Kenangan Masa Kecil yang Indah Bersama Ayah


Ayah selalu tahu kalau saya murung. "Hahaha nandainnya gampang banget kata almarhum ayah."Ceria saya hilang dari biasanya. Dan ayah selalu tepat.

[doc google]


Saya anak yang suka adu argumen, cerita-cerita dan juga jago ambil hati kalau ayah marah hahaha. Buat saya berdebat saya ayah di akhiri dengan pentupan everthing its okey adalah hal yang menyenangkan.

Saya kadang nggak ngerti juga kalau ayah ajak saya suka nonton pertandingan bola. Tetapi ke sini-sininya saya merasakan juga dampaknya sampai sekarang, saya jadi maskulin tapi tanpa kehilangan sisi perempuan saya hahaha.

Diajarin suka membac dan olah raga jadi sportif dan suka membaca buku juga. Yang paling saya ingat adalah kata-kata ayah. "Jangan nangis kalau nggak perlu." Hahaha ini sampai nurun ke anak saya yang jarang banget nangis kecilnya.

Saya juga dididik ayah sama aja dengan ayah mendidik adik dan kakak laki-laki saya. Bedanya mereka dapat jeweran kalau klayaban nggak jelas, kalau sama anak perempuannya apalagi ibu ayah anti menggunakan tangannya. Karena hornatnya ia pada almarhum ibunya atau nenek saya.

Waktu ayah nggak ada kami atau saya yang dekat kayak di kasih tanda-tanda malas bawaannya hari itu. Ayah masuk rumah sakit jam 10 pagi tepat pukul 18 30 bada magrib ayah menghadap ke haribaanNya. Belum 1x24 jam ayah masuk rumah sakit.

Semua sendi-sendi tulang saya lunglai tak berdaya. Saya mendapat info ayah nggak ada dari sepupu saya yang tiba di rumah sakit selepas kami anak-anaknya pulang dan besok mulai akan bergilir berbagi tugas jaga.


Butuh 1 tahun saya mengikhlaskan kepergiannya atau tepatnya move on dari hari-hari saya yang kadang kangen di telpon sore-sore "Bagaimana kerjaan hari ini"? Atau ayah ada rencana abc, boleh nggak ayah ikut, kamu bayarin ya"? Hahaha akh ayah nulisnya jadi baper dan sambil bayangkan wajah juga mengingat suaranya.

Kenangan nggak akan dilupakan malah jadi pemacu semangat juga akan semua pesan-pesannya. Jangan pernah injak bayangan kamu sendiri. Berani ambil keputusan berani hadapi resiko yang ada pesannya.

Alfatehah untukmu ayah.



No comments :

Post a comment