349 juta.
Padahal saat bersaksi di pengadilan wakil presiden Jusuf Kalla mengatakan : " Itu bukan acara ulang tahun melainkan acara peluncuran buku yang berjudul : Jero Wacik di mata 100 tokoh.
Wakil Presiden jusuf Kalla hadir diacara itu karena beliau ikut memberikan testimoni di buku tersebut sebagai mantan Wapres periode 2004-2009.

Dalam peluncuran buku tersebut hadir pula   Presiden SBY ( kala itu ) bersama wakil presiden Boediono  yang memberikan sambutan dan memberikan testimoni dalam buku tersebut.
Selain dua tokoh diatas tadi,ikut menulis tertimoni juga Bapak Boediono, Bapak Marzuki Ali,  Bapak Irman Gusman, Bapak Luhut Panjaitan, Bapak Pramono Anung, Bapak Hendro Priyono, Christine Hakim, Bapak Taufik Kiemas (Alm, saat itu Ketua MPR),Bapak  Hatta Rajasa,Bapak Fadli Zon, Bapak Sudi Silalahi,Bapak Maruar Sirait, Jenny Rachman, dan tokoh-tokoh Nasional lainnya.
Karena kehadiran Presiden dalam acara tersebut maka undangan dapat cap resmi dari Sekneg. Dan tentu saja ada pasukan pengawal Presiden ( Paspampres ).

Untuk acara tersebut ada panitia tersendiri yang bekerjasama dengan penerbit buku dan saya tidak diberitahu tentang biaya penyelenggaraan acara dan lain-lain. Saya hanya diminta untuk mengundang tokoh-tokoh Nasional.

Oh iya mengenai acara di hotel Dharmawangsa ada hal yang harus saya beritahu kepada khalayak yaitu karena saya adalah menteri ESDM ( kala itu ) maka secara ex-officio saya adalah chairman disana dan mendapat fasilitas bebas biaya apabila membuat acara atau berkegiatan di sana ( Free Of Charge ). Dan sampai hari ini saya tidak pernah menerima tagihan apapun dari hotel Dharmawangsa baik menginap,makan malam,berenang,menerima tamu,dan mengadakan acara. Artinya memang hak ini saya peroleh selama menjadi chairman.
Jadi saya tidak pernah menerima gratifikasi seperti yang dituduhkan.
Saudara Herman Afif Utomo dipersidangan sebagai saksi juga membantah telah memberikan sesuatu kepada saya. Saya juga Tidak pernah memberikan benefit atau kemudahan apapun kepada saudara Herman"

Seperti yang kita ketahui KPK ( Komisi Pemberantasan Korupsi )adalah lembaga hukum yang lahir dari keputusan politik. Maka dia bisa mengendalikan lembaga-lembaga manapun. Ujar Jero Wacik.

Saya lantas teringat pada ungkapan yang sangat terkenal.

"Lebih Baik Melepaskan 10 orang yang bersalah daripada menghukum 1 orang yang tidak bersalah."

Indonesia Menuju Destinasi Wisata Halal Dunia

Ketika sebuah restoran diissuekan tidak halal,maka omzet restoran tersebut langsung anjlok.Sehingga pemilik restoran langsung  menempelkan ,memasang,atau memajang sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia atau MUI. Bahkan dalam promo melalui daftar menu mereka cantumkam tulisan halal dalam bahasa arab untuk lebih meyakinkan konsumen.
Bagi konsumen Indonesia yang notabene masyarakatnya  adalah muslim masalah soal halal dan tidak halal sudah menjadi kebiasaan.

Menurut Sapta Nirwandar Pemimpin Umum The Indonesia Halal Life Style " Halal adalah brand dan identik dengan kebaikan sehingga sejumlah negara tetangga dan negara-negara di Asia seperti Jepang,Korea bahkan Australia tidak ragu mengembangkan halal tourism sebagai brand." Mereka bahkan memiliki buku panduan wisata untuk muslim karena merupakan tambahan pelayanan."Thailand yang hanya memiliki 5 persen penduduk beragama muslim berani menyatakan sebagai tujuan wisata and life style. "Negara ini bahkan sudah mampu memasuk makanan halal ke negara-negara yang tergabung dalam OKI. Korea juga mendeklarasikan punya 150-an restoran halal sehingga menambah pelayanan pada wisatawan muslim yang datang ke negara tersebut"kata sapta yang juga Dewan Pakar Masyarakat Ekonomi Syariah ini.

