Galeri Kertas tempat tumbuh dan berkembang Seniman muda Indonesia



Sejauh mata memandang yang ada adalah kerindangan pepohonan ditambah beberapa patung dan juga aliran sungai yang makin menambah sejuk tempat ini. Pun airnya tidak terlalu jernih tetapi makin melengkapi ketenangan studio Hanafi yang beralamat di jalan Raya Parung Bingung, Rangkapan Jaya Baru, Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat.


Berfoto bersama 7 perupa muda [dok Ibra Aghari]

Awalnya tempat ini bernama studio Hanafi, karena ada ide-ide baru yang diperbarui pada akhirnya, dibuatlah sebuah galeri baru yang bernama Galeri Kertas yang tujuannya sendiri adalah untuk regenerasi seniman-seniman muda khususnya. Dan kali ini Galeri kertas menampilkan 7 karya seniman muda yang lolos seleksi dari 20 orang yang mengajukan karyanya.

Mba Milly [dok Ibra Aghari]

Milly penanggungjawab dari Galeri kertas mengatakan "Galeri kertas mempunyai pola yaitu, yang pertama kali pameran adalah perupa senior atau sudah tua dan karyanya sudah banyak. tapi setelah itu si perupa-perupa ini mau ngapain"? Atau tepatnya perupa ini harus punya anak murid baru.

Maka dari itu Galeri Kertas membuka program perupa muda. Ini juga menjadi kesempatan bagi perupa muda untuk mengembangkan imajinasi dalam berkarya, agar karya-karya perupa muda tidak menjiplak trend digital yang semakin canggih. Jadi karya-karya yang sore ini saya nikmati adalah karya perupa-perupa muda pilihan Ugeng T. Moetidjo seorang perupa senior.

Pendapat Teman-teman Blogger tentang Galeri Kertas :

"sesuatu yang tidak biasa karena biasanya yang di temui kan hanya cat dan kuas, tetapi ini kertas-kertas" Ubay

Endah "Mata saya kayak terbuka lebih luas sore ini tentang karya seni."

"Saya suka lewat di depan studio ini dan penasaran banget apa yang ada di dalam studio ini"Indah

Ainun "Penasaran bagaimana media kertas dapat menjadi sesuatu yang beda ya"

"Ini maksudnya apa ya batu-batu"? Elva

 Sahrul "karyanya cukup unik

Heripal "Saya nggak tertarik lukisan, dan karya ini kayak ada makna tertentu gitu"

"Senang di undang ke sini, unik banget di dalam ya"Ulfa

Jessi  "Saya pecinta seni makanya antusias datang ke sini"

Nurul "Baru pertama kali datang ke sini, kalau dari jauh kayaknya biasa aja, tapi pas di deketin luar biasa ya"


Studio Hanafi (Galeri Kertas) sore itu menyambut hangat setiap teman-teman yang datang. Bangunan dua lantai ini untuk ke 8 kalinya mengadakan pameran hasil seniman-seniman muda yang sudah lolos seleksi. Dan 7 perupa muda yang terpilih ini berdasarkan pada karya yang mereka bawa untuk dipresentasikan. Mereka masing-masing terpilih harus membuat karya baru dengan media berbasis kertas yang disesuaikan dengan gaya karya mereka sendiri.

"Ide dasarnya kerja seni adalah bermain maka dari itu kerja seni adalag bermain, oleh karena itu 7 perupa muda ini akan mengeksplorasikan melalui aspek bermain atau permainan berdasarkan konsep ilusi yang menjadi pemantik mereka dalam berkarya"Ugeng @Galerikertas_art

7 Perupa Muda :

1. Ivan Oktavian mahasiswa ISPI
Judul : Rekonstruksi Sentimen
Material : Puing, foto digital,gambar instalasi, dimensi beragam
Ini adalah runtuhan-runtuhan bangunan di daerah dimana aku tinggal yang digusur karena pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung. Saya print gambar di kertas-kertas ini. rumah a pintunya kayak apa juga pintunya rumah b yang benar-benar saya ingat. saya bawa langsung puing dari bandung.

Karya Ivan Oktavian [dokpri]


2. Gilang Mustofa
Saya gambarkan mimpi saya yang seperti tercerabut dari akarnya, yaitu kampung halaman saya yang berjarak. Saya perantau cari Ilmu di Bandung. Jadi ini adalah miniatur pedesaan Cilamaya karawang yang dekat pantai. Rumah nya di sana simple-simple. Mereka hanya menghadirkan ini rumah, nggak ada ilmu-ilmu lain. Yang digambarkan juga pada bentuk yang belum selesai, rumah saya yang kecil yang menggambarkan saya jauh dan berjarak.

Rumah gilang yang paling kecil [dokpri]

3. M.Raka.S
Karya dengan material art paper yang menceritakan tentang dongeng Nordic di masa kecil.
Karena Raka percaya bahwa segala macam yang didongengkan dimasa lalu itu akan menjadi titik balik kehidupan kita. Cerita yang didengar dari kecil, di aplikasikan dalam karya. Raka beda dengan yang lain dengan Lightingnya. Dengan warna dan suasana mendung,sendu,gelap ini adalah mood yang Raka gambarkan. Dia memang orang yang seperti itu. Material dibuat sendiri dan digunting sendiri. karya Raka ini pernah di pamerkan di Qubicle. Karena ini dapat satu ruangan jadi lebih luas. Cerita disini dapat menjadi satu kesatuan.

M.Raka.S [dok Ibra Aghari]

[dok Ibra Aghari]


4. Jinggam
Bentuk acak pada karya ini menggambarkan sebagai manusia sifatnya adalah randem, hari ini moodnya apa besok apa bisa berubah-ubah. saya ingin terkoneksi satu dengan lainnya, saat terkoneksi ada koneksi yang lebih. dengan maping maka semua bisa satu iraman apalagi ditambah musik.

Koneksi [dokpri]

Jinggam [dok Ibra Aghari]


5. Kevin Nathaniel
Artinya terlihat dan tidak terlihat di kenal dan tidak di kenal. Nostalgia sama kapal nggak berani naik kapal. Gue hanya berbagi pengalaman aja. 200 pesawat, dengan 88 kertas. Yang susah adalah pas pesawat berdiri akhirnya dijahit. ada maping buat menghasilkan bayangan. Bayangan bayangan adalah perspektif.

Kevin Nathaniel [dok Ibra Aghari]

[dok syahrul Blogger]


6. Miiko
Ego saya, lucu-lucu. selalu pakai warna hitam, putih merah. Ini adalah cerita manusia dengan berbagai macam konfliknya.

Miiko [dok Ibra Aghari]

Karya Miiko [dokpri]


7. Asmoadji
Menceritakan tentang sesaknya naik CL (Comuterline) yang tergambar sepotong-sepotong itu adalah kayak badan ada dimana, kaki ada dimana. Dengan menggunakan material menggunakan kertas art karton 310 gram, tinta india dan lidi. Sedangkan mural yang dibelakang disapu dengan menggunakan bambu. Ini adalah karya instalagi pertamanya dimana sebelumnya mengikuti pameran sketsa. Saya selalu bersketsa dimanapun saya berada.

[dokpri]





2 comments :

  1. Dari ketujuh karya itu aku paling suka karya Kamu yang Mana? Karena ngena banget sama keseharianku naik comutterline yang desek-desekan gitu. Keren sketsanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha selalu ngalamin ya desak desakan dalam CL

      Delete