Indonesia Merdeka Pneumonia Dari Desa Hingga Kota



Pagi yang mulai terik di kota tua tak menyusutkan semangat kaum ibu untuk menari dengan mengenakan pakaian adat dari berbagai propinsi yang ada di Indonesia. Ya wajah-wajah ceria yang penuh semangat ini menarikan tari Cokek yang memiliki makna solidaritas dengan membawa energi positip. Kegiatan ini adalah dalam rangka merayakan HUT RI yang ke 74. Dimana gaung untuk memerdekan anak-anak dari penyakit Pneumonia disuarakan.
Stop Pneumonia kata mas Bayu O [dokpri]

Sebagai ibu yang menjadi tiang negara alangkah bahagianya kalau melihat anak-anak di desa maupun di kota tumbuh sehat dan bebas dari penyakit seperti PneumoniaPneumonia dikenal masyarakat dengan istilah penyakit paru-paru basah. Penyakit ini menyerang sistem kekebalan manusia. Penyakit Pneumonia disebabkan oleh virus, jamur atau parasit dan mengakibatkan infeksi yang menyerang pada paru-paru. Sehingga menyebabkan kantung udara di dalam paru meradang dan membengkak. Mengapa awam sering kali menyebut dengan paru-paru basah? Sebab paru bisa saja dipenuhi dengan air atau cairan lendir. Kondisi paru-paru basah ini dapat dialami oleh siapa pun.

Nah meskipun termasuk ke dalam penyakit berat, ternyata penyakit ini cukup sulit dideteksi karena gejala awalnya seperti sakit batuk dan flu biasa saja. Saya sebagai seorang ibu sangat prihatin dan concern melihat ada banyak anak yang meninggal karena Pneumonia dengan statistik yang sangat mengejutkan. Berdasarkan data dari stastistik dari Kementerian kesehatan menunjukkan bahwa setiap 1 menit ada 2 balita yang meninggal karena Pneumonia. Di Indonesia sendiri data Kementerian Kesehatan RI menunjukkan satu dari 5 anak balita meninggal karena Pneomonia.

Data-data keseluruhan dari Kemenkes, Save The Children , Unicef menunjukkan fakta-fakta yang sangat mengkhawatirkan terkait Pneumonia pada balita :

1. Pneumonia adalah penyebab kematian anak nomor 1 didunia yang seharusnya dapat dicegah. Dengan jumlah sekitar 1 juta anak setiap tahunnya. Perkiraan di tahun 2030 Pneumonia akan membunuh 11 juta anak jika tidak dapat dicegah.

2. Pneumonia menyebabkan 15 % dari semua angka kematian balita. Ini lebih besar dari Aids, Malaria dan Campak.

Nah itu bicara data, pertanyaannya selanjutnya adalah apa yang dapat kita lakukan , agar statistik itu berhenti atau berubah? Karena penyakit Pneumonia ini bisa dicegah? Menghentikan Pneumonia adalah aksi yang dapat kita lakukan bersama. Mengingat polusi yang ada seperti asap, rokok, debu, termasuk polusi yang dapat masuk ke paru-paru si anak.


Tari Cokek [dokpri]


Saya sedih mendengar kisah ibu AL di Jakarta yang justru membiarkan anaknya yang kena Pneumonia didalam rumah dengan ada pamannya yang merokok dan ac yang menyala. Sama saja bohong kan? Juga cerita dari Sumba yang menimpa Mama R dan balitanya yang berusia 3 tahun tiba-tiba mengalami batuk-batuk  disertai panas . Mama AR pikir ini hanya flu biasa. 2 hari kemudian anaknya bernafas dengan cepat seperti berlari-lari.

Dan perlu teman-teman tahau kalau di Sumba ada kebiasaan kalau anak sakit dan harus dibawa ke dokter harus melalui keputusan keluarga besar terlebih dahulu. Karena itu baru malamnya diputuskan anak dibawa ke Puskesmas yang jaraknya 12 KM dari rumah dengan mencari tumpangan.  Kebayang ya makan waktunya dijalan sementara anak harus segera mendapat pertolongan. 




