Ibu sebagai Penguat dan Pemersatu Keluarga



 "Tak ada hal yang lebih menyenangkan, selain menimbulkan senyum di wajah orang lain, terutama wajah yang kita cintai". 


Membaca kutipan di atas, otomatis membuat kita langsung membayangkan betapa penuh kasih sayang pembuat tulisan tersebut. Penulisnya tak lain adalah pahlawan perempuan Indonesia, R.A Kartini. Tulisan tersebut adalah salah satu dari sekian banyak tulisan R.A Kartini. Ternyata sosok pahlawan emansipasi perempuan Indonesia ini tidak saja menyuarakan tentang perjuangan kesetaraan gender tetapi juga menyampaikan pemikiran dasar tentang peran seorang perempuan bagi orang lain terutama bagi keluarga.


ibu perlu me time [dokpri]

Ibu dalam sebuah keluarga memiliki peran yang sangat multikompleks. Di awal terbentuknya sebuah keluarga, seorang perempuan berperan sebagai isteri sekaligus partner sang suami dalam segala hal. Peran ini bertambah saat sebuah keluarga dikaruniai tambahan anggota yaitu anak. Label awal sebagai isteripun bertambah dengan sebutan Ibu. Dengan kasih sayangnya Ibu membesarkan anak anaknya. Peran seorang Ibu pun terus bertambah seiring berkembangnya anak-anak. Mulai dari pendidik anaknya, chef buat keluarga sampai dengan menjadi teman ngobrol anak-anaknya.


ibu dan anak itu tak terpisahkan [dokpri]

Di tengah situasi saat ini di mana pandemi Covid 19 sedang melanda Indonesia dan mengharuskan kita melakukan banyak aktifitas dari rumah, peran seorang ibu sangatlah diperlukan dan signifikan. Hal yang paling mudah dicatat adalah peran sebagai pendidik bagi anak-anaknya. Mendidik di sini bukan hanya berhubungan dengan belajar di rumah atau LFH ya moms...tapi jauh lebih kompleks. Eits jangan buru-buru parno duluan ya kalau baca kata kompleks. Kompleks dalam arti memang banyak pekerjaan rumah yang harus seorang ibu urus. Tetapi kalau semuanya dijalankan dengan perasaan senang,dijamin akan enjoy...


ibu dengan latar profesi berbeda yang saling dukung [dokpri]

Seorang ibu dituntut untuk bisa menjadi contoh perempuan yang dengan kasih sayang dan kelembutan yang menjadi basic gift mampu merangkul anggota keluarga dengan harmonis. Mampu memberikan pelajaran kehidupan bagi anak-anaknya dengan contoh-contoh konkrit dan praktek yang se-smooth mungkin agar anak dapat mengerti dan paham tanpa merasa dipaksa. Seorang ibu dituntut untuk dapat menyajikan makanan yang sehat dan bergizi agar kebutuhan nutrisi keluarga tercukupi. Seorang ibu dituntut untuk dapat mengambil peran sebagai teman bagi anak-anaknya sehingga tumbuh kembang anak beserta permasalahamnya dapat ditangkap dengan baik. Dan masih banyak lagi tuntutan-tuntutan lainnya. 

Dengan banyaknya tuntutan di atas, bagaimana seorang ibu/perempuan mengambil sikap? Bagaimana caranya agar semua keahlian tadi mereka miliki? Di sini lah apa yang dulu duperjuangkan Kartini dapat kita rasakan manfaatnya. Pendidikan. Sekarang ini, seorang perempuan bisa membentuk dirinya menjadi apa saja yang diinginkan. Berbagai kesempatan sudah terbuka luas. Seorang perempuan dapat mengejar ilmu sampai level tertinggi yang sama dengan level pendidikan seorang laki-laki. Dengan keilmuan yang dimiliki inilah perempuan dapat membangun kecerdasan anak-anaknya dengan menjadi mentor di rumah.

Namun demikian,untuk menjadi perempuan yang memiliki ilmu yang tinggi tidak harus selalu didapat melalui pendidikan formal. Dalam perkembangan teknologi yang serba canggih seperti sekarang, berbagai pembelajaran untuk memperkuat kemampuan seorang perempuan amat sangat mudah didapat. Contoh simplenya adalah memasak. Sebagai kegiatan rumah yang umumnya menjadi tanggung jawab seorang ibu, memasak dibilang kegiatan yang harus mampu dilakukan perempuan. Atas dasar keinginan untuk dapat memberikan nutrisi yang baik dan bergizi bagi keluarganya, banyak perempuan yang awalnya tidak bisa memasak namun saat menyandang status sebagai istri atau ibu mendadak  bisa menjadi chef handal.

