Mimpiku itu sudah kayak baca buku Harry Potter



Assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tiba- tiba saya kayak naik burung Pelican besar menuju Mall.

Sampai di mall saya masuk ke sebuah ruang Spa dan lansung di sambut terapis dengan ramah sambil  memberikan satu stel baju kimono yang harus saya pakai.
[dok google]

Saya pun bergegas memakainya dan langsung tiduran dalam ruangan yang tidak terlalu besar tanpa penyekat ini. Jadi antara saya dan beberapa orang yang sedang rebahan di situ bisa saling melihat.

Saya melihat dengan jelas orang yang lalu lalang juga tanpa merasa terganggu dengan pemandangan kami yang berbaring santai di sudut ruangan. Pun sebaliknya bagi kami yang pada asyik rebahan.

Suasananya ramai dan saya melihat juga ada yang sedang di pijit dan beberapa terapis lain ada yang sedang ngobrol santai dengan sesama terapis.

Burung Pelican [dok wikipedia]


Kira-kira satu sampai dua jam saya dalam ruangan tersebut saya bertanya pada salah satu terapis " mba yang datang ke sini selalu melakukan perawatan "?

"Nggak selalu karena banyak yang nggak tahu" jawab terapis yang tepat ada di depan saya.

Oh, okey. Dalam batin saya, nggak masalah dong ya kalau saya tidur-tiduran di sini sambil buka-buka handphone tapi tidak melakukan perawatan tubuh apapun. Aman lah.

Selang beberapa saat kemudian saya ingat " Ya Allah anak saya ya Allah" Saya seperti di ingatkan anak saya yang entah lagi dimana, karena tadi rasanya saya mengajaknya ikut ke mall.  Saya mulai panik dan bergegas bangun karena seingat saya kuota anak saya habis, dan pasti dia tidak bisa berkirim kabar bertanya tentang saya yang ada dimana. Karena ini sudah menjadi kebiasaanya. Pun jalan bareng dan berpisah dengan tujuan masing-masing ia pasti akan tanya "mama dimana"? Aku di couter sepatu A nih contohnya.


Key, my son [dokpri]

Duh ya Allah, saya segera bangkit dan buru-buru mau ganti baju. Tiba- tiba ada 4 terapis datang lengkap dengan baki di tangan untuk merendam kaki saya dan juga bahan- bahan terapis lainnya. Saya melihat sekilas juga kayak ada es kelapa muda dengan kelapa dan serabutnya lengkap.

Saya bilang maaf mba nggak jadi anak saya menunggu. Keluar ruangan saya langsung cari dengan me-redial nomor telpon anak saya. Dan saya juga coba telpon nomor-nomor yang muncul. Nggak ada reaksi apapun semua nomor. Senyap! "Ya Allah kamu di mana nak, maafkan mama ya asyik tidur-tiduran tadi"guman saya. Saya sampai minta tolong kepada  bapak-bapak yang seperti sedang duduk-duduk di emperan untuk membantu mencarikan nomor anak saya yang mana? Yaitu dengan menyodorkan handphone saya. Satu dua orang mengelengkan kepala sambil mengembalikan handphone tanpa berkata apa-apa.

Hasilnya nihil! Saya berjalan lunglai dan berfikir "Akh Key (nama anak saya)  pasti sudah pulang lebih dulu kamu ya"? Hibur saya. Karena dia tahu kalau mamanya masih mau muter-muter di mall"saya makin berusaha menenangkan hati.

Sambil berjalan, saya melihat sebuah ruangan seperti kamar hotel. Saya masuk dan rebahan sambil kembali saya utak-atik hanphone.

Kira-kira ini sudut ruang dalam mall [dok google]


Sekitar 15 menitan tiba-tiba saya kaget karena pintu ada yang buka. Pas saya liat ternyata salah satu terapis yang ada di Spa tadi, karena saya ingat dari warna seragamnya yaitu pink tapi soft banget.

Terapis itu langsung tiduran di sebelah saya. Saya ya cuek aja dengan tetap main handphone tetapi ekor mata selalu memperhatikan gerak geriknya.

Melalui ekor mata saya, saya seperti melihat terapis ini seperti sedang melakukan sesuatu terhadap lengan kirinya. Dan sekali- sekali saya melihat ia tersenyum ke saya tapi nggak bilang apa apa.

Selang beberapa jam saya bangkit dan bilang ' ok mba saya permisi ya mau pulang karena keluarga dan anak saya pasti sudah menunggu lama nih, udah lama juga saya di mall ini.

Terapis ini kemudian bangkit dari tidurnya juga dan yang bikin saya kaget dia langsung meraih tangan saya dan menahan saya keluar kamar.

"Apa-apa an nih mba, saya berusaha melepaskan tangan saya yang di genggam cukup erat. Dan saya melihat darah mengucur deras dari lengan kanan bagian atas.

