Belanja Sayur dan Buah di LOKBIN Pasar Minggu

Pepaya Mangga Pisang Jambu
Dibawa dari Pasar Minggu
Disana banyak penjualnya
Di Kota banyak pembelinya


Sepenggal bait-bait lagu di atas adalah untuk menggambarkan bagaimana Pasar Minggu dahulu di kenal sebagai penghasil buah-buahan. Kawasan yang masuk wilayah Jakarta Selatan ini pada masanya pernah tersohor dengan jambu bijinya (jambu klutuk)






Seiring dengan berjalannya waktu kawasan Pasar Minggu juga di kenal sebagai kawasan yang semrawut dengan pedagang kaki limanya juga pedagang sayur dan buah-buahannya yang hampir menguasai badan jalan masuk dan keluar pasar. Yang membuat macet kawasan ini sepanjang hari. Nyaris sulit rasanya untuk menata kawasan ini jadi tertib dan disiplin. 

Tetapi menyusuri kawasan Pasar Minggu, pada Minggu pagi 21 April 2018 saya melihat tak lagi banyak pedagang sayur dan buah yang biasa memenuhi badan jalan mulai dari kantor pos, pintu masuk hingga pintu keluar terminal dan juga sepanjang pinggir pertokoan-pertokoan  yang menghadap ke arah Stasiun. Aroma  bau sampah pun tak menyengat tajam seperti biasanya, karena tumpukan sampah yang mengunung di sekitar belakang terminal tak lagi saya temui. 





LOKBIN (Lokasi Binaan) Pasar Minggu yang tujuannya adalah untuk membina ketertiban para pedagang sayur dan buah sebenarnya sudah digaungkan sejak tahun 2012, tetapi karena tidak adanya binaan yang berkesinambungan maka area yang berada di belakang terminal ini terbengkalai, hanya beberapa lapak saja yang mengisi.


"Saya termasuk yang menghindar dari binaan ini karena tidak adanya konsistensi. Karena saya pedagang kecil. Padahal saya ingin seperti ini dari dulu, pembeli masuk ke dalam, jadi tidak ada rasa iri, karena yang di dalam yang dapat binaan justru sepi pembeli sementara yang "liar" di luar sepanjang jalan di biarkan. Pembinaan ini juga terus jangan kayak dulu-dulu paling bertahan seminggu atau sebulan" Pak Herman pedagang pisang sejak tahun 1995



Pak Didin pedagang sejak 2008 "Semoga ini bukan hanya sekedar tempat yang bagus. Karena harapannya dengan adanya tempat yang baru ini ada juga harapan penghasilan yang lebih baik lagi. Semua pedagang tidak ada lagi yang dipinggir jalan tetapi harus masuk ke blok biar nggak becek dan terlihat kumuh"

"Kami tidak ingin menyaingi pasar global tetapi ingin produk lokal itu ada harga dan martabatnya. Karena petani akan mendapat penghargaan plus hasil karyanya. Karena buah dan sayur di Lokbin ini pendistribusiannya adalah koperasi dari kita dan untuk kita. Dan petani tidak lagi menjadi "korban keganasan para tengkulak-tengkulak" Pasar Minggu dari tahun ke tahun memang faktor keindahan dan ketertiban yang sulit di dapat. Maka harus pemimpin yang menciptakan ini" tambah Pak Yoso pedagang jambu kristal.




Hari ini Pasar Minggu memang bebenah untuk lokasi binaan (LOKBIN) UKM sayur dan buah. Hadir dalam acara peresmian ini adalah bapak Wakil Gubernur DKI Jakarta yaitu Bapak Sandiaga Uno.

Semoga ketertiban ini akan terus berkesinambungan, karena tentu mereka-mereka yang tinggal atau biasa belanja di Pasar Minggu berharap jangan sampai kawasan ini hilang tergerus zaman.







Karena dulu dan sekarang itu sudah beda. Sebuah pasar tak lagi identik
dengan bau dan kesemrawutan. Tetapi orang akan merasa nyaman dan aman kalau semua kebutuhannya bisa diperoleh di tempat yang tertata rapi. Apalagi kalau ini adalah hasil dari para UKM yang ada. Tentu kitalah yang patut mendukung keberadaannya.

Ayo belanja sayur dan buah di Pasar Minggu.


20 comments :

  1. Wah gampang nih, kalau butuh buah segar, lokal buat hajatan. Kembali ke nostalgia. Pasar minggu aktif dan terkenal dengan buah buahan

    ReplyDelete
  2. Bisa aja mbak Gita nyicip buah diem-diem, wkwkjw.

