Tantangan Indonesia 2035 Menghasilkan SDM Unggul Yang Tidak Obesitas



Saya kalau ngemci sekarang ini selalu nggak lupa bilang sama koordinator acaranya agar mencetak rundown acaranya jangan kecil-kecil maklum takut jadi sulit membaca hahaha.

Apalagi kalau lagi kerja buat take vo ( voice over) ukuran 14 deh buat materi vo yang saya baca hahaha. Maklum lampu ruang studio untuk vo itu kadang kan ada yang remang-remang romantis gitu.



Alhamdulillah di warna hijau [dokpri]

Nah saya nggak mau memaksakan mata saya yang kondisi penglihatannya sudah mulai berkurang ini malah dipaksa membaca sedemikian rupa dengan kondisi hurup yang kecil-kecil dan kadang penerangan yang nggak membuat nyaman untuk mata saya. Nggak deh

Alhamdulillah pihak studio biasanya nggak keberatan dengan permintaan para talentnya berkaitan penerangan dan juga print rundown dari koordinator acara hahaha. Karena kan demi ketepatan dan kecepatan kerja juga.

Pun saya membaca naskah nggak lama paling hanya 30 menitan deh untuk 3 segmen dalam tiap episode yang tayang di Youtube. Tapi kan kelangsungan kesehatan terutama mata bukan hanya bicara dipakai lama atau sebentar  saja, justru maunya selagi masih ada kesempatan tetap dapat produktif ya mata sehat terus juga badan ini. Insya Allah . Aamiin.


Diatas 40 tahun gangguan mata mulai ada [dokpri]

Kondisi penglihatan mata saya yang mulai berkurang. membuat saya menjaganya dengan ekstra lebih yaitu :
  • Menghindari membaca dengan jarak yang terlalu dekat
  • Membaca di tempat yang terang atau tempat dengan tingkat pencahayaan yang cukup
  • Tidak membaca sambil tiduran
  • Tidak menonton televisi pada jarak yang terlalu dekat
  • Menghindari penggunaan komputer dengan jarak monitor ke mata terlalu dekat
  • Menghindari penggunaan gadget terlalu lama
  • Melakukan gerakan atau olah raga mata agar menjadi lebih kuat dan elastis
  • Konsumsi makanan yang mengandung vitamin A dan diet gizi yang seimbang
  • Istirahat yang cukup
  • Hindari asap rokok
Selain membaca harus dengan penerangan yang cukup, saya juga menggunakan kacamata seperti yang disaranka oleh dokter. Tetapi Penggunaannya hanya ketika menghadapi komputer saja. Jadi kalau tidak sedang beraktivitas yang berkaitan dengan membaca atau menulis ya saya nggak pakai kaca mata.

Nah bertepatan dengan hari Penglihatan yang disatukan dengan hari Obesitas sedunia Selasa 8 Oktober 2019. Bertempat di Ruang Siwabessy lantai 2 Gedung Prof Sujudi Kuningan, Jakarta Selatan. Kementrian Kesehatan mengajak blogger untuk menyebarluaskan informasi yang berkaitan dengan penglihatan dan obesitas.

BloggerCrony foto bersama [dok bloggercrony]

Mengapa kalau gangguan penglihatan tidak terlalu mengkwatierkan dibandingkan kasus pada obesitas?  Karena dari banyak kasus yang ada, pada penderita katarak yang selesai di operasi tetap dapat kembali beraktivitas dan produktif.

Lain halnya dengan seseorang yang mengalami obesitas yang rawan kena penyakit tidak menular. Seperti Jantung, Diabetes bahkan Stroke. Kalau kena salah satunya seperti stroke saja bukan dirinya saja yang sudah tidak lagi produktif tetapi untuk melakukan aktivitas saja membutuh bantuan dari keluarga besar dan keluarga juga turut menyiapkan waktu untuk merawatnya. 







Obesitas tidak hanya menimpa pada orang dewasa tetapi juga remaja bahkan anak- anak. Obesitas memiliki resiko kesehatan yang serius. Hasil Riskesdas tahun 2007-2018 menunjukkan kecenderungan meningkat . Yaitu 10.5 % (2007). 14.8% (2013) dan21.8% (2018)

Untuk itu dalam sambutannya Direktur P2PTM (Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular] yaitu dr. Cut Putri Arianie menyampaikan hal penting "Kurang gerak menyebabkan meningkatnya penyakit tidak menular" Hati-hati ini.


dr Cut Putri [dokpri]

"Obesitas adalah penumpukan. Lemak berlebihan dalam waktu lama yang dapat mengganggu kesehatan akibat energi yang masuk lebih besar dibandingka. Energi yang dikeluarkan."Yudhi Adrianto, S.GzRD dari Persagi

dr M Siddik tengah & mas Yudhi kanan [dokpri]

"Sehat itu mahal dan harus diupayakan seperti mengistirahatkan mata sekitar 20 menitan setelah digunakan melihat Hp. Atau bangun dan berjalan keluar memandang lurus pada tanaman -tanaman yang hijau ini juga dapat dilakukan untuk merilekan kembali mata setelah hampir seharian digunakan menghadap komputer."dr. M. Siddik, SpM dari Perdami.

Gerakan lawan obesitas memang bukan gerakan yang hasilnya akan cepat. Tetapi kita butuh gerakan ini dengan didukung  kesadaran penuh sebagai masyarakat untuk terus melawan obesitas terutama usia produktif agar dapat menghasilkan SDM yang unggul.


Yuk jangan lupa :

1. Batasi asupan energi dengan membatasi konsumsi gula, lemak dan garam.

2. Meningkatka konsumsi buah dan sayur, dan

3. Melakukan aktivitas fisik rutin (minimal 30 menit sehari untuk anaka anak atau 150 menit dalam seminggu).

Jangan lupa lakukan pengukuran indeks massa tubuh ( IMT) dengan cara mengukur tinggi badan (TB) berat badan (BB) dan lingkar perut seriap bulan.

Karena ini adalah salah satu dari tantangan yang dihadapi melawan obesitas selain merubah perilaku gaya hidup, konsumsi buah dan sayur.

Gerakan lawan obesitas dilaksanakan secara simultan bekerja sama sengan organissi profesi, organisasi masyarakat, pergutuan tinggi, dunia industri dan media massa.

Jika gerakan ini dapat menjadi gaya hidup. Maka diharapkan pada tahun 2025-2035 Indonesia akan benar-benar dapat mengalami bonus demografi karena jumlah kelompok usia produktif yang meningkat tajam memiliki kesehatan yang baik sehingga dapat menghasilkan pemasukan bagi negara.

1 comment :

  1. Wah, makasih banget ini ilmunya mbak. Sebenernya aku juga lag8 berjuang nih untuk mengembalikan BB ideal. Sedih banget masih stuck aja semenjak 2 tahun lahiran. Huhuhuhu

    ReplyDelete