"OMG dia tadi ternyata diam-diam asyik mengores-goreskan lengannya dengan silet ya" batin saya.
Wah gila nih, kalau gue seret si mba ini keluar pasti gue dituduh melakukan penganiayaaan. Oh gini toh modus baru buat memeras orang, pikir saya.

Saya terus berusaha melawan dan akhirnya saya berhasil keluar kamar. Sambil tergopoh-gopoh saya terus berlari dengan cepat.Saya berpapasan  juga dengan beberapa pria seperti orang-orang India. Mereka berusaha menghalangi langkah saya yaitu dengan melempar ular-ular. "Ini pasti ganknya" teriak saya sambil menghindari ular-ular ini.

Akhirnya saya lega udah ada di terminal bus yang di penuhi bunga-bunga sakura cantik. Dan juga jajaran bus-bus yang rapi berjajar yang akan membawa saya pulang.

Saya terbangun dari tidur jam 8.30 wib hari ini dengan tersenyum dan terasa capek. Hahaha habis subuhan tadi saya memang tidur lagi karena libur kan hari ini? Yaitu Maulid Nabi Besar SAW.

Dan memang nggak kemana-mana. Karena rencana awal mau meeting dengan klien batal karena sebagian dari mereka ke luar kota.

Masih ingat tadi bada subuh shalawat bergema untukmu ya Nabi salam alaika ya Rasul salam alaika. Semoga semua dalam keselamatan. Aamiin

Saya tulis ini hanya 5 menit tepat terbangun dengan handphone. Mimpi kata orang adalah bunga tidur, tapi rasanya jangan tidur bada Subuh atau Ashar kali ya?
Klik! Saya publish di jam ini. Dan segera mandi.

17 comments :

  1. Kalau ga ditulis segera, mimpi sendiri pun suka lupa. Padahal seru dan ceritanya unik. Saya sering menuliskan mimpi tapi di medsos, orang kira saya lagi buat fiksi, hehehe...

    ReplyDelete
  2. Iya langsung aku tulis dengan cepat Ty biar nggak ilang ingatan tadi ngapa2in aja dalam mimpinya hahaha

    ReplyDelete
  3. Ya Ampun ka Gita... mimpinya ko seperti sinetron ya.. yang ngga jelas tapi bikin deg-degan.. semoga hanya mimpi saja ya ka, semoga kita semua senantiasa dalam lindungann Nya, dijauhkan dari hal-hal tidak baik. Jadi memang benar ya, tidak diperkenankan tidur selepas shubuh dan ashar.. thanks for sharing mimpinya ya ka gita.. virtual hug

    ReplyDelete
  4. Hahaha iya bangun kaget Teryata udah siang. Perasaan tadi shalawatan habis Subuh. Aamiin makasih ya udah mampir

    ReplyDelete
  5. Nah..ada aja ya mimpi kurang mennyenangkan utk waktu2 yg dilarang. Saya berapa kali juga pernah ngalamin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak, kadang aku udah diingatkan jangan tidur lagi ya suka lupa apalagi misal masih mau leyeh2 santai huja pagi pula hahaha

      Delete
    2. Iya kak, kadang aku udah diingatkan jangan tidur lagi ya suka lupa apalagi misal masih mau leyeh2 santai huja pagi pula hahaha

      Delete
  6. Waduh...hehe.. saya ga pernah mimpi sampi ditulis Mba emng resikonya jd lupa heu...tapi biarlah cuman mimpi ini. Rajin amat Mba Gita mah...:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha ini bangun senyum2 kaget langsung nulis aja dengan cepat mumpung jalannya cerita masih lengkap hahaha

      Delete
  7. Mimpi adalah bunga tidur itu benar. Yang penting kalau mimpi jelek, meludah ke sebelah kiri biar tenang

    ReplyDelete
  8. Mimpinya complicated banget ya mom... Tapi ngga usah dicari artinya. Ntar mikirnya malah macem macem. Klo fibiarin lama bisa jadi novel kali ya hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha bisa jadi kalau belajar di kembangkan. Ini pointer2nya aja

      Delete
  9. Melongo saya Mbak. Ini mimpinya kayak bikin saya ngebaca cerita fiksi. Itu padahal cuma sebentar ya Mbak tidurnya. Dan emang bener sih ya, kalo abis subuh dan ashar tu jangan tidur. Cuma kalau abis begadang, saya suka nggak kuat nahan ngantuk dan akhirnya tidur deh. Hehehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha makanya segera aku tulis dengan cepat biar masih ingat apa apa aja . Sama aku kalau santai bada zhuhur aja curi tidurnya. Tapi ya gimana habis subuh ngantuk banget kadang.

      Delete
  10. Wah, ngeri dan menegangkan ya..untung cuma mimpi mba..

    ReplyDelete