Melihat 2 kasus diatas maka Save The Children mengkampanyekan Indonesia bebas dari Pneumonia. Save The Children berdiri 100 tahun yang lalu di London. Di Indonesia sendiri Save The Children berdiri tahu 1976. Tujuannya adalah membangun kesadaran masyarakat tentang bahaya Pneumonia.

Kampanye ini akan berjalan dari tahun 2019-2021 sebagai wujud nyata menolong anak- anak Indonesia agar terhindar dari Pneumonia yaitu melalui program peningkatan kesadaran dan bahaya Pneumonia juga mobilisasi yang melibakan orang tua, anak- anak muda dan publik, promosi dan pencegahan Pneumonia yang dilakukan dengan cara sederhana, mudah, dekat dan gampang dicerna dan dapat dilakukan di kehidupan kita sehari hari seperti :

1. Pemberian dan dukungan ASi

2. Imunisasi lengkap pada setiap anak

3.Menerapkan pola hidup bersih sehat .
Selalu cuci tangan pakai sabun karena penting.

4. Stop merokok karena memberikan polusi pada anak.

Rasanya ini menjadi tugas kita semua karena kalau melihat kasus yang ada masalah Pneumonia bukan masalah desa atau kota tapi adalah masalah kita semua. Apalagi bagi seorang ibu yang sehari-hari bertugas merawat buah hatinya. Tentu dapat mencetak generasi yang berkualitas adalah kebanggaan tersendiri.Yaitu generasi yang sehat jasmani dan rohani.


Dr Wiendra W [dokpri]

Ibu Selina P Ketua Save The Children [dokpri]

Para Pakar kesehatan yang ikut mengkampekan Stop Pneumonia [dokpri]

Jadi Memerdekan Pneumonia  dari negeri tercinta kita ini adalah tugas kita semua. Karena Pneumonia tidak pandang bulu menyerang siapapun dengan latar belakang apapun baik itu di global atau di Indonesia. Masih ada anak anak Indonesia yang meninggal karena Pneumonia karena kurangnya pengetahuan masyarakat tentang penyakit ini ,yang sebenarnya masyarakat bisa mendeteksi balitanya dengan hanya menghitung nafas. Ada demam, hitung nafas anak apakah 60x/menit? Dari sini kita akan dapat bedakan apakah anak kita flu, batuk biasa.

Sekali lagi, banyak yang tidak sadar ini menyangkanya adalah penyakit biasa. Awam biasa menyebutnya paru paru basah. Tapi kita menyebutnya Pneunomia adalah radang paru. Kalau TBC lain lain karena TBC adalah kondisi infeksi pada paru juga tetapi disebabkan oleh kuman Mikro Bakteri Tuberkolosis.

Mulai saat ini kita sebagai keluarga jauhkan anak dari polusi-polusi yang ada di rumah tangga seperti memasak dengan kayu bakar dan tempat-tempat yang cukup tinggi polusi lainnya. Pakai masker kalau batuk, pilek.  Kalau anak sakit jangan tinggalkan dirumah saja. Pengetahuan ini penting untuk edukasi.dan sosialisasi. Bagaimana peran kelurga itu juga ada, mulai dari cari tahu  apa itu Pneumonia, gejalanya, penyebabnya. Bagaimana perawatannya dirumah? Bagaimana andai anak tersebut tidak memerlukan perawatan di rumah sakit? Apa yang harus dilakukan? Karena lingkungan juga mempunyai pengaruh yang besar pada kesehatan anak terutama yang menderita Pneumonia.


komunitas lari [dokpri]

Blogger ikut mendukung stop pneumonia [dokpri]

Waspadai anak demam batuk pilek yang kemudian jadi sesak nafas (nafas cepat) tarika. Pada dinding dada akan telihat cekungan. Tesnya adalah letakan tangan kita diperut atau dada anak, ketika anak  tarik nafas hitung. Untuk anak usia 2-12 bln jika nafasnya adalah 5ox/menit adalah cepat berlaku juga pada balita usia 1-4tahun kalau bernafas  4ox/menit ini cepat juga (sesak)

Cepat bawa anak ke fasilitas kesehatan yang mudah dan dekat dan dilengkapi petugas kesehatan  yang memiliki pelayanaan yang sesuai standart. baik itu difasilitas kesehatan dasar atau rujukan dan pastikan juga ketersediaan alat-alat kesehatan untuk mendukung perawatan dari Pneumonia ini. Agar andai anak kena komplikasi maka tidak akan semakin berat.