Lantas dimana peran Indonesia ?
Bagaimana peran pemerintah untuk memanfaatkan peluang tersebut.

Memang benar terjadi peningkatan data. Menurut catatan Internasional Trade Center 2015,pasar muslim untuk makanan pada 2014 sebesar 1,128 miliar dolar. Keuangan 1,814 miliar dolar,travel 142 miliar dolar,koametika 142 miliar dolar,fashion 230 miliar dolar,media rekreasi 179 miliar dolar,farmasi 75 dolar.Belum lagi disektor pendidikan dan kebudayaan.

Jika sampai turis mancanegara yang menggunakan produk tersebut mengetahui bahwa sesungguhnya tidak halal dan kemudian menyebarkannya maka,rusaklah reputasi negara kita sebagai destinasi halal. Maka peran kerjasama yang erat dan intens antara Kementian Perdagangan,Perindustrian,Perdagangan dan MUI dan tentu saja aparat hukum dalam hal ini kepolisian.

Peduli itu Solusi bukan Seremoni

Bright Future? Ketika saya menerima undangan dari PT Unilever tbk,untuk ikut ambil bagian dalam diskusi interaktif yang mengambil tema #BeliYangBaikUntukLingkunganYangLestari.
Saya sempat berfikir kira-kira ini acara apa? Apa hubungannya bright future yang saya artikan dengan bebas adalah masa depan yang terang atau cerah dengan tema tersebut.
Karena yang saya tahu perusahaan unilever adalah perusahaan yang menghasilkan consumer good,dengan mayoritas produksinya berkaitan dengan kebersihan.Artinya setiap produk mereka di kemas ,yang tentu saja bekas kemasannya menjadi limbah. Saat di acara saya semakin punya gambaran ketika di tayangkan vidio yang menceritakan bagaimana dari satu produk kemasan mempunyai dampak yang besar terhadap lingkungan. 

Ibu Maria Dewanti dari PT Unilever Tbk. Mengatakan bahwa Bisnis boleh berkembang tetapi dampak buat lingkungan lebih kecil dan dampak positip naik.

PT Unilever sebagai perusahaan besar di Indonesia selama ini kita kenal dengan produk-produknya seperti pencuci dan pewangi pakaian,pencuci rambut  dan masih banyak 

#BeliYangBaik merupakan kerjasama World Wild Fund ( WWF ) Indonesia ,PT Unilever dan Hypermart.

Yang mengingatkan masyarakat  pada dampak terhadap lingkungan dari barang yang di beli.

Setiap produk yg dikonsumsi manusia memiliki jejak karbon mulai,dari penyedian bahan baku,pengiriman ke pabrik,pengolahan,pengemasan di toko,pengiriman,saat dikonsumsi bahkan saat konsumen menimbulkan sampah dari barang yang dikonsumsi.

Maria Dewantini selaku Head Of Corpoorate Communication PT Unilever menambahkan bahwa pihak unilever telah menerapkan konsep ramah lingkungan pada penyedia bahan baku.Dengan mengontrol dan menelusuri asal usul semua bahan baku produk mereka. 

Pabrikpun menerapkan sistem yang mendukung reduksi gas rumah kaca yang biasa dihasilkan oleh proses-proses pengolahan serta mencari formasi produk yang memiliki dampak kecil terhadap lingkungan.

Dihilir aliran produk unilever telah melakukan berbagai pelatihan pengolahan sampah dan mendirikan lebih dari 1200 bank sampah.

Melalu kampanye Bright Future ,Unilever bersama WWF dan Hypermart bermaksud merangkul kunsumen untuk ikut dalam program #beliyangbaik dengan memilih produk-produk ramah lingkungan saat berbelanja. 

Berbagai kegiatanpun digelar untuk mendukung program ini salah satunya adalah donasi secara otomatis oleh konsumen saat memilih dan berbelanja berbagai produk keluaran Unilever di Hypermart.

