Jangan Takut Berteman Dengan Orang Dengan HIV AIDS



Kulihat mendung menghalangi pancaran wajahmu
tak terbiasa kudapati terdiam mendura
Apa gerangan bergemuruh di ruang benakmu
sekilas galau mata ingin berbagi cerita
Kudatang sahabat, bagi jiwa
saat batin merintih
usah kau lara sendiri
masih ada asa tersisa



Letakkanlah tanganmu di atas bahuku
biar terbagi beban itu
dan tegar dirimu hooo
Di depan sana cahya kecil tuk memandu
tak hilang arah kita berjalan
menghadapinya
Sekali sempat kau mengeluh, kuatkah bertahan?
satu persatu jalinan kawan beranjak menjauh
Kudatang sahabat, bagi jiwa
saat batin merintih
usah kau lara sendiri

masih ada asa tersisa
Letakkanlah tanganmu di atas bahuku
biar terbagi beban itu
dan tegar dirimu hooo
Di depan sana cahya kecil tuk memandu
tak hilang arah kita berjalan
menghadapinya

Lirik lagu Katon Bagaskara feat Ruth Sahanaya yang berjudul "Usah Kau Lara Sendiri" ini adalah lagu yang mengambarkan bagaimana sebuah pertemanan akhirnya bubar (menjauh) karena salah satu menderita HIV AIDS.


Lagu ini sangat hit karena pada saat itu seseorang yang terjangkit virus HIV ibarat monster yang harus kita jauhi.

Nah berkaitan dengan Hari AIDS sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Desember 2018, Kementrian Kesehatan (Kemenkes) Melalui Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular mengajak masyarakat untuk makin terbuka wawasannya tentang ODHA (Orang dengan HIV AIDS)



"Berinteraksi dengan orang yang terinfeksi HIV tidak akan membuat kita tertular lho"? kata Dr. Wiendra Waworontu, MKes Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular.

Virus HIV tidak menular dan cara penularannya sangat terbatas. HIV adalah virus yang hanya terdapat di dalam tubuh manusia yang menyebabkan turunnya kekebalan tubuh seseorang, sehingga orang tersebut gagal melawan virus. Sedangkan AIDS adalah adalah gejala dan tanda fisik karena penurunan kekebalan tubuh akibat tertular HIV.

Jadi selama kita sehat ya nggak ada alasan juga kita jaga jarak dengan teman yang terinfeksi HIV. Bahkan lama-lama "good bye"! Kayak lirik lagu di atas. Karena sekarang HIV AIDS juga sudah ada obatnya lho? Yaitu ARV (Anti Tretroviral) yang dapat mengurangi jumlah virus dalam tubuh penderita HIV. Memulihkan dan juga memelihara fungsi kekebalan tubuh.



Data Epidemilogi HIV AIDS di Indonesia masih tinggi, seperti di Papua. Dan terdeteksi masih ada 640.443 estimasi jumlah ODHA di tahun 2018. Ini adalah data yang tercatat karena masih banyak masyarakat yang tidak mau memeriksakan dirinya, ada infeksi HIV atau tidak.

ODHA diketahui memiliki resiko 30x lebih besar untuk menderita sakit TBC jika dibanding dengan orang yang tidak terinfeksi HIV. Dan lebih dari 25% kematian yang terjadi pada ODHA disebabkan oleh TBC. 

Nah pada pertemuan kemarin di ruang Klinik Unit Pelayanan Kesehatan (UPK) Kementerian Kesehatan di HR Rasuna Said Kuningan jakarta hadir mba Yuli ODHA, yang memberikan testimoni ia terjangkit virus HIV AIDS dari suaminya ketika sedang hamil 4 bulan, yang selang beberapa bulan kemudian akhirnya suaminya meninggal dunia. 

"Alhamdulillah anak saya nggak ikut tertular, juga anak saya dari suami baru saya alhamdulillah negatif juga. Dengan pengetahuan yang makin saya pahami dan niat saya untuk sembuh, hingga saat ini saya berangsur-angsur pulih, hanya obat untuk virus ini memang harus saya minum setiap hari. Saya dulu cukup tertekan karena orang yang menjauhkan saya justru dari pihak suami saya, kalau saya masak nggak ada satupun anggota keluarga yang makan" kata mba Yuli dengan mimik muka sedih.



Tahun 2003 adalah tahun perjuangan untuk mba Yuli karena saat itu ARV masih sangat mahal. Sekali ambil obat beliau harus menyiapkan dana sekitar 1 juta. Dan sejak tahun 2005 ARV sudah diberikan secara gratis kepada ODHA di Indonesia, khususnya peserta JKN-KIS.

Jadi ini adalah berita yang mengembirakan HIV AIDS ada obatnya yaitu ARV. HIV tidak menular melalui gigitan nyamuk, bersalaman, makanan atau minuman, berjabatan tangan, berciuman berpelukan dan juga tinggal serumah dengan orang terinfeksi HIV.

AIDS merupakan kondisi atau sindrom. Terinfeksi membuat seseorang mengalami AIDS. AIDS terjadi ketika HIV menyerang sistim imun. Kondisi ini sangat kompleks terjadi dan bervariasi pada setiap penderita. Nah seseorang yang kemudian masuk dalam kondisi AIDS, tubuhnya tidak dapat melawan infeksi selayaknya virus influenza pada orang normal. Penderita AIDS juga rawan terkena Tuberkolosis, radang paru, jamur dan infeksi lain.

Orang yang menderita AIDS sudah pasti terinfeksi virus HIV di dalam tubuhnya. 6 bulan minum ARV akan dapat menurunkan penyebaran HIV didalam tubuh. ARV diberikan sesuai dengan petunjuk dokter. Semoga ODHA-ODHA diluar sana, mau sabar seperti mba Yuli ya ? Disiplin minum ARV agar virus HIVnya hilang.