Nah melalui Save The Children yang meluncurkan kampanye nasional yang bertajuk 'Merdeka dari Pnemonia  yang akan berlangsung selama 3 tahun ke depan kita harus bersama-sama untuk membasmi atau mengatasi Pneumonia ini dengan STOP PNEUMONIA!

S : stop Pnuemonia dengan memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan ditambah MPASI selama 2 tahun

T : tuntaskan imunisasi
O : obati anak jika sakit
P : pastikan kecukupan gizi anak.

Rasanya pesan dari pakar kesehatanpun harus terus kita perhatikan dan terapkan dalam keluarga ya? Seperti bagaimana kita proteksi anak dari polusi udara. Juga jangan ragu untuk memberikan ASI eksklusif, Imunissi dan Gizi yang seimbang karena ini adalah benteng mencegah anak kena dari berbagai macam penyakit terutaman Pneumonia. Jangan ragu juga kita sebagai ibu yang hampir 24 jam melihat anak, untuk bergerak cepat dari deteksi dini, kalau misalnya demam batuk pilek yang kemudian sesak (hilang nafas) segera bawa anak ke rumah sakit, puskesmas, pelayanan primer yang bisa mendeteksi dan memberikan pelayanan yang sesuai untuk dapat langsung dilakukan tindakan dan pengobatan.

Harus terdapat fasilitas kesehatan yang dekat dan mudah dilingkungan dengan petugas kesehatan yang terlatih. Terutama untuk teman-teman yang tinggal dipelosok yang membutuhkan waktu lama untuk sampai ke Puskesmas atau Rumah Sakit.

Dan yang lebih penting lagi adalah laki-laki atau calon ayah juga ikut berperan dalam tumbuh kembang anaknya apalagi ketika anak asakit. Karena mengurus anak bukan hanya tugas seorang ibu saja. Karena ayah punya peran yang sama . Bedanya para ayah nggak memberikan Asi langsung saja. Sisanya sama. Jadi nggak ada lagi pendapat saya udah capek cari uang, saya udah sibuk kerja siang malam. Harusnya ini adalah tugas sama sama . Ayah dapat juga menjadi contoh langsung seperti kalau masuk rumah sepulang kerja atau beraktivitas, sebelum.berinteraksi dengan anak biasakan untuk bersih bersih dulu . Karena polusi udara dari luar nggak ada yang tahu kalau efeknya sangat besar. Kemudian bikin pasangan senang, misal luangkan waktu dengan membantu dengan pijatan-pijatan sayang, agar pasangan nyaman dan asinya lancar keluar. Dan cepat sadar dan membawa segera anak ke fasilitas kesehatan yang ada jangan pernah menunda, agar kita tidak menyesal nantinya. 

Semoga tahun 2030 Indonesia Merdeka Pneumonia dari desa hingga kota.
Semoga...
Aamiin...










4 comments :

  1. Kita sebagai orangtua memang harus lebih peka ya, Mba sama kondisi anak kita. Lah ya masa udah tau ruang ac masa dibiarkan merokok pamannya.. uuuh gemes deh itu.

    ReplyDelete
  2. Campaign dan edukasi seperti ini sangat diperlukan ya Mba
    Karena banyak org yg abai dgn pneumonia, sehingga banyak kasus yg terjadi di RI
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete
  3. Semoga anak-anak Indonesia selalu sehat dan terbebas dari penyakit pneumonia ini ya

    ReplyDelete
  4. aku dulu pernah kena ini, sakit banget. untungnya keluarga segera rawat dgn baikk huhuhu

    ReplyDelete