Di hulu Unilever dan perusahaan-perusahaan sejenis sebaiknya melakukan riset untuk memproduksi kemasan yang memang ramah lingkungan.

Saat ini memang kemasan penganti yang berbahan plastik masih terus diupayakan.

Saya tidak tahu persis apa dan bagaimana kontribusi PT Unilever terhadap riset tersebut.

Jika hanya mengandalkan kegiatan di hilir sebagaimana yang disebutkan tadi perannya tidaklah sebesar jika di hulu sudah di buat atau digunakan kemasan yang 100% ramah lingkungan.

Ini yang saya sebutkan sebagai sebuah solusi sedangkan kegiatan pengolahan masih bersifat seremoni belaka. 





Jedar Jeder Jedir

Jedar
Melihat sosok Jessica Iskandar ( Jedar ) secara langsung,sama persis ketika melihat sosoknya di televisi. Ceria,polos,lucu dan yang pasti Fashionable.


Single mother yang mempunyai anak satu ini membuka pertemuan siang itu dengan mengucapkan selamat hari kartini. Jedar mengenakan celana panjang hitam yang dipadu dengan vest dan t-shirt putih Jedar nampak cukup segar. Kemudian berceritalah Jedar  yang pernah mengenyam bangku perguruan tinggi jurusan desain. Tetapi tidak sampai selesai karena memutuskan untuk terjun ke dunia entertainment karena pada saat itu  di matanya  menjanjikan untuk cepat dapat pemasukan.


 Dengan mimik serius Jedar juga bercerita tentang bagaimana membagi waktu antara profesinya sebagai artis,bisnis barunya dan ibu bagi anak laki-lakinya yang berusian hampir 2 tahun.Dengan penuh semangat dan kadang diselingi celetukan-celetukan lucu Jedar juga mengatakan tentang  peluang pasar dan bagaimana harus mampu berfikir secara smart. Ini sesuai dengan thema pertemuan siang itu  yang diberi judul  Looks Great Think Smart mampu berfikir secara smart .



Jeder

Ibarat sebuah pintu yang dibanting dan berbunyi Jeder! Orang kemudian akan menenggok. Demikian bisnis clothingnya yang diberi nama Jedar Couture yang mulai launching pada bulan Desember 2015.Ada Jeans,Jumpsuit,T-Shirt,Kemeja,Gaun dan Sackdress berbahan jeans,Army dan masih banyak lagi. Warna-warna yang ditawarkan juga tidak warna-warna yang mencolok bahkan cenderung kalem,walau warna merah sebagai warna yang mempunyai arti berani ditawarkan untuk t-shirt. Selain meletakkan abjad-abjad sebagai desain t-shirt Jessica juga memainkan huruf-huruf  sebagai variatif dalam koleksi brandnya.
Jessica mengaku terlibat langsung dalam desain dan pemilihan material. Dan sebisa mungkin selalu hadir setiap team meeting.


Jedir
"Tetaplah jadi diri sendiri". kata Jessica
Umur boleh saja bertambah tetapi jiwa kita harus tetap muda. Jessica merasa yakin bahwa tampil casual itu bisa terlihat muda.
Jessica iskandar memang artis yang  suka dandan.Seperti pengakuannya suka banget katanya  kalau disuruh  dandan,tampil dan bergaya.
Dikatakan oleh Jesicca Iskandar, bisnisnya ini berawal dari hobinya yang suka mix dan match pakaiannya sehari-hari, Jesicca ingin menciptakan fashion yang santai, tapi tetap fashionable, selain itu  berkat support dari sahabat-sahabat artis lainnya seperti Raffi Ahmad, yang juga mengelurkan bisnis clothing,  membuat Jesicca Iskandar yakin dan percaya diri untuk memulai bisnis Fashion ini.



Terbukti memang fashion yang diciptakan oleh Jesicca Iskandar banyak disukai oleh para fansnya, juga bahkan sudah sampai ke manca negara seperti Hongkong,Taiwan bahkan Jerman.


Jessica berharap usaha Fashion yang dilakukannya ini bisa berkembang, banyak yang suka dan pakai fashion buatan dari Jesicca Iskandar ini.


