Media Sosial Dalam Genggaman Bikin Hidup Lebih Nyaman



Selamat malam teman-teman

Agak telat nih saya menulis #BPN30dayChallenge2018 hari yang ke 5. Maklum hari ini lumayan agak sibuk di samping ada liputan di daerah BSD yang lumayan jauh dari tempat tinggal saya yang perbatasan antara Ciganjur dan juga Depok, sibuk juga chat di beberapa WAG berkaitan dengan liputan minggu ini dan juga beberapa job buzzer.





Makanya saat ini semua media sosial sudah menjadi anak buah dalam kantor saya yang bernama blog, saya mengistilahkan ini untuk FB (Facebook), IG (Instagram), Twitter dan Google Plus, tadinya punya juga Path. Tapi kan tutup ya? Ya sudah ini aja deh.



Dari semua media sosial yang ada ini, yang pertama kali saya cek ketika bangun tidur adalah WA, kenapa? Karena ada Grup keluarga saya takut kalau ada berita penting apa, atau sekedar berkirim kabar.  Juga grup-grup komunitas dan juga grup-grup liputan minggu ini dan ada juga beberapa yang berkaitan dengan pekerjaan yang semua mulai.dari brief, kemudian action di hari h dan terakhir eksekusi dalam bentuk report biasanya semua ada di grup WAG tersebut.

Awal-awal aktif ngeblog saya rajin sharing tulisan juga di grup-grup komunitas yang ada di Facebook, tapi entah kenapa saya merasa nggak maksimal feedbacknya untuk blog saya. Sampai akhirnya saya memilih Google plus dan Twitter  aja untuk share tulisan saya dan ini lebih berdampak pada PV (Page Viewer) saya. Gaya dah hahaha



Saya juga memaksimalkan blog melalui list tulisan dalam grup whatsup yaitu dengan saling berkunjung pada blog-blog yang ada dalam list setiap hari-hari tertentu. Mengenai BW (Blogwalking) ini saya pernah dapat masukan dari salah satu kontributor BP yaitu mba Alaika "Pokoknya git di BW balik atau nggak kamu jangan pikirin, karena dampak baiknya buat kita sendiri" kata mba Al dalam satu pertemuan di Jakarta.

Tapi memang terbukti juga sih rajin BW, DA/PA saya jadi lumayan sekarang 30/38. Kalau Facebook saat ini banyak saya gunakan untuk, kalau nggak share link tulisan, kadang event, atau ya buat suka-suka saya aja bikin status dari yang serius, jail dan konyol, tergantung mood dan lagi apa aja saya saat itu. Asyik ajalah.

Saya suka main twitter juga karena kayak nyampah aja ada yang twittnya jadi TT (Trending topic) ya? Dahsyat euy! Twitter kan sebelumnya sempat ada rumor ya  bakal ditinggalkan penggunanya. Tetapi sekarang malah luar biasa dampaknya apalagi buat brand-brand yang ingin melakukan campaign dari mulai launching produk, Clear sale sampai yang nyaleg. Luar biasa deh. Dalam sekejap target dalam genggaman tangan. Gaol jualan berhasil kan. He he

Lain lagi Instagram (IG) saya justru tertinggal bikin, karena ketika teman-teman siaran dulu mulai menggunakannya, saya abaikan aja, ah entar ajalah kebanyakan medsos (media sosial ) bingung, mau ngapain aja sih. Ternyata oh ternyata  ini justru sekarang menjadi salah satu media sosial yang gencar digunakan ya dari rakyat jelata kayak saya sampai selebgram dalam dan luar negeri untuk branding personality. Branding saya be your sefl aja hahaha

Ternyata mau tidak mau suka tidak suka saya menghadapinya 4 media sosial di atas tadi sebagai anak buah yang perlu saya manage dengan baik. Dalam arti kapan saya harus memerintahkan buka IG, FB dan Twitter. Saya nggak mau di balik alias di perbudak mereka "ayolah git komen tuh status teman yang lagi nyinyirin orang, atau entar aja git liputan masih lama berselanjar aja dulu baca-baca gosip yang ada.  Lah CEOnya kan saya, maka semua medsos harus dalam kendali saya 

Saya tipe yang nggak peduli juga orang mau buat status apa dan sedang meributkan apa bahkan nyinyir terhadap siapa. Apa ya? Saya kok melihatnya ya karena belum paham aja bagaimana menggunakan media sosial. Padahal kalau media sosial dalam genggaman kita asyik lho. Jangan sampai di balik dia yang menguasai hidup kita, Gawatlah. Karena sekali lagi apa yang kita tulos itulah kita. Mau kalem atau manis pas ketemu tapi kalau di medsos suka nyinyir ya itu yang "ngebranding" tanpa sadar.

Jadi kalau lagi PMS baiknya sih jangan buka medsos deh hahaha apalagi kalau lagi galau. Karena status-status yang sedang bersliweran akan membaperkan seseorang.

Satu lagi jangan kita umbar apa yang menjadi privasi kita, karena kalau kita umbar berarti siap menerima feedback, entah baik atau justru sebaliknya. Siap nggak?

Genggam media sosial buat hidup kita, tapi jangan biarkan ia (medsos) menguasainya, Setuju?

No comments :

Post a comment