Akhirnya wacana grup WA bertahun-tahun terwujud. Berangkat Kamis malam tanggal 22 Oktober, pulang Minggu malam tanggal 25 Oktober 2026 , dengan koper penuh cerita.
![]() |
| villa Menur Kahiyang (dok villa ) |
JUMAT - Hari Budaya.
Perjalanan kami dimulai dari tempat paling syahdu, Museum Ullen Sentalu.Di hutan Kaliurang yang sejuk berkabut, kami menyelami kisah Putri Keraton yang lembut tapi kuat. Persis seperti kami, 15 perempuan dengan 15 isi kepala yang beda-beda. Ada yang keras, ada yang baperan, ada yang cuek, ada yang heboh. Kalau dibilang akur terus? Impossible. Pasti ada selisih paham, ada yang ngambek, ada yang ini itu, begini begitu. Tapi di situlah sabarnya diuji. Bertahun-tahun kami belajar ngerem ego, belajar dengerin, belajar maklumi. Sama seperti batik yang ditatah satu titik demi satu titik dengan canting, arisan ini dirajut dengan sabar, dengan air mata, dengan tawa, sampai akhirnya jadi sekuat ini.
![]() |
| dok arisan |
![]() |
| dokpri |
![]() |
| dok arisan |
Siang harinya, kami turun ke jantung Jogja, Pasar Beringharjo. Di sinilah jiwa emak-emak pecah! Ada yang khilaf belanja batik, ada yang kalap borong daster, lalu sebagian dari kami ngumpul makan bakso panas di tengah ramainya pasar. Keringat, tawa, tawar-menawar, jadi satu.
![]() ![]() |
![]() |
Malamnya, kami tutup hari Jumat dengan paling cantik. Foto kebaya di Malioboro. 4 panitia kami tampil anggun dengan kebaya maroon, selendang kuning, dan batik. Di bawah lampu Malioboro yang tidak pernah tidur, kami berfoto, tertawa, dan merasa jadi putri Jogja sesungguhnya. Malioboro malam itu menjadi saksi elegansi kami.
Bada Subuh, kami sudah gas Lava Tour Merapi - Jeep Merapi! Jam 5 pagi Kaliurang masih gelap, dingin, dan disambut rintik hujan tipis-tipis. Justru itu yang bikin magis. Pakai jas hujan plastik, kacamata berembun, masker, jeep meraung menerobos jalur lahar yang basah dan licin. Kabut, hujan rintik-rintik, dan debu basah menempel di sepatu kami.
![]() |
| Jeep Aventure (dok arisan) |
Kisah Mbah Maridjan terdengar makin syahdu di bawah langit Merapi yang baru bangun dengan gerimis. Kami basah, dingin, tapi tertawa ngakak sepanjang jalan — 15 hati yang hangat melawan hujan Merapi!
Setelah berdebu Subuh, kami langsung healing ke Obelix Sea View.Dari gagahnya Merapi, ke luasnya laut selatan. Di atas tebing Watu Parang, angin kencang, infinity pool cantik, foto putih denim 15 orang yang ikonik itu akhirnya lahir. Bebas! Pura pura ngobrol ternyata hasilnya real!
![]() |
| Obelix Sea View (dok arisan) |
Perut keroncongan? Wajib Sate Klatak yang legendaris. Kambing muda dibakar pakai jeruji besi, kuah gulai gurih, sambil ngakak mengenang siapa yang paling suka nanya arisan bayarnya berapa ya?
Semua itu kami pulihkan di rumah kedua kami, Villa Menur Kahiyang. Tempat kami curhat sampai larut, joget di kabut, dan pelukan. Pembubaran bukan akhir, tapi awal persahabatan yang lebih matang.
![]() |
| kopi klotok (dok arisan) |
Minggu malam pulang, koper penuh oleh-oleh, HP penuh 1000 foto, hati penuh syukur. Arisan bubar, angka nol. Kebersamaan? Baru dimulai.
Ya Rabb jadikan silahturahmi ini silahturahmi yang Engkau ridhoi, Aamiin
Kalau kamu butuh healing & mau menginap juga di Villa Menur Kahiyang. Ini lokasinya ya 👇
































Makasih ka siwi sdh merangkum cerita perjalanan kita dengan apik. Semoga persaudaraan kita terjaga selalu. Luv banget semuanya
ReplyDeleteKereennn..... seru perjalanannya yah..... happy holiday
ReplyDelete