Jesicca yakin sekali, produknya dapat bersaing dan produknya bisa laris di pasaran, karena ia  memiliki desain dan kualitas yang berbeda dengan yang ada di pasaran.


Sekarang ini memang pemasarannya lebih banyak ke Online, seperti menggunakan Instagram, karena Jesicca masih melihat Instagaram adalah salah satu media promosi.

Jero Wacik Antara Tuntutan Dan Tuntunan

 Saat pesawat yang saya tumpangi mendarat di Bandara Ngurah Rai Bali Indonesia, hati saya gelisah. Pikiran tertuju pada pertanyaan-pertanyaan apakah Bali yang demikian indah ini tidak pernah melahirkan tokoh-tokoh seperti I Gusti Ngurah Rai yang namanya diabadikan jadi nama bandara. 
Perjalanan kali ini bukanlah perjalanan wisata tapi sebuah perjalanan untuk mencari tahu tentang siapa sosok Jero Wacik.

Seperti sebuah ungkapan yang pernah saya baca entah dimana " Kenalilah manusia dari akarnya".Perjalaanan saya ini adalah menuju ke akar kehidupan seorang Jero Wacik.

Berbekal nomor kontak yang diterima Elisa Koraag, koordinator Tim Medsos JW, BunCha begitu biasanya kami menyapa, langsung berkoordinasi dengan kontak di Bali. Maka terwujudlah pertemuan antara kami, blogger yang tergabung dalam Tim Medsos JW dengan politisi lintas partai dan tokoh akademisi Bali.

Sore itu satu demi satu sahabat Jero Wacik datang ke Warung Liyu,Denpasar Bali.Diawali dengan kedatangan I Wayan Gunawan Ketua Fraksi Partai Golkar  Provinsi Bali. Kemudian disusul oleh Prof.DR.Wayan Windia Guru Besar Universitas Udayana. Selang 30 menit kemudian tiba I Putu Suasta mantan ketua Bapilu DPP Partai Demokrat. Menyusul I Tengah Pringgo Wakil DPD Partai Demokrat dan terakhir datang I Made Mudarta ketua DPD Partai Demokrat Propinsi Bali,yang memamerkan baju yang  menurutnya adalah baju anti korupsi. Pasalnya lobang saku mengadap ke bawah bukan ke atas sebagaimana lazimnya.

Jero Wacik : Mengolah Batin dan Rasa

Ini adalah untuk ke dua kalinya saya mengunjungi Bali. Yang pertama bersama keluarga besar saya dan yang kedua hari ini bersama Team SosmedJW.Tujuannya sama yaitu jalan-jalan.Hanya yang kedua ini adalah jalan-jalan untuk mencari tahu,Siapa Jero Wacik dari orang-orang terdekatnya. Dan bagaimana sosok Jero dimata mereka semua.

Agenda pertama adalah Menginap selama dua malam di Kintamani tepatnya di The Ayu Executive Villa and Flamboyant Resto. Ini adalah Villa yang dimiliki oleh bapak I Ketut Mardjana yang sepak terjangnya dalam dunia bisnis terinspirasi dari Jero Wacik. Bisa dikatakan beliau adalah orang kedua yang keluar Bali untuk kuliah setelah Jero Wacik. Jero wacik di ITB sedang pak Ketut di STAN.


 Banyak yang bilang ini adalah perjalanan yang akan menimbulkan resiko. Kenapa resiko? Karena membantu seseorang yang sedang berhadapan dengan kasus hukum dianggap tidak baik. Tapi justru disinilah tantangannya. Kami dibentuk sebagai penyeimbang berita yang ada.

Seperti kita ketahui sejak tahun 2014 berita  Jero Wacik korupsi menyebar melalui mass media,baik surat kabar ataupun media online. Semuanya memberitakan tentang Jero Wacik korupsi uang Negara ketika menjadi menteri. "Bagaimana mau korupsi uang negara ? Kalau Jero wacik sudah punya Villa di Nusa dua sebelum jabatan menteri itu".demikian keterangan pak Ketut selesai kami menikmati santap malam bersama."Bahkan Jero adalah mentor,pemberi support buat teman-temannya yang ingin maju"demikian tambahnya.

