Apoteker Ternyata Bukan Hanya Orang Yang Meracik Obat

Tanggal 25 September 2018 kemarin diperingati sebagai "World Pharmacist Day" Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Young Pharmacist Grup Indonesia, Gema Cermat Program, DaGuSiBu program, Blogger dan Media hadir dalam kegiatan Gathering Blogger and Journalist "Be Smart an Fun with Pharmacists" yang bertempat di Sekretariat IAI, Jakarta Barat.



Seragam Apoterker [dok @Elvanasira


Kegiatan ini bertujuan ingin lebih mensosialisasikan peran seorang apoteker pada masyarakat yang selama ini hanya kita tahu sebagai sosok yang meeracik obat saja kalau kita datang ke apotik. Karena ternyata peran seorang apoteker bukan hanya seseorang di balik resep yang dokter berikan, tetapi sangat luas peran, tugas dan fungsinya. 

Saya jadi ingat kalau datang ke apotik untuk menebus obat buat anak saya yang sakit. Biasanya kalau obat ini dalam bentuk bubuk yang dibungkus satu per satu, menunggu obat jadi itu lumayan lama juga. Kadang bikin bete dan bertanya-tanya kok lama amat ya?


Noffendri Roestam, SSi, Apt. [dok @Elvanasira]

"Kegiatan ini adalah satu rangkaian dari serangkaian kegiatan yang sudah di mulai sejak tanggal 22 September hingga 22 Oktober 2018. Apoteker adalah sarjana farmasi yang telah mengucapkan sumpah jabatan Apoteker. Pekerjaan seorang apoteker juga beragam mulai dari pengendalian mutu, pengamanan, pengadaan, penyimpanan dan pendistribusian obat.

Apoteker pun bekerja di berbagai industri seperti industri obat, industri obat tradisional dan industri kosmetika. Untuk bidang pelayanan, apoteker bekerja di RS, Puskesmas, klinik dan apotek.

Pekerjaan apoteker Sama seperti dokter, apoteker wajib memiliki dokumen legal untuk praktek. Yakni Sertifikat Kompetensi, Surat Tanda Registrasi Apoteker (STRA), Surat Ijin Praktik Apoteker (SIPA)

Apoteker-apoteker dari IAI juga terjun langsung ke area Car Free Day, sekolah-sekolah dan bertemu para orang tua untuk memberikan edukasi seputar obat . IAI juga berperan aktif dalam penanganan bencana seperti baru-baru ini di Mataram berkaitan dengan gempa di Lombok. IAI akan berupaya terus menerus bagaimana dapat mengedukasi masyarakat untuk menjadi cerdas dengan obat-obatan yang ada di sekitar kita" kata Sekjen IAI Noffendri Roestam, SSi, Apt.
Baca (Aksi #TolakPenyalahgunaanObat di Car Free Day 2017)

Jadi melalui World Pharmacist Day diharapkan kita dapat mengenal seorang apoteker lebih dalam seperti halnya kita mengenal dokter dan bidan selama ini"

Sekarang saya jadi tahu juga kalau dibalik racikan obat yang saya tebus  ada peran seorang apoteker yang luar biasa. Mulai dari menganalisa obat-obatan, memformulasikannya, memproduksinya sampai memgawasi dalam pendistribusian dan juga di pasarkan kemana saja. Pokoknya peran penting apoteker dari hulu sampai hilir. Jadi kalau waktu itu saya lama menunggu ya karena takaran obat yang diracik untuk anak saya harus pas. 

Ketua PP Hisfarkesmas, Indri Mulyani Bunyamin, S.Si, Apt. yang pernah terpilih sebagai apoteker terbaik menyampaikan materi "Cara Cerdas Gunakan Obat - DaGUSIBU 


Indri Mulyani Bunyamin, S.Si, Apt [dok @Elvanasira]




Beliau menjelaskan tentang obat-obatan. Mulai dari jenisnya, cara memilih obat, cara menggunakan obat, cara menyimpan obat dan cara membuang obat.

Jenis obat ada banyak. Yaitu obat bebas edar, obat bebas terbatas dan obat keras.  adalah 3 jenis obat yang sering kita temukan di apotek. Obat bebas dengan ciri tanda bulat bewarna hijau adalah obat yang bisa ditemukan dimana-mana seperti mini market dan bisa dibeli tanpa resep dokter.