Penularan virus ini terjadi melalui hubungan seks dengan orang yg mengidap HIV/AIDS tanpa menggunakan alat pengaman, transfusi darah, penggunaan jarus suntik yang tidak steril, dan juga dari ibu yang terinfeksi HIV pada bayi yang sedang dikandung.


Jadi yuk kita STOP!
S->Suluh, berikan pemahaman mengenai HIV kepad masyarakat 
T->Temukan, 90% ODHA mengetahui statusnya
O->Obati, 90% ODHA mendapat ART
P->Pertahankan, 90% ODHA yg ART tidak terdeteksi virusnya
#SayaBeraniSayaSehat !!!


30 comments :

  1. Penyakit itu bukan utk dijauhi tetapi disembuhkan bisa dalam bntuk dukungan ka slain obat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepakat kak, kita harus dukung mereka, apalagi sudah ada obatnya ya

      Delete
  2. Jadi.gapapa gitu ya mbak bergaul dengan mereka, dulu kan kita takut tertular kalau dekat2 mereka. Pokoknya bawaan cemas mulu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha nggak apa-apa mbak, tugas kita nih membantu menyebarkan informasi yang benar ya

      Delete
  3. Aku nggak takut berteman dengan mereka yang mengidap HIV dan AIDS lho Mbak, keren mbak menyebar informasi baik agar ODHA tidak di diskriminasi kan dan terpinggirkan ya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah nih bareng blogger Crony dapat kesempatan sebar informasi.

      Delete
  4. Sewaktu jadi anggota pmr saya juga dapat materi ini. Alhamdulillah skarang informasi mengenai odha makin banyak ya, jadi masyarakat lebih tau kalo odha ga sepatutnya dijauhi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah kan. Alhamdulillah ya udah tahu dari dulu. Tugas kita meluruskan.

      Delete
  5. Sosialisasi ini semoga semakin meluas khususnya di daerah yang terpencil. Masih banyak yg ketakutan bahkan mengusir penderita AIDS karena katanya takut menular...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya tak paham maka tak kenal. Kalau kenal dan paham maka tak gentar untuk menginformasikan yang benar.

      Delete
  6. Sejatinya para ODHA pun bisa hidup normal seperti yg lainnya ini udh lama sekali saya baca dan lihat d beberapa tayangan selama rutin mengonsumsi ARV dan perawatannya pun tepat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kasian kan kalau dari waktu ke waktu stigma masyarakat ini nggak diluruskan.

      Delete
  7. Emang penting banget paham mengenai info kayak gini. Lha gimana yo mba, kadang stereotipe orang udah negatif duluan. Takut terlular menjadi alasan paling banyak ditemui, padahal kan itu gak menular.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya makanya ya sedih kita. Lah apalagi kaya mba Yuli itu. Keluarga dekatnya malah menjauh.

      Delete
  8. Mudah2an mereka yg ODHA bisa bersabar ya...kadang diantara kita memang ada yg menjauhi karena keridaktahuan...baguslah ada yg bisa menyebarkan info spt ini..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya sabar atas cobaan ini. Sabar ketika tahu virus ini dari pasangan. Sabar terhadap lingkungan.

      Delete
  9. Oh ya? Gak nular walau via gigitan nyamuk? Aku barubtahu yg ini say. Syukurlah klo sdh ada di temukan obatnya. Semiga teman penderita HIV tidak termarginalkan oleh org2 disekelilingnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak ada hubungannya bu guru. Karena ini perkaitan dengan perilaku sex yang berganti ganti pasangan. Sebarkan info yang benar pada murid murid ya bu

      Delete
  10. Letakkanlah tanganmu di atas bahuku
    biar terbagi beban itu
    dan tegar dirimu hooo
    Di depan sana cahya kecil tuk memandu
    tak hilang arah kita berjalan
    menghadapinya


    Inget banget lagu itu nggak siap-siap pada zamannya semoga para penderita HIV AIDS tabah menjalani proses pengobatannya


    ReplyDelete
    Replies
    1. iya lagu ini ada karena lagi "bom" nya berita yang terjangkit HIV. Dan belum terdengar ada obatnya.

      Delete
  11. saya berani, saya sehat mba, sepakat. cuma emang teman2 pengidap HIV ini juga sudah menjauh dan depresi yah. Kadang kita juga ga bisa dan bingung mau berteman kayak apa. mungkin dengan adanya komunitas mereka akan punya teman dan saling curhatan yaaah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya wajah wajah murung karena mereka juga korban dari pasangan yang gonta ganti pasangan sex

      Delete
  12. Semoga dengan fasilitas ARV gratis dan berbagai edukasi ttg HIV AIDS.. angka pengidap HIVAIS bisa turun juga ya

    ReplyDelete
  13. Semoga edukasi mengenai HIV terus di gaungkan ke berbagai daerah terpencil ya agar mereka paham tentang HIV dan tidak menjauhi penderitanya.

    ReplyDelete
  14. Senang sekali kalo ada acara yang mengajak masyarakat untuk aware tentang HIV AIDS, terutama bagaimana sikap kepada penderita HIV, semoga semakin banyak yg sadar dan bergerak

    ReplyDelete
  15. Memberi dukungan bagi odha dgn sikap seharusnya memang perlu, karena support moril pun termasuk obat,maka upaya pencegahan agar tdk makin banyak odha pun lebih penting lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepakat ya bukan perkara karena sekarang ada obatnya ya mas. Makasih ya

      Delete