Hari Kedua kami mengunjungi keluarga besar Jero Wacik di Toya Mampah,Kintamani.
Jalan menuju Toya mampah,Kintamani tempat dimana Jero Wacik dilahirkan,cukup terjal dan berkelok -kelok,udaranya sangat sejuk dan  berada di atas ketinggian dengan pemandangan danau Batur yang tenang.Bagi Masyarakat Bali danau ini adalah segalanya.Untuk itulah mereka sangat menjaganya dari segala aktivitas yang dapat mencemari danau tersebut.

Kami disambut hangat oleh keluarga Keluarga Jero dan duduk ngobrol panjang lebar bagaimana sosok Jero do mata mereka masing-masing.
"Masa kecil Jero sangat melarat"kata pak Handog teman SMP dan SMA Jero di Batur.
"Ibunya berjualan kain yang dijunjung tinggi di kepala yang akan ditukar dengan kopi."Belum ada kendaraan yang lewat."Ibunya meninggal tahun 1978 ketika beliau masih kuliah".Lanjut pak Handog
"Bapaknya meninggal setelah Jero jadi
menteri.

Jiwa kepemimpinan Jero didapat dari almarhum bapaknya.
Saya bertanya pada pak Handog:"Pernah tidak pak,JW ajak bapak-bapak semua disini untuk makan-makan atau bertemu untuk hal yang berkaitan dengan jabatannya sebagai menteri"? Pak Handog tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. JW sangat menjaga jabatannya. Beliau tidak mau keluarga besarnya terlibat atau bahkan memanfaatkan jabatannya. Semua harus kerja keras.
"Apa sih uang hasil korupsi ini?" Tidak akan kekal", kata pak handog teman yg sudah dianggap saudara oleh Jero Wacik.

Saya menyapu pandangan pada
bangunan-bangunan pura dan rumah yang sangat sederhana buat ukuran menteri. Bayangkan sudah jadi menteri tapi jejak peninggalannya masih tetap sama.Tanpa perubahan tanpa diada adakan apalagi menggunakan dana jabatannya.Bapak Jero menolak ditawar-tawari  fasilitas sebagai menteri.Dari kuliah,kerja dan jadi menteri tidak ada perubahan sama sekali dalam diri Jero Wacik.tetap doyan undis kacang hitam. Makanan yang selalu akan dikenang sepanjang hidupnya ketika tidak mempunyai beras.Sebelum jadi menteri Jero Wacik sudah kaya". Ada rona kesedihan ketika handok mengungkapkan ini semua. Katanya:"Mungkin kalau  terjadi di Bali mereka akan demo.tapi ini di Jakarta"." Rakyat Bali tidak percaya dan jengkel dengan bahasa memeras". "Keluarga besar sangat kecewa karena di Bali JW adalah pemangku. Karena jabatan itu haram hukumnya. Keyakinan bahwa pemangku adalah pelayan umat.
Bayangkan masak seorang pemangku begitu kelakuannya?

Keluarga besar Jero Wacik sangat terbuka terhadap kehadiran kami semua. Pun terhadap media-media lainnya,walaupun mereka kecewa,karena apa yang ditanyakan jauh berbeda dengan apa yang dipublikasikan. Sampai hari ini jabatan pemangku tetap disandang oleh Jero Wacik. Dalam 1 tahun ada 5 kegiatan yang dilakukan dalam pura. Ada kekecawaan yang dalam diungkap kakak tiri Jero Wacik. 
Jero Wacik adalah menteri yang tidak mempunya  rumah ditanah kelahirannya.Dari Kintamani sampai Bangli semua orang tahu.
rumah Jero Wacik adalah pura,jabatan pemangku bukan jabatan yang datang begitu saja. Tapi ini adalah pilihan Tuhan.Keluarga manapun tidak ada yang tahu apakah anaknya nanti akan jadi pemangku atau tidak. Atau anak siapa yang akan jadi pemangku mereka pum tidak bisa menerka - nerka.Tapi tuduhan atas pemerasan terhadap Jero membuat seluruh keluarga kecewa atas ketidakadilan ini. Pembunuhan karakter telah terjadi disini.