Mengenal kemasan obat [dok @Elvanasira]

Golongan kedua adalah Obat Bebas Terbatas dengan ciri bulat bewarna biru. Ini adalah obat keras yang bisa dibeli tanpa resep dokter namun harus diperhatikan aturan pemakaiannya.

Terakhir adalah golongan Obat Keras yang mana kita perlu resep dokter untuk mendapatkannya.  Cara minum obat juga perlu diperhatikan. Baca aturan pakai seperti dosis minum, rentang waktu minum obat (misalnya antibiotik diminum 8 jam sekali atau 3x1) lama penggunaan obat juga termasuk hal penting yang perlu kita perhatikan, jika badan masih sakit setelah minum obat lebih dari anjuran lebih baik segera konsultasi ke dokter.

Jika obat yang dikonsumsi memberikan efek yang memperburuk kesehatan sangat dianjurkan untuk menghentikan pengunaan.

Jenis obat pun ada beragam, umumnya ada 2 yakni  Obat Dalam adalah obat yang digunakan dengan cara ditelan atau melewati proses saluran cerna seperti tablet, kapsul, sirup, obat tetes mulut.

Obat luar digunakan dengan diaplikasikan pada bagian luar tubuh seperti salep kulit, salep mata, injeksi, suppositoria, ovula, obat tetes mata, obat tetes telinga.

Menyimpan obat-obatan juga tidak boleh sembarangan karena bisa merusak kualitas obat tersebut.  Karena beda jenis obat beda juga cara menyimpannya. Jadi jangan anggap sepele ya

50 persen obat tidak diresepkan secara tepat

Dalam kegiatan yang sangat edukatif ini sesi berkelompok untuk mengenal obat, menjadi bagian yang sangat saya suka. Saya ada dalam kelompok 3 yang terdiri dari teman-teman Blogger dan juga Media. Di pandu seorang apoteker kami masing-masing di minta menuliskan obat apa yang biasa kami minum, dosis pemakaiannya, kandungannya apa, efeknya ketika kita minum obat tersebut.


Diskusi tentang obat [dok IAI]




Batuk pilek flu tidak perlu antibiotik

Alamak! Saya dapat menuliskan obat herbal yang suka saya minum kalau lagi penat, flu dan pilek tapi sumpah nggak ada satu pun yang saya ingat kandungannya. Duh ketahuan banget asal minum ya tanpa tahu kandungan apa yang ada di dalamnya. Hahaha

Obat nggak salah, yang salah adalah kita

Untung obat herbal ini udah terjamin khasiatnya. Sebab siang itu dari contoh beberapa slide yang ditampilkan ada lho yang salah minum obat kurap gara-gara minum obat nggak di baca dulu,efek ke badannya jadi bersisik. Hi!

Sesi mengenal obat juga makin seru ketika  masing masing dari kami diberikan satu hingga tiga obat obat yang sudah kita kenal sehari-hari, dan kita disuruh menuliskannya apa nama kimia dan  merk dagangnya. Juga dosis, efek samping dan indikasinya serta apa efeknya ketika.kita minum. 

Diare tanpa darah tidak perlu antibiotik


Dapat Doorprize [dok @Elvanasira]

"Karena peran seorang apoteker di balik obat-obatan yang beredar luar biasa ya. Maka diperlukan kompetensi seorang apoteker di banyak hal seperti pertanggungjawaban legal atas kelegalan profesinya. 

Saat ini IAI juga sedang menyiapkan elektronik farmasi yang sedang menunggu regulasi dari pemerintah. Dimana nantinya penyelenggarakan obat dapat online. Karena apoteker ke depan harus semakin mengikuti perkembangan zaman, dapat menyesuaikan situasi dan kondisi. Apoteker adalah agent pemerintah. Karena kalau kita semua hanya berharap pada BPOM (Badan Pengawas Obat Makanan) ya nggak mungkin. Maka dibutuhkan kerjasama antara BPOM, IAI dan pemerintah.