Mainset. Inilah yang perlu dibuka dan diupgrade secara terus menerus. Seorang perempuan yang memiliki keinginan kuat untuk bisa berdaya bagi orang lain maupun keluarganya adalah perempuan yang selalu open-minded terhadap apapun yang terjadi di sekelilingnya. Kemampuan menyaring hal-hal yang penting dan berguna akan terefleksi dari sikap, perbuatan dan keputusannya dalam mengurus keluarga. Pada akhirnya kualitas sebuah keluarga akan banyak ditentukan oleh kemampuan seorang isteri/ibu dalam mengambil perannya. Sebuah keluarga yang sehat, harmonis dan berwawasan luas terbentuk dari peran seorang perempuan yang kuat yang mampu menyatukan anggota keluarga dengan kasih sayang dan wawasan keilmuan mumpuni yang dimilikinya.

Menjelang hari Kartini saya sangat mengapresiasi keberadaan komunitas ibu ibu doyan nulis karena dari sinilah kita dapat melihat bagaimana ibu sebagai penguat dan pemersatu keluarga dapat memberdayakan dirinya secara utuh dengan berbagai latar belakangnya. Proud of U moms!

22 comments :

  1. Semua ibu itu hebat! Bagaimanapun kesulitan yang dihadapi, keluarga menjadi nomee satu, dan butuh banget dukungan dari ibu-ibu yang lain ataupun komunitas perempuan

    ReplyDelete
  2. pengalaman pribadi nih mba dalam keluargaku, kalau anak-anaknya pada ribut pasti ibu yang menjadi penengah agar kami bisa kembali bersatu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, ibu itu asyik...ya memainkan perannya. Ada saat lembut ada saat intonasi naik beberapa oktaf hahaha

      Delete
  3. Ibu memang segalanya sih menurutku, bisa menjadi apa saja. Bener ya ibu itu mampu menyatukan keluarga dengan kasih sayang

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kak, bayangkan dulu belum mengenal ilmu parenting tapi naluri kasih dan sayang yang diterapkan.

      Delete
  4. Setuju mba..ibu adalah sokoguru dlm sebuah rumah tangga. Saluut utk ibu2 aktif yg tetap menjadi ibu terbaik di kelg masing2..

    ReplyDelete
  5. Ibu itu istimewa. Sosok perempuan yang unik dengan segala kemampuannya. Selain itu juga dikenal multitasking, dandan b mengerjakan banyak hal dalam waktu bersamaan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. tepat kak...lari ke ibu rasanya nyaman ya hahaha...peluk deh

      Delete
  6. Ibu itu lebih kuat 10x lipat dari bapak ya ka kalau utk urusan anak

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kak...istilahnya mau nenteng 10 anak aja ayo aja ibu itu

      Delete
  7. Ibu itu memang tangguh dan berkahnya seorang anak ada pada doa ibunya

    ReplyDelete
  8. Peran Ibu dalam keluarga nggak main-main ya, kak. Ibu juga membentuk karakter anak-anaknya dan sebagai pusatnya keluarga. Kalo nggak ada Ibu, pastinya bakalan oleng lah kapal keluarga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya makanya agamapun mengjarkan hormati ibumu...ibumu...ibumu...

      Delete
  9. Semoga gak ada lagi tuuh...war-war ga penting masalah sepele, seperti Working mom dan Ibu rumah tangga. Ibu menyusui dan Ibu tidak menyusui.

    In syaa Allah,
    Semua ibu sudah berusaha memberikan yang terbaik untuk keluarga.

    ReplyDelete
  10. Kasih sayang ibu sepanjang masa deh pokok nya.. Jadi kangen rumah kan aku mbk hehe. Semoga kita semua sehat-sehat

    ReplyDelete
  11. Kasih sayang ibu sepanjang masa dan aku aja dirumah selalu perhatiin mama, karena doa2 dia selalu di ijabah

    ReplyDelete
  12. Peran ibu memang tiada duanya ya kak, selalu hebat dengan segala kondisi untuk menjadi teman bagi anak ya..

    ReplyDelete
  13. Ibu memang gabisa digantikan dengan apapun :)

    ReplyDelete
  14. menarik dan inspiratif banget :)

    ReplyDelete