Kami meninggalkan Toya menuju tol Bali Aandara yang panjangnya 11KM

Ada yang mengusik hati saya yaitu tentang kesaksian Jusuf Kala wakil presiden dalam sidang Tipikor "Jero Wacik itu orangnya baik dan banyak prestasinya, karena tidak  mungkin kalau tidak berprestasi presiden SBY mau menunjuk JW sebagai menteri untuk yang kedua kalinya".
Dan akan sangat tidak mungkin karena JW adalah pemangku buat umat. Haram hukumnya. Masih tergiang suara-suara  kecewa ditelinga saya.

Jero Wacik : Pasrah Tapi Tak Menyerah

Senin 4 April pukul 14.15 sosok itu keluar. Hangat,ke bapak an dan yang pasti selalu rapi. Belum makan katanya. Karena makan masih bisa ditunda. Tamu itu jauh lebih penting. Karena tamu adalah raja apalagi sudah janjian.

Jero Wacik membuka obrolan siang itu dengan hangat. Kalimat -kalimat yang keluar penuh motivasi. Semangat dan gembira. Hampir satu tahun di Lapas Cipinang memang hari-harinya diisi dengan menulis dan memberikan motivasi bagi penghuni lapas lainnya 2 minggu sekali.

"Jangan pernah berharap apapun,untuk kebaikan yang sudah kau berikan pada siapapun,sekecil apapun".Gusti Allah nga tidur"katanya.
Jangan juga kau lupa pada almamatermu.Mereka yang sudah memberikan kontribusi luar biasa dalam perjalanan hidup kita.

Jero Wajik menyebut ada 8 Almamater dalam hidupnya :
1. Bali.
Sampai kapanpun darah ini nga akan hilang. Sampai kapanpun saya akan terus memberikan pemikiran-pemikiran saya untuk kemajuan tanah kelahiran ini.
2. ITB.
Ini adalah Tempat ke dua yang dibanggakan Jero. Beliau selalu ingat bagaimana spanduk bertuliskan "Selamat datang putra-putri terbaik daerah".Kami sudah diajarkan bagaimana mengurus negara pada masa-masa kuliah.
"Hebat kan?"katanya dengan wajah sumringah. Dan Jero termaksud alumni yang rajin mengunjungi almamaternya.
3. Astra Grup
18 tahun beliau berkarier disini. Tentu akan sulit untuk melupakan begitu saja,sepak terjang beliau."Jangan pernah menjelek-jelekan bekas almamatermu. Dalam bentuk apapun,karena tanpa mereka belum tentu kita seperti yang ada selama ini.
4. UI
Menjadi dosen selama 15 tahun,tentu tempat ini  bukan lagi bisa dikatakan hanya sebagai tempat untuk mencari nafkah. Tapi kepuasan batin untuk berbagi ilmu itu pasti jauh lebih besar dari sekedar rupiah yang didapat.
5. Demokrat
6. Kemenpar
7. ESDM
8. Cipinang.


Tertawa lepas beliau ketika menyebut almamater terakhirnya ini. Bertanda tak ada beban. Pun awal ketika di ciduk KPK beliau sempat berfikir "Apa iya ya saya salah"?
Tetapi begitu tuduhannya atas pemerasan lemah dan tak ada bukti. Percaya diri Jero makin naik. Sekali lagi katanya "pasrah tapi tak menyerah".


Koper hitam yang sarat dengan seabrek buku,catatan-catatan harian itulah bekal Jero Wacik ketika menemui tamu-tamunya. "Saya tidak peduli berapa orang yang sudah mengunjungi saya selama di Lapas ini."Tetapi saya akan selalu peduli ketika ada orang yang mau datang yaitu dengan  menyiapkan agenda pembicaraan. Karena waktu demikian cepat. Jero Wacik pun menyiapkan apa yang akan disampaikan ketika nanti anaknya datang. Semua catatan itu tertulis rapi dalam notes berwarna merah denga  stabilo kuning sebagai penanda point-point penting yang akan disampaikan.

Sangat ekspresif,dinamis dan segar sosok Jero Wacik ini.
"Kalau ingin menjadi orang sukses jangan pelihara 3 binatang dalam rumah,katanya. Yaitu :
1. Malas
2. Minder dan
3. Sombong.