Pandemi Covid 19 Dan Berat Badan


Selama pandemi ini, banyak hal yang berubah. Mulai dari perubahan aktivitas seperti bekerja, belajar maupun beribadah. Semua kegiatan tadi yang awalnya dilakukuan dengan mobilitas yang tinggi berubah dengan sangat drastis. Semua dilakukan di rumah selama kurang lebih 4 bulan. Bagaimana dengan pola makan?

dok google


Berbicara pola makan dalam situasi pandemi, hal ini pun mengalami perubahan. Penyakit yang belum ditemukan obatnya hingga saat ini telah membuat masyarakat baik di dalam maupun di luar negeri lebih concern terhadap kesehatan dan gaya hidup. Kekebalan tubuh atau imunitas menjadi perhatian utama karena disinyalir hal ini lah yang menjadi target virus Covid 19.

Masyarakatpun dengan segera melakukan adaptasi dengan lebih memilih makanan yang diolah sendiri, take out meals dihindari. Konsumsi supplemen yang dianggap dapat meningkatkan imun tubuh pun tak luput dari perhatian.

Dengan penurunan mobilitas gerak tubuh dan peningkatan asupan makanan ditambah supplemen seperti vitamin, berat badan pun merangkak naik. Tidak jarang saat melakukan meeting online kita temukan komen seputaran perubahan fisik seseorang yang mayoritas bertambah gemuk.

dokpri

Peningkatan berat badan memang tidak mungkin dihindari apabila konsumsi makanan tidak diimbangi dengan energi yang keluar. Kalau sudah seperti ini tentu menimbulkan masalah baru. Obesitas yang dapat menimbulkan berbagai penyakit seperti hipertensi menjadi bahaya yang mengintai kesehatan. Diet pun menjadi pilihan agar berat badan dapat diturunkan

Berbagai cara dilakukan orang dalam menjalankan diet. Namun kadang kala karena alasan ingin cepat berat badannya turun,  Diet Ekstrime pun jadi pilihan. Mulai dari tidak sarapan, hanya makan buah2an, tidak mengkonsumsi karbohidrat sampai meminum obat diet baik herbal maupun kimia.

Ahli medis menyatakan bahwa diet yang baik dan benar adalah diet yang disesuaikan dengan kondisi tubuh dan sangat dianjurkan untuk berkonsultasi dengan pakarnya sebelum memulai diet.

Karena penurunan berat badan yang cepat bisa memperlambat metabolisme tubuh. Kan ngeri-ngeri sedap ya niat mau turunin berat badan tapi kesehatan kita malah terganggu. Dan nggak cuma itu saja gaes, diet ekstrem juga bisa mengarah pada kenaikan berat badan di masa mendatang. Nah lho malah celaka 2 kali ya. Niat mau turunin berat badan tapi kok malah nambah berat badan. Dan hal yang paling mengkhawatirkan dari diet ekstrem adalah bisa menyebabkan hilangnya nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh. 

Dampak  diet extreme yang saya baca di Halodoc bukan itu saja, diet ketat bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh, dan meningkatkan risiko dehidrasi, jantung berdebar, penyakit jantung, hingga serangan jantung. Ngeri akh

Jadi santuy aja gaes, apalagi saat pandemi Covid 19 ini kan banyak waktu kita untuk lebih memperhartikan kesehatan tubuh apalagi khususnya yang mau diet ya. Jangan ekstrem lah slowly but sure aja. Asal ikutin panduannya bisa kok. Nah kalau kamu butuh info lebih detailnya tentang diet dan penurunan berat badan bisa langsung saja konsultasi pada dokter di aplikasi Halodoc Yaitu.lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Asyik ya


Halodoc adalah aplikasi kesehatan berbasis online. Jadi ini solusi kesehatan yang inovatif karena selain memudahkan pasien berkonsultasi juga menghemat waktu dalam menebus resep obat di rumah sakit  

 Yuk, dowload aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Semoga dietnya lancar dan sukses ya teman-teman. Sehat selalu . Aamiin

5 comments :

  1. Sbnrnya berat badanku selama pandemi ini memang naik, tapi justru bikin normal, Krn sblmnya aku underweight hahahahah. Cumaaa, Krn beberapa penumpukan lemak g merata, jadi tetep harus workout utk bikin part2 tubuh yang kelebihan lemaknya jadi merata , trutama perut :D.

    ReplyDelete
  2. Sembarangan diet tanpa konsultasi sama dokter bikin kesehatan kacau. Sekarang sih tinggal cari aplikasi buat chat konsultasi ke dokter pakai Halodoc.

    ReplyDelete
  3. Menurut aku, diet itu harus konsultasi dulu ke dokter. Ngga semua diet itu baik. Kadang harus dilihat dari tujuannya juga. Jangan sampai dietnya sekadar ikut-ikutan tren aja

    ReplyDelete
  4. Selama 4 bulan ini masih sempat olahraga mbak. Tapi kalau untuk diet, kayaknya mau chat Halodoc dulu gimana tipsnya supaya lebih aman.

    ReplyDelete
  5. Memang riskan ya. Saya jg mau diet kok ga berank jaman covid gini ya. Resiko terlalu besar.

    ReplyDelete