    Harapan daku sama, biar pasar tradisional seperti ini terus bertahan, jangan kalah sama mall

    ReplyDelete
  3. Semoga saja terus ada pembinaan sehingga para pedagang betah untuk menempati area baru sehingga area Pasar Minggu tetap bisa tertata dengan rapi dan juga untuk membeli Lebih memahami untuk membeli bukan di pedagang liar sehingga ketertiban bersama bisa terjaga

    ReplyDelete
  4. bener banget mbak pasar sekarang lebih modern membuat kita lebih senang ke pasar karena tempatnya yang nyaman dan pasti harganya bisa di tawar.hehehe

    ReplyDelete
  5. Iya suka ikut sedih dan merasa tidak adil ketika pemilik jongko di dalam dibiarkan dan tidak mendapat konsumen sementara pedagang liar di luaran bisa bebas jualan dan mengambil hati konsumen yang malas gak mau melangkah. Kalau semua ditata adil, konsumen masuk ke wilayah pasar jadi yg punya jongko ada kesempatan untuk mendapat kunjungan konsumen secara merata...

    ReplyDelete
  6. Akh aku suka banget buat lokal loh, kayak jeruk, nanas, pisang, jambu merah. Bagus ya belanja klo tempatnya tertata apik dan jadi gak jember juga, banyak pasar tradisional kan suka ga rapi, pedagang dimana-mana bikin macet

    ReplyDelete
  7. Semoga bs terus bertahan ya Mba.. Tetap tertib dan rapi jd nyaman belanjanya jg :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aminn,,jadi enak ya kalau belanja di pasar tradisional,,lebih nyaman dan bebas bau hehe.

      Delete
  8. Iya pasar tradisional sekarang enak. Bersih bersih dan teratur. Dulu jaman saya kecil, paling males diajak mama ke pasar, karena pasarnya kotor penuh sesak. Tapi sekarang, saya paling suka kalau ke pasar.

    ReplyDelete
  9. Waaah, aku salfok sama Pak Sandi. Hehehehe. Btw, aku udah lama gak makan jambu batu kayak gitu. Di sini udah jaraaaang. Kudu ke emol belinya. Itu pun juga udah jarang ada. Padahal dulu, di depan rumah kakek ada. Aku suka manjat2 naek. Duh... kok jadi curcol. :)))

    ReplyDelete
  10. Wuaaa lama tak ke pasat minggu jadi lebih rapi ya mba. Setuju banget dengan program sperti lokbin ini jadinya ada edukasi juga buat para pedagang. Semoga pasar tradisional kita makin hari makin naik kelas ya.

    ReplyDelete
  11. Kemarin aku lewat Pasar Minggu.dan pedagang mulai banyak lagi yg berjualan di pinggir jalan dan meninggalkan LokBinnya.Sayang bgt sih padahal LokBinnya bersih dan nyaman

    ReplyDelete
  12. Juga seneng buah lokal..., Tapi kudu pinter pilah pilih juga.

    Jadi di lokbin ini buah lokal semua ya mba.., tapi lebih tertata dan rapi..bersih hingga banyak yang berminat untuk datang membeli.

    Bener juga pendapat para pedagang..kudu konsisten dan berkelanjutan. Kalo cuma sebulan dua bulan mending gak usah.

    Masyarakat malah seneng jualan tepi jalan.karena lebih dekat ke pembeli.

    ReplyDelete
  13. Aku juga suka belanja di pasar tradisional segala ada. Eh itu pisangnya unik banget digantung rapih begitu ya, jadi menarik pembeli nih.

    ReplyDelete
  14. Aamiin.. semoga tempat baru bisa menjadi penghasilan baru dan para pedagang semakin disiplin jualan buahnya ditempat baru. waktu aku kecil, memang pasar minggu terkenal banget pasar buah, beli buah ya kepasar minggu.

    ReplyDelete
  15. Produk lokal harus siap bersaing dengan produk luar..produk lokal menurut saya malah jauh bakteri yang aneh-aneh..gak pernah denger ada kasus begitua...berarti seharusnya produk lokal lebih aman ya

    ReplyDelete
  16. penutupnya bikin aku cengar-cengir.. soalnya dulu 'love and hate' klo diajak mama ke pasar tradisional. 'love' krn aku suka liat jejeran pedagang dgn aneka jualan warna-warni, apalagi biasanya abis belanja diajak makan enak. hehe.. tapi ya gitu deh 'hate' krn bau, becek, semrawut sempit dorong2an. semoga spt yg mba tulis di sini pasar tradisional makin nyaman dan kece yaaa

    ReplyDelete
  17. coba semua pasar tradisional kaya gini ya. masih ada beberapa yang masih kumuh, padahal seneng kalo di ajak kepasar sama ibu waktu kecil. soalnya suka jajanan pasarnya, tapi ogah-ogahan juga karena becek. hehe

    ReplyDelete
  18. beli sayur tempat nyaman gini? aku mau banget belanja kesanaaa

    ReplyDelete