Diluar negeri seperti di Italia buka apotik sulit sekali, makanya sekecil apapun profesi apoteker harus dapat memberikan manfaat   mewujudkan apoteker yang profesional dan mampu meningkatkan kualitas hidup sehat masyarakat.  IAI harus dapat  menyiapkan apoteker yang berbudi luhur, memiliki semangat kesejawatan tinggi, inovatif dan mampu menjalankan praktik kefarmasian dengan tanggung jawab"tambah pak Noffendri.














54 comments :

  1. Enggak bisa bayangin deh apa jadinya kalau gak ada apoteker. Apoteker berperan banget ya mbak dalam kehidupan masyarakat. Semoga hari apoteker sedunia ini dapat menjadi momentum agar apoteker semakin dapat memberikan kontribusi untuk masyarakat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya ternyata di balik obat ada tangan seorang apoteker yang perannya sangat besar ya

      Delete
  2. Jadi apoteker juga harus punya legalitas apoteker ya. Dan dia juga peran menganalisa obat. Luas ternyata peran dan fungsinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyes, makin kedepan tentu kompetensinya harus juga mengikuti perkembangan zaman salah satunya adalah melalui sosial media yang tengah di godog

      Delete
  3. Aku malah salut mba sama apoteker apal bangt racikan resep utk obat2 padahal beda2 penyakitnya .. selagi krn ilmu ya.. apalg klo baca tulisan dokter yg kdg kita gk ngerti bacanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya jadi jangan ragu bertanya kalau datang ke apotik kita bisa leluasa ngobrol tentang obat yang kita tebus sebelum meminumnya

      Delete
  4. Awalnya aku mengira meracik obat itu mudah aja, Eh teryata saya keliru euy dan memang saat itu aku sempat ngeluh juga kenapa raciknya lama teryata belakangan tahu bahwa racikan obat ini nggak boleh salah. Dan memang harus detail banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kak gram nya nggak boleh salah karena apoteker udah itung agar bereaksi baik ke anak

      Delete
  5. peran apoteker ternyata penting banget. jadi merasa bersalah pernah ngomel2 pas beli obat nunggu diraciknya lama

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha akupun ngedumel tapi malu juga nggak tahu apa isi obat herbal yang aku konsumsi selama ini kalau capek atau flu. Tanda nggak aware

      Delete
    2. Hahaha akupun ngedumel tapi malu juga nggak tahu apa isi obat herbal yang aku konsumsi selama ini kalau capek atau flu. Tanda nggak aware

      Delete
  6. Ternyata batuk pilek flu tidak perlu antibiotik ya mba.. Berarti penanganan aku selama ini salah dong ya. .Huhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, semoga next nggak salah lagi. Kita disarankan aktif malah kalau lagi ke dokter apalagi bisa ngobrol juga sama apoteker.

      Delete
    2. Nah, semoga next nggak salah lagi. Kita disarankan aktif malah kalau lagi ke dokter apalagi bisa ngobrol juga sama apoteker.

      Delete
  7. Wah, ini nih harusnya yang dibaca dokter anak yg ada di daerahku. Apapun sakitnya, anak selalu dikasih antibiotik. Huhuhu... Serem.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah! sebagai ortu kita juga harus aktif menanyakan pakai obat apa anak kita dan nanti reaksinya apa.

      Delete
  8. Peran apoteker ngga bisa dianggap kecil deh, karena bagaimanapun tanggung jawab besar diemban dia.
    Kan berkaitan dengan bahan kimia yang masuk ke tubuh ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar bu makanya jadi tahu juga ini dari liputan kemarin.

      Delete
    2. Benar bu makanya jadi tahu juga ini dari liputan kemarin.

      Delete
  9. Semoga para apoteker kita di Indonesia semunya profesional ya mba, tetap menjaga kode etik profesinya sehingga mereka mampu meningkatkan kualitas hidup sehat masyarakat. Aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin ditengah tengah teknologi yang makin luar biasa kadang godaan juga ruaarrrr biasa

      Delete
    2. Aamiin ditengah tengah teknologi yang makin luar biasa kadang godaan juga ruaarrrr biasa

      Delete
  10. Seru yaa menjalani profesi sebagai apoteker itu. Dulu aku sih sempat berkeinginan untuk jadi apoteker supaya bisa meracik atau meramu obat gitu. Eh karena hanya lulusan IPS, keinginan itu semu*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha kalau ini nggak ada yang kebetulan udah di atur juga kamu jadi blogger yang nulis tentang mereka

      Delete
  11. Dokter di Bandung masih banyak yang memberikan resep antiobiotik meski cuman bapil huhuhuh ku sedih. Makasih yaaa informasinya .

