UMKM Si Tahan Banting Di Saat Pandemi

7 comments

"Paket...paket..."! Teriakan si abang dari layanan jasa antar barang biasa kita dengar dan terkesan biasa saja, tidak ada yang istimewa. Tapi kalau direnungi sedikit lebih dalam, si abang tadi dengan teriakan yang khas sudah ikut berperan dalam perputaran roda perekonomian di masyarakat lho. Keren kan. Kok bisa? Bisa dong. Paket-paket yang dikirim adalah bagian akhir dari transaksi jual beli yang terjadi, umumnya melalui marketplace atau sosial media lain.


Freepik 


Semakin sibuk jasa layanan pengiriman barang mengindikasikan semakin banyaknya transaksi yang terjadi, yang berarti bahwa penjualan barang- barang dalam kategori bisnis umkm pun meningkat. Dan ujung-ujungnya fenomena di atas menggambarkan bahwa kegiatan perekonomian masyarakat berjalan dengan baik.

Menyinggung bisnis umkm, tetiba jadi teringat seorang teman yang kembali ke kampung halamannya di Pekalongam untuk memulai bisnis jualan pakaian batik. Bermodalkan keahlian menjahit dan adanya sumber bahan baku kain batik yang melimpah di daerahnya, mulailah sebut saja namanya Ratna berbisnis.

Dokpri

Penjualan secara online dipilih karena keterbatasan modal untuk menyewa tempat guna menjajakan dagangannya. Pemasaran ke lingkungan keluarga, teman dan kerabat melalui jaringan sosial media menjadi awal dimulainya bisnis yang sekarang sudah berkembang dengan omzet yang lebih dari cukup untuk Ratna memenuhi kebutuhan hidup keluarga kecilnya. 

Pun kondisinya saat ini sudah dapat dikatakan mampu untuk menyewa ruangan untuk berjualan, kenyataannya hal ini tidak dilakukan.

Ada beberapa alasan yang menjadi pertimbangan. Pertimbangan paling utama tentunya biaya sewa sendiri. Biaya yang dikeluarkan apabila menyewa tempat, bisa digunakan untuk tambahan modal memperluas bisnis. Selain itu kepraktisan berbisnis via online masih menjadi pertimbangan utama. Selain 2 alasan tadi, jangkauan tanpa batas yang ditawarkan bisnis online sangat membantu pebisnis untuk memasarkan produk sekaligus menaikkan omzet penjualannya.

Dokpri


Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) pada kenyataannya merupakan bisnis yang tahan banting. Berdasarkan pengalaman yang terjadi sebut saja pada saat Indonesia mengalami krisis moneter periode akhir tahun 1999 sampai dengan awal tahun 2000, banyak bisnis berskala besar gulung tikar, namun kondisi ini berbeda dengan bisnis umkm. 

Dampak negatif tetap dialami pelaku bisnis umkm, namun mereka  dapat bertahan. Saat pandemi melanda, bisnis umkm kembali membuktikan kekuatannya. 

Kemampuan bisnis umkm mempertahankan eksistensinya tentu saja tidak lepas dari peran pihak lain. Pelayanan jasa pengiriman barang adalah salah satunya. Berkembangnya bisnis umkm secara online secara otomatis telah mendorong munculnya pemain-pemain baru dalam layanan jasa pengiriman barang. 
Dok. Kompasiana

Di sisi lain, bagi pemain lama hal ini menjadi sebuah tantangan. Salah satunya adalah JNE. JNE yang telah lebih dari 30 tahun berkecimpungan dalam usaha pengiriman barang, melihat pertumbuhan layanan jasa kirim barang ini menjadi suatu tantangan untuk terus maju dalam meningkatkan kualitas pelayanannya terutama dalam mendukung perkembangan bisnis umkm. 

Melalui outlet-outlet yang banyak tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia, JNE menjadi mitra penting bagi pebisnis umkm. Efisiensi waktu dan kecepatan pengiriman menjadi poin penting yang selalu menjadi perhatian JNE agar dapat berkontribusi membantu bisnis umkm. 


Dokpri



Berbagai program pun dibuat oleh JNE guna mendorong agar pelaku bisnis umkm dapat berkembang dan pada akhirnya JNE dan umkm menjadi mitra yang berkolaborasi secara profesional untuk maju dan berkembang bersama.


Nah kalau kamu punya pengalaman dalam mendukung umkm , jangan ragu untuk menceritakan pengalaman kamu di Content competition bersama JNE  yang waktunya diperpanjang hingga 31 Januari 2022.
Goodluck! 





Newest Older

Related Posts

7 comments

  1. Paling senang memang dengar kata paket...apalagi jika kita dapat dari saudara atau kawan. Wah senangnya. Salut semoga UMKM terus eksis dan makin maju. Salam hangat kak Gita. @depus.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ha ha ha , apalagi pandemi ya , sehari belanja berapa kali kak...

      Delete
  2. Aku mah tertarik jadi bagian pelaku UMKM yang berjualan online dengan memanfaatkan marketplace. Beberapa waktu lalu sempet ikut salah satu webinar dengan menghadirkan narsum yang konsisten jualan di OL shop dan beromset miliaran rupiah perbulannya. Ngileeeer hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah ha ha ha, bagian ngilernya emnag yang enak ya kak, semoga pandemi ini bikin makin banyak umkm muncul ya

      Delete
  3. Saya pernah nonton sejarah JNE, awalnya pengiriman barang tak sebooming sekarang. Pas ada e commerce dan tambah lagi pandemi, sangat membantu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah itulah ya kak, nggak pernah ada yang kebetulan ya

      Delete
  4. Kehadiran JNE ini kak Gita sangat membantu sekali bagi pelaku UMKM. Saya punya teman dia punya usaha di bidang keripik ungu. Produknya banyak dikirim keluar pulau Jawa,Sumatera dan Kalimantan.Semua terbantu dengan JNE. Barangnya sampai dengan aman

    ReplyDelete

Post a Comment