Tetap Waspada Walau Di Rumah Aja


Nggak terasa ya sudah sebulan lebih kita mengikuti anjuran pemerintah untuk beraktivitas mulai dari bekerja, sekolah dan beribadah di rumah aja. Sampai saat ini pandemi Covid 19 masih menjadi perhatian utama hampir seluruh negara di dunia. Semua negara mengerahkan segala daya upayanya untuk bisa meminimalisir penyebaran virus tersebut sehingga jumlah orang yang terpapar dapat ditekan dan pada akhirnya semakin banyak PDP yang sembuh.



Di rumah aja tetap olah raga [dokpri]

Saat mendengar berita tentang Covid 19 yang menyebar secara masif di Wuhan Tiongkok, saya bisa dikatakan masih menganggap sebagai wabah lokal yang mungkin tidak akan sampai ke Indonesia. Dan pun sampai ke Indonesia, awalnya saya menganggap virus ini seperti influenza biasa dan tidak mematikan. Namun pemikiran ini berubah tatkala Wuhan memberlakukan lockdown dan virus mulai menyebar ke negara lain di luar Tiongkok.
Melihat bagaimana sangat seriusnya pemerintah Wuhan menangani wabah yang menyerang wilayahnya membuat saya mulai khawatir apabila virus Covid 19 masuk ke Indonesia.

Pertengahan Maret kemarin menjadi momentum yang cukup mengagetkan sekaligus menakutkan bukan hanya buat saya, namun untuk seluruh masyarakat Indonesia saat Pak Joko Widodo mengumumkan bahwa terdapat 2 WNI yang dinyatakan sebagai PDP Covid 19. Saya pun mulai mencari informasi yang terkait dengan virus ini. Bagaimana metode penyebaran dan apa saja gejala-gejalanya. Ke-2 hal itu yang menjadi perhatian khusus saya.

Di rumah aja tetap jaga kesehatan [dok Halodoc]

Ternyata virus Covid 19 COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jenis coronavirus yang baru ditemukan. Ini merupakan virus baru dan penyakit yang sebelumnya tidak dikenal sebelum terjadi wabah di Wuhan, Tiongkok, bulan Desember 2019. Disinyalir bahwa virus ini berasal dari kelelawar. Namun sampai saat ini belum ada informasi yang pasti bagaimana virus itu dapat berpindah ke tubuh manusia.

Adapun  Gejala Virus Corona yang paling umum adalah demam, rasa lelah, dan batuk kering. Ada pula pasien yang mengalami rasa nyeri dan sakit, hidung tersumbat, pilek, sakit tenggorokan atau diare, Gejala-gejala yang dialami biasanya bersifat ringan dan muncul secara bertahap. Namun yang membuat saya agak was was saat mendengar bahwa beberapa orang yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala apa pun dan tetap merasa sehat. Saya juga mendapatkan informasi bahwa orang-orang lanjut usia (lansia) dan orang-orang dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya seperti tekanan darah tinggi, gangguan jantung atau diabetes, punya kemungkinan lebih besar mengalami sakit lebih serius. Mereka yang mengalami demam, batuk dan kesulitan bernapas dianjurkan untuk segera mencari pertolongan medis.


Aplikasi Halodoc [dokpri]


Suatu hari saat bangun tidur dan berencana akan memulai aktivitas di rumah, kepala saya terasa berat dan tenggorokan saya seperti terbakar. Saya mengingat- ingat kegiatan apa saja yang telah saya lakukan dalam kurun waktu 14 hari ke belakang. Menurut informasi orang yang terpapar virus akan mulai menunjukkan gejalanya di kisaran hari ke-14. Hasil ingatan saya, saya tidak merasa melakukan kegiatan yang bisa memicu saya terpapar virus Covid 19 ini. Meskipun demikian saya tetap harus memastikan sebelum semuanya terlambat. Walau pun banyak himbauan yang menganjurkan untuk memeriksakan diri apabila merasakan gejala-gejala tertular virus Covid 19, saya tidak punya nyali untuk memeriksakan diri ke rumah sakit atau klinik. Saya menganggap kalau saya mendatangi rumah sakit/klinik untuk berkonsultasi dengan dokter, justru membuka peluang saya terpapar karena rumah sakit/klinik tempatnya orang sakit.

Untung saya pernah mendengar bahwa ada konsultasi dokter di Halodoc. Layanan ini sangat membantu saya karena saya bisa berkonsultasi kapanpun tanpa harus mendatangi rumah sakit. Di Halodoc kita bisa berkonsultasi tentang keluhan yang kita rasakan dan pastinya akan ditangani oleh dokter dokter profesional yang akan memberikan jawaban serta diagnosa sesuai keluhan kita.


Alhamdulillah setelah berkonsultasi ke dokter via Halodoc, ternyata kemungkinan saya terkena radang tenggorokan. Sayapun disarankan untuk lebih banyak meminum air hangat dan menghindari makanan yang berminyak. Lega rasanya. Kekhawatiran pun hilang. Jadi di tengah situasi seperti saat ini yang semua serba dianjurkan untuk dilakukan di rumah, Halodoc sangat membantu dan menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan medis yang pastinya sangat diperlukan oleh kita semua.