    ReplyDelete
  12. Iya bener, apoteker bukan hanya peracik obat, temenku yg apoteker juga ia kerja di RS dan perannya banyak banget, ngalah2in dokter.. Semoga dengan adanya moment ini semacam penyadaran bagi masyarakat gitu ya mba, bahwa peran apoteker ga bisa disepelekan

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya sangat luar biasa dari hulu sampai hilir

      Delete
  13. Aku senang deh jika sosialisasi ttg penggunaan obat semakin bnyk dilakukan. Krn dimasyarakat cukup banyak pemikiran yg keliru ttg pe ggunaan obat terutama pemakaian antibiotik dan penggunaan obat pd penderita radang tenggorokan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba semoga bermanfaat juga informasi ini ya

      Delete
    2. iya mba semoga bermanfaat juga informasi ini ya

      Delete
  14. Wah ternyata apoteker fungsinya banyak ya. Dan susah juga ya karena punya sertifikasi untuk meracik obat dokter..

    ReplyDelete
  15. Wah luar biasa ya perannya apoteker. salut untuk para apoteker karena bisa baca tulisan resep dokter. Edukasi seperti ini penting banget karena memang di masyarakat kita masih banyak salah kaprah tentang penggunaan obat. Jangankan pasien, wong ada kok dokter yang sakit apa aja dikasih antibiotik. Pantesan daftar pasiennya panjang, karena kata mereka dokter ini kalau kasih obat cespleng. Tapi kan ya nggak antibiotik juga...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kak jadi pasien juga nggak boleh pasif tapi sebaliknya kudu aktif jadi tahu obat obatan dan fungsinya

      Delete
    2. iya kak jadi pasien juga nggak boleh pasif tapi sebaliknya kudu aktif jadi tahu obat obatan dan fungsinya

      Delete
    3. iya masyarakat juga jangan pasif ya kalau ketemu dokter tapi sebalinya

      Delete
    4. iya masyarakat juga jangan pasif ya kalau ketemu dokter tapi sebalinya

      Delete
  16. wow aku baru tau ini.. dlu aku sempet ngegebt apoteker.. ehheh.. edukasi ttng obat memang wajib mba gita

    ReplyDelete
  17. Wah seneng banget mbak Gita bisa ikutan acara dengan apoteker. Jadi nambah ilmu ya mbak, terutama obat obatan yang dikonsumsi kita dan anak anak. Saya jadi ikutan belajar deh di sini. Kayaknya abis ini mau langsung buang buangin obat yg udah dipake biar ga salah makan obat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah jangan lupa ikutin cara buang yang benar ya

      Delete
    2. Nah jangan lupa ikutin cara buang yang benar ya

      Delete
  18. Yang hebat dari apoteker bagi gw adalah membaca tulisan dokter! Hihi

    ReplyDelete
  19. Seorang apoteker ternyata sangat hebat

    ReplyDelete
  20. Seorang apoteker punya peran YG besar termasuk Edukasi KE masyarakat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kak suka ya kalau ketemu apoteker yang talk active

      Delete
  21. Iyalah mereka harus punya sertifikat khusus, perwn mereka tuh bener2 oenting banget. Jika dokter hanya meresepkan tapi mereka yg meracik obatnya.

    Satu lagibmba harusnya ditulis keahlian mereka yg memang hany apoteker yg bisa, yaitu membaca tulisan dokter dengan tepat. Jika mereka tak pandai, bisa salah obat yg mereka racik.

    ReplyDelete
  22. Penting banget ya mereka. Jika salah racik obat bisa fatal buat kesembuhan kita.

    Dan keahlian apoteker iti bukan cuma pontar meracik obat, tapi pintar dalam membaca tulisan tangan dokter. Xixixi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya hanya apoteker dan Allah yang tahu hahaha

      Delete
    2. iya hanya apoteker dan Allah yang tahu hahaha

      Delete