Saya pun berusaha untuk selalu mengikuti anjuran pemerintah untuk semaksimal mungkin tidak keluar rumah kecuali ada hal- hal yang mendesak. Sejak pandemi Covid 19 menjadi masalah serius terutama di Jakarta karena kebetulan saya berdomisili di Jakarta yang menjadi zona merah penyebarannya, ditambah pemberlakuan PSBB di Jakarta yang diikuti kota kota lainnya di Indonesia, saya hanya keluar untuk membeli kebutuhan sehari -hari saja seperti sembako dan kebutuhan kebersihan rumah dan tubuh. Anjuran untuk memakai masker saat keluar rumahpun selalu saya taati. Menerapkan pola hidup bersih juga saya lakukan. Singkatnya semua hal yang sifatnya mencegah terpapar atau menularkan virus Covid 19 saya ikuti. Hal ini saya lakukan karena sadar bahwa pandemi ini bukan hanya memerlukan perhatian dan usaha dari pemerintah atau instansi kesehatan saja tetapi kita sebagai masyarakat pun punya andil yang besar dan sangat mudah dilakukan yaitu dengan beraktivitas seperti bekerja, belajar dan beribadah di rumah saja.

27 comments :

  1. Sejak virus corona merebak, mulai menjaga kesehatan banget hehe.. Dengan halodoc membantu banget yah :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah iya yang tadinya anggap remeh ya kayak cuci tangan. Iya kak bisa konsul masalah kesehatan cepat

      Delete
  2. Bismillah ya Allah semoga corona lekas hilang dari muka bumi ya Mba Gita
    biar kita kembali beraktivitas, tanpa rasa cemas.
    Alhamulillah ada halodoc pula, jadi aman ga perlu keluar rumah kitanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba semoga sikon cepat pulih ya bisa bikin nyaman aman lagi kita semua

      Delete
  3. Akupun awalnya gak nyangka akan jadi pandemi. Tapi sudah terjadi, sekarang manut aja untuk tetap beraktivitas di rumah. Semoga wabah ini segera berakhir. Ammin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya...banyak hal yang bisa kita lakukan ya dan online juga membantu semua kebutuhan kita

      Delete
  4. Ya Allah, sempat deg degan juga ya kak Gita .. Alhamdulillah bisa langsung ketahuan bahwa itu radang tenggorokan.

    dengan patuh pada anjuran pemerintah untuk tidak ke mana mana dulu, membantu kita juga aware dengan kesehatan diri sendiri, plus bisa dengan yakinnya mengatakan bahwa kita memang tidak ke mana pun yang berakibat bisa tertular covid 19

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba Tanti, saat sikon gini jadi sangat manusiawi ya was was pun paham harus tetap yang terdepan. Hehe

      Delete
  5. Iya, ya. Kita dirumah untuk saling melindungi. Melindungi keluarga dan orang yang berpapasan dengan kita. makanya harus teap waspada.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar mba Susi karena kita nggak tahu detail kan ya orang itu dari mana dan habis bertemu atau beraktivitas apa

      Delete
  6. Waktu anakku, Fakhri sakit chikungunya, aku baca2 info tentang penyakit tersebut di Halodoc, ternyata lengkap banget ya. Sekalian lihat info virus corona biar kita makin paham gejala dan cara penanganannya. Mantap pisan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih teh Nurul udah mampir juga ya semoga bermanfaat

      Delete
  7. iyaa udah lama ya kita ga kemana2, ga nyangka banget 2020 jadi tahun penuh ujian kayak gini, mudah2an lekas berlalu si corona

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin nggak ada yang kebetulan ya mba. Allah mau kita semua ibadah bekerja dan belajar dirumah aja dulu

      Delete
  8. Meskipun di rumah aja tetap semangat jaga kesehatan ya mbak Gita. Dan smg pandemi ini segera berlalu. Aamiin

    ReplyDelete
  9. Dirumah tenyata menyenangkan juga... semoga selalu sehat dan pandemi ini cepat berakhir, aamiin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah iya ternyata akhirnya ya jadi biasa aja. Anggap aja sikon ini diteruskan dengan seperlunya aja keluar kira kira pada mau nggak ya?

      Delete
  10. Aku pun sempat mengalami keluhan pada bagian tulang belakang, Kak. Merasa nggak nyaman datang ke fasilitas kesehatan, aku ingat ada aplikasi Halodoc. Konsultasi online, deh. Prosesnya lancar banget. Semua pertanyaanku dijawab dengan sangat lengkap.

    Wis, pokoknya di masa pandemik begini sih, kalau keluhan ringan aja, aku pilih ke Halodoc dulu aja.

    ReplyDelete
  11. Alhamdulillah ya Mbak Gita, di situasi yang kita sulit ke dokter/rumah sakit seperti ini, ada Halodoc yang bisa ditempati konsultasi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Walaupun di rumah saja, kita tetap harus mengantisipasinya ya, salah satunya bisa dengan menggunakan aplikasi Halodoc

      Delete
  12. Mencengangkan melihat grafik penyebaran dan pasien yang terus bertambah di negeri ini
    Semoga Pandemi ini lekas berakhir
    Selama masa himbauan di rumah aja bersyukur ada yg praktis untuk mencari segala info seputar kesehatan kaya Halodoc

    ReplyDelete
  13. Duh..pasti sdh deg2an banget wktu wkt y mba..untung bisa Konsul dokter dari rumah..

    ReplyDelete
  14. Alhamdulillah ya Mba Gita, kalau ada Halodoc begini aman deh ya
    ngggak perlu keluar rumah konsultasi aja dulus ama dokter via aplikasi halodoc

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, tuh. Aku pun sangat terbantu dengan aplikasi Halodoc ini. Ngeri pergi ke fasilitas kesehatan, huhuhu ...

      Delete
  15. Yang dicari selama ini akhirnya ketemu juga, terima kasih ya kak

    ReplyDelete
  16. Kelihatannya recommended banget buat dicoba